Comscore Tracker

Uni Eropa Masuk Jurang Resesi!

Spanyol yang paling anjlok di antara 27 negara Uni Eropa

Jakarta, IDN Times - Pandemik berdampak tak hanya pada sektor kesehatan masyarakat dunia, namun juga ekonomi. Saat ini, Uni Eropa dinyatakan masuk ke jurang resesi. 

Resesi terjadi di Benua Biru setelah ekonomi di sana turun hingga  -11,9 persen pada kuartal kedua 2020. Jika dibandingkan kuartal pertama yang minus 3,2 persen, penurunan ekonomi kali ini terbilang parah. 

Melansir CNN, jika dibandingkan dengan kuartal kedua pada 2019, besaran anjloknya ekonomi negara-negara benua biru adalah 14,4 persen. Pada awal Juli, Komisi Uni Eropa sempat melaporkan prediksi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 8,3 persen yang diikuti rebound 5,8 persen pada 2021.

1. Sektor ekonomi berusaha menggeliat di tengah kekhawatiran lonjakan kasus COVID-19

Uni Eropa Masuk Jurang Resesi!Pengibaran bendera Uni Eropa yang dipasang setengah tiang. twitter.com/ComisionEuropea

Baca Juga: Daftar Negara yang Terpuruk dalam Resesi Ekonomi

Survei terakhir memperlihatkan bahwa sektor ekonomi mulai menggeliat. Namun, hal itu dihantui kekhawatiran adanya lonjakan kasus COVID-19.

Menurut studi Institut Robert Koch, peningkatan kasus baru-baru ini "sangat mengganggu".

Pusat pengendali penyakit di Jerman tersebut menyimpulkan bahwa jumlah kasus harian di Prancis kembali ke level yang sama ketika lockdown dihapus pada awal Mei lalu. Di Spanyol dan Italia, pemerintah juga mengonfirmasi tambahan tingkat infeksi virus corona.

2. Beberapa negara memberlakukan pengetatan aturan lagi

Uni Eropa Masuk Jurang Resesi!Para pria memakai masker pelindung terefleksi di sebuah cermin, setelah pihak berwenang Catalonia dan dewan kota mengumumkan pelarangan untuk membatasi penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Barcelona, Spanyol (ANTARA FOTO/REUTERS/Nacho Doce)

Melihat situasi yang tak kunjung membaik, pemerintah Inggris memberlakukan pengetatan lagi. Kali ini, pengunjung dari Spanyol wajib menjalani karantina mandiri selama 14 hari. Langkah ini diprediksi akan memperlambat pertumbuhan di sektor pariwisata.

Sementara Italia mengumumkan status darurat COVID-19 diperpanjang hingga 15 Oktober mendatang. Sebelumnya, status tersebut dijadwalkan berakhir pada 31 Juli. "Sayangnya, pandemik hari ini belum sepenuhnya berakhir meski dampaknya sudah ditekan dan secara geografis dibatasi," kata Perdana Menteri Giuseppe Conte, seperti dikutip AFP.

3. Spanyol yang paling anjlok di antara 27 negara Uni Eropa

Uni Eropa Masuk Jurang Resesi!Pamplona, Spanyol (ANTARA FOTO/REUTERS/Jon Nazca)

Seperti yang diprediksi banyak pihak, Jerman adalah negara yang paling sedikit merasakan efek finansial dari pandemik COVID-19. Ekonomi terbesar di Uni Eropa itu mengalami penurunan PDB sebesar minus 10,1 persen.

Sedangkan Prancis dan Italia masing-masing sebesar minus 13,8 persen dan minus 12,4 persen. Ekonomi Spanyol yang paling terdampak di antara 27 negara Uni Eropa dengan minus 18,5 persen. Bert Colijn, ekonom senior di ING, memprediksi ini berpotensi membuat negara tersebut yang paling lama menderita secara keuangan.

"Perbedaannya lebih besar dari yang dibayangkan dan dengan dibatalkannya langkah-langkah pembukaan kembali secara lokal [untuk kuartal ketiga], Spanyol bersiap untuk mengalami penurunan ekonomi untuk waktu yang lama," kata dia.

Baca Juga: Resesi Singapura Bisa Menular ke Indonesia?

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya