Comscore Tracker

Lebih Efektif Mana Cegah COVID-19, Face Shield Atau Masker?

#NewNormal #HidupBersamaCorona

Masker, vitamin C, hingga face shield menjadi benda-benda yang paling dicari di tengah pandemik COVID-19. Namun, belakangan, face shield mengalahkan benda lainnya, jelang new normal. 

Pada 8 Juni 2020, pencarian “face shield” menempati posisi puncak dengan tingkat popularitas 100 (sangat populer) berdasarkan Google Trends. 

Salah satu faktor kenapa barang ini menjadi populer berkaitan dengan mulai dibukanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta. Orang-orang yang harus kembali bekerja ingin mencari alat proteksi lain yang bisa menghindarkannya dari penularan COVID-19. 

Dilansir dari WebMD, bahkan banyak ahli yang beranggapan bahwa kehadiran face shield mungkin akan menggantikan masker kain yang selama ini kita pakai. Sehingga muncul pertanyaan, benarkah face shield lebih baik dari masker? 

1. Face shield digunakan tenaga medis karena mampu melindungi area yang tak dapat dijangkau oleh masker, yakni mata dan wajah bagian atas

Lebih Efektif Mana Cegah COVID-19, Face Shield Atau Masker?businessinsider.my

Sebetulnya, face shield  merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang digunakan para tenaga medis ketika menangani pasien dengan gejala COVID-19. Sebab bagi tenaga medis, masker saja tak cukup mengingat mereka melakukan kontak dekat dengan pasien.

Face shield dinilai mampu melindungi area yang tak dapat dijangkau oleh masker, yakni mata dan wajah bagian atas. Selain itu, penularan COVID-19 di area rumah sakit sedikit berbeda dengan lingkungan lain. Virus dapat hadir di udara beraerosol sehingga tenaga medis memang memerlukan perlindungan ekstra. 

Karena tak butuh bahan yang spesifik, face shield dapat dijiplak dengan mudah. Masyarakat dapat mengenakannya tanpa khawatir menghabiskan stok untuk tenaga medis. Itulah kenapa kini kamu bisa membeli face shield di berbagai e-commerce dengan harga yang terjangkau. 

Atau kamu mau bikin sendiri? Tutorial mengenai pembuatan face shield ini bertebaran di media sosial dan Youtube. 

2. Beberapa kelebihan face shield yang dirasakan pengguna jika dibandingkan dengan masker

Lebih Efektif Mana Cegah COVID-19, Face Shield Atau Masker?thelist.com

Penggunaan masker di tengah pandemik sangat dianjurkan oleh Badan Kesehatan DUnia (WHO). Namun, banyak orang yang mengeluhkan bahwa masker membuatnya sesak napas, kacamata mengembun, serta panas. Termasuk kamu?

Ya, keluhan tersebut dapat dieliminasi ketika kita menggunakan face shield. Dilihat dari bentuknya saja, alat pelindung ini memiliki jarak dengan wajah sehingga kita tak akan merasa panas dan sesak saat menggunakannya. 

Kemudian, dilansir dari JAMA Network, face shield juga unggul dalam hal ketahanan. Kita dapat menggunakannya berulang kali. Cara membersihkannya pun mudah, hanya perlu air, sabun, atau cairan disinfektan. 

Komunikasi antar manusia pun cenderung lebih mudah ketika kita mengenakan face shield. Orang lain dapat membaca gerak bibir dan ekspresi tanpa terhalangi. Makan dan minum pun dapat dilakukan tanpa harus membuka plastik tersebut.

Baca Juga: Masker Kamu Bau Tak Sedap? Ini Alasan dan Penjelasan Ilmiahnya!

3. Lalu bagaimana dengan efektivitas face shield membendung paparan virus?

Lebih Efektif Mana Cegah COVID-19, Face Shield Atau Masker?gannett-cdn.com

Jurnal dari J Occup Environ Hyg tahun 2014 yang berjudul "Efficacy of Face Shields Against Cough Areosol Droplets from a Cough Simulator" membahas hal ini. Penelitian tersebut dilakukan dalam skala kecil di lingkungan rumah sakit untuk mengukur bagaimana face shield bisa melindungi tenaga medis dari virus flu.

Bagaimana hasilnya?

Dalam simulasi, face shield mampu mengurangi paparan virus secara langsung sebesar 96 persen ketika seseorang berada dalam jarak 45 sentimeter dari sumber batuk. Ketika simulasi ini diulang dalam jarak physical distancing yang disarankan, yakni sekitar 183 sentimeter, virus yang kemungkinan dihirup oleh penggunanya dapat berkurang hingga 92 persen. 

Namun studi ini menunjukkan hasil yang berbeda ketika virus dilepaskan dalam udara yang beraerosol, seperti di lingkungan rumah sakit. Face shield hanya bisa memblokir virus sebanyak 68 persen. 

Lalu apa arti dari studi ini? Walaupun studi ini sebenarnya bukan ditujukan secara spesifik untuk COVID-19, hasil masih bisa diaplikasikan. Ini artinya, face shield memang bisa mengurangi risiko paparan virus ketika kita berada di ruang publik. Tapi, masih ada pertimbangan yang harus kamu ketahui. 

4. Meski demikian, face shield masih ada celah

Lebih Efektif Mana Cegah COVID-19, Face Shield Atau Masker?freepik.com

Hasil dari studi tersebut memang menakjubkan. Ternyata face shield benar-benar bekerja. Akan tetapi, kamu harus tahu alat pelindung ini masih memiliki celah. 

Pertama, belum ada penelitian yang bisa menjawab apakah face shield bisa mengurangi penyebaran COVID-19 ketika digunakan oleh orang yang terinfeksi. Kedua, bagaimana dengan orang tanpa gejala, apakah kita bisa mencegah penularan dari mereka hanya berbekal face shield? 

Selain itu, jika diperhatikan, face shield tidak sepenuhnya melindungi wajah kita. Masih ada celah di bagian bawah dan samping kanan kiri. Ini artinya, alat tersebut tidak bisa menyediakan apa yang kita dapatkan saat menggunakan masker, yaitu proteksi penuh untuk hidung dan mulut. 

Bahkan National Center for Biotechnology Information (NCBI), badan yang menyediakan informasi kesehatan di Amerika Serikat mengatakan bahwa face shield tidak bisa dijadikan sebagai pengganti masker karena alasan-alasan di atas.

5. Masker dan face shield yang dipakai secara bersamaan adalah yang paling efektif!

Lebih Efektif Mana Cegah COVID-19, Face Shield Atau Masker?healthshots.com

Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa face shield memang bisa bekerja dalam mengurangi risiko paparan COVID-19. Alat ini bahkan bisa melindungi area wajah yang tak dapat dijangkau oleh masker. Sayangnya, kita tak bisa sepenuhnya mengandalkannya. Masih ada celah dan ketidakpastian yang perlu dipertimbangkan.

Jika ingin proteksi yang lebih kuat, kita sebaiknya mengenakan face shield bersamaan dengan masker. Jadi, mulut dan hidung tertutup rapat serta area sekitar mata juga terlindungi. 

Terlebih lagi, saat ini penggunaan masker menjadi suatu kewajiban. Ada sejumlah wilayah yang memberlakukan sanksi berupa denda bagi siapapun yang tidak mengenakan masker di tempat publik. 

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com (http://kitabisa.com/kitaidnlawancorona)

Baca Juga: Pakar Korea Selatan Ungkap Cara Mereka Tangani COVID-19 Tanpa Lockdown

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya