Comscore Tracker

Indonesia Resesi, Nih Cara Atur Keuangan agar Bisa Bertahan

Jangan sampai keuangan kamu boncos, guys~

Jakarta, IDN Times - Indonesia memasuki masa resesi yang berdampak pada semua sektor. Saat masa sulit seperti saat ini, pola mengatur keuangan yang sehat menjadi sangat penting.

Di sisi lain, generasi millennial cenderung sulit untuk mengerem pengeluarannya. Apakah termasuk kamu? 

Di saat pandemik, apalagi ada resesi, kamu harus bijak dalam mengelola keuangan, terutama pengeluaran. Dengan demikian,  kamu bisa bertahan setidaknya  sampai kondisi normal lagi.

IDN Times merangkum tips buat generasi millennial biar ga boncos selama masa pandemik COVID-19. Semangat~

1. Gaya hidup sesuaikan dengan kemampuan dompet

Indonesia Resesi, Nih Cara Atur Keuangan agar Bisa BertahanPixabay

Jangan samakan gaya hidup kamu dengan masa sebelum pandemik.  Menurut Perencana Keuangan dari OneShildt Financial Planning Agustina Fitria, generasi millennial bisa nengerem pengeluarannya untuk gaya hidup.

Kenapa? Karena hal itu akan sangat membantu dalam menghemat pengeluaran untuk disimpan dalam bentuk investasi maupun tabungan, maupun dana darurat.

Banyak pengeluaran terkait gaya hidup yang memang berkurang dalam kondisi pandemik ini. Ya, kamu gak perlu lagi ke kafe, nonton di bioskop, pijat dan terapi kecantikan di salon, atau karaoke. 

Namun, ternyata masih banyak juga biaya di luar kebutuhan primer kita yang sebenarnya masih bisa dipangkas loh. Semisal, biaya kuota tambahan untuk entertainment, belanja pakaian dan aksesori branded secara online, ganti seri handphone dan masih banyak lagi.

Jika bisa disiplin mengurangi semua biaya-biaya semacam ini, kamu bisa lebih mudah menyiapkan hal berikut ini yang sangat penting saat kondisi sulit seperti resesi.

Apa itu? Dana darurat! 

Baca Juga: Cara Atur Keuangan Generasi Sandwich supaya Goals Tetap Tercapai

2. Sisihkan uang kamu untuk dana darurat

Indonesia Resesi, Nih Cara Atur Keuangan agar Bisa Bertahanpexels.com/skitterphoto

Seperti dibahas di atas, kamu harus punya darurat, guys. Apalagi, belum ada satupun pakar yang bisa memastikan kapan pandemik ini selesai.

"Fokus untuk menabung dana darurat," pesan Agustina kepada IDN Times. Sebab, menjelang situasi sulit semacam resesi, kita harus menyiapkan dana darurat yang mumpuni.

Pos anggaran ini adalah tabungan yang tidak boleh diutak-atik kecuali untuk kepentingan yang sangat mendesak di situasi sulit alias kebutuhan darurat. Dalam rangka menyiapkan diri terhadap resesi, sebaiknya kamu tidak memakai pos dana darurat ini kecuali untuk kebutuhan mendesak saat resesi terjadi nanti. 

Kamu mungkin belum pernah mengalami kondisi resesi sebelumnya, jadi tidak tahu pasti seberapa buruk perekonomian akan berimbas pada kondisi keuangan pribadi kita. Untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan terburuk, ada baiknya kamu menyiapkan dana darurat yang cukup untuk bertahan. 

3. Ini yang perlu kamu lakukan jika pekerjaan kamu terdampak atau tidak oleh pandemik

Indonesia Resesi, Nih Cara Atur Keuangan agar Bisa BertahanIlustrasi SDM. IDN Times/Panji Galih Aksoro

Bagi millennial yang pekerjaannya tidak terdampak akibat pandemik COVID-19, Agustina menyarankan agar mereka bekerja sebaik mungkin dan merencanakan perkembangan karier. Jangan lupa, tingkatkan kemampuan dan kompetensi agar bermanfaat untuk karier di masa depan.

Jika karier kamu saat ini sudah baik, jangan lupa untuk meningkatkan tabungan dari penghasilan kamu saat ini selagi bisa. Ini akan bermanfaat sebagai modal jika kamu nanti akan merintis usaha sendiri. 

"Jika pekerjaannya terdampak pandemik, cari peluang penghasilan baru dengan manfaatkan hobi, teknologi/sosial media," tutur dia.

Persiapkan dari sekarang rencana cadangan jika pekerjaan kamu nanti terdampak resesi ini. Bahkan, jika perlu susun business plan yang detail agar kamu gak linglung jika kemungkinan buruk semisal PHK terjadi. 

4. Siapkan proteksi asuransi dan investasi

Indonesia Resesi, Nih Cara Atur Keuangan agar Bisa BertahanIlustrasi Investasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Bagian terpenting dalam mengelola keuanganmu, lanjut Agustina, adalah mempersiapkan proteksi sejak muda. Asuransi kesehatan misalnya, perlindungan tersebut bakal sangat bermanfaat di saat kamu membutuhkannya di kala sakit di kondisi krisis keuangan.

"Jika penghasilan tidak terdampak, tetaplah berinvestasi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan seperti persiapan DP rumah, dana pensiun, dana pernikahan, dan lain-lain," imbuh dia.

Jadi saat resesi berlalu, kamu tetap memiliki persiapan yang cukup untuk melanjutkan rencana-rencana dalam hidup. 

Tetap semangat ya...

Baca Juga: 5 Langkah Biar Kamu Gak Jadi Generasi Sandwich

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya