Comscore Tracker

Vaksin AstraZeneca Ampuh Cegah COVID-19 Varian Delta Hingga 90 Persen

Jangan lupa vaksinasi ya guys~

Indonesia tengah menggalakkan vaksinasi COVID-19, termasuk di Banten. Provinsi Banten tengah menggelar vaksinasi secara serentak, mulai hari ini (29/6/2010) dengan menyediakan ratusan titik vaksinasi.

Pandemik COVID-19 memang kian mengkhawatirkan, utamanya setelah ada beberapa varian dan mutasi yang membahayakan. Salah satu varian yang saat ini tengah dipantau ketat adalah B.1.617.2 atau varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India.

Saat ini, vaksin dari AstraZeneca-Oxford University banyak digunakan di Tanah Air. Apakah vaksin yang diberi nama Vaxzevria ini dapat menangkal varian Delta? Jawabannya adalah "BISA"!

1. Riset dari Oxford buktikan keampuhan AstraZeneca dan Pfizer

Vaksin AstraZeneca Ampuh Cegah COVID-19 Varian Delta Hingga 90 PersenVaksin COVID-19 AstraZeneca (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Vaksin AstraZeneca dan Pfizer (Comirnaty) menunjukkan efektivitas tinggi mencegah infeksi varian Kappa (B.1.617.1) dan Delta, demikian laporan Reuters. Hal ini berdasarkan studi yang dilaksanakan oleh Oxford pada 17 Juni 2021, yang laporannya diberi judul Reduced neutralization of SARS-CoV-2 B.1.617 by vaccine and convalescent serum'

Dimuat dalam jurnal Cell, studi gabungan yang juga melibatkan peneliti dari Afrika Selatan, Thailand, Amerika Serikat (AS), dan Brasil ini menyelidiki kemampuan antibodi peserta yang sudah menerima dua dosis vaksin dalam mencegah varian Delta dan Kappa yang diketahui lebih mudah menular.

"Tidak ada bukti penyebaran luas. Temuan ini menunjukkan bahwa generasi vaksin saat ini akan memberikan perlindungan terhadap garis keturunan B.1.617," tulis penelitian tersebut.

2. AstraZeneca diklaim dapat menangkal varian Delta "lebih dari 90 persen" loh

Vaksin AstraZeneca Ampuh Cegah COVID-19 Varian Delta Hingga 90 PersenVaksin COVID-19 AstraZeneca (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Penelitian dari Public Health England (PHE) menyebut bahwa vaksin AstraZeneca dapat mengurangi kemungkinan terkena varian Delta. Efektivitas vaksin ini pun terbilang tinggi, yakni hingga 90 persen!

Juga meneliti vaksin Comirnaty dari Pfizer-BioNTech, PHE menyatakan kalau vaksin dari AS tersebut 96 persen ampuh menahan varian Delta. Tidak berbeda jauh, PHE menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca tidak kalah ampuh, dengan efektivitas 92 persen.

Baca Juga: Gejala COVID-19 Varian Delta, Tak Jauh Beda tapi Lebih Parah

3. Varian Delta harus diwaspadai

Vaksin AstraZeneca Ampuh Cegah COVID-19 Varian Delta Hingga 90 PersenVirus SARS-CoV-2 (bintik kuning) menginfeksi sel apoptotik (merah) ANTARA FOTO/Institute of Allergy and Infectious Diseases, NIH/Handout via REUTERS_

Varian Delta kini memang menjadi momok global. Pada Jumat (18/6) lalu, kepala ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan, mengatakan bahwa varian Delta adalah versi SARS-CoV-2 yang sekarang dominan secara global.

Selain itu, para peneliti Oxford juga menganalisis kemungkinan terinfeksi lebih dari sekali pada penyintas COVID-19. Menilai kemampuan antibodi dalam darah para penyintas COVID-19 dari varian Beta (B.1.351) dari Afrika Selatan dan varian Gamma (P.1) di Brasil, risiko terinfeksi varian Delta dinilai sangat tinggi.

4. Varian Alpha menjadi "teladan" untuk pencegahan varian lain

Vaksin AstraZeneca Ampuh Cegah COVID-19 Varian Delta Hingga 90 Persenvaksin AstraZeneca (commons.wikimedia.org/gencat cat)

Pertama kali terdeteksi di Inggris pada November 2020, varian B.1.1.7 atau Alpha, justru ditemukan dapat memberikan perlindungan pada seluruh varian, termasuk varian Delta. Oleh karena itu, para peneliti Oxford menilai bahwa B.1.1.7 bisa menjadi "model" untuk vaksin generasi berikutnya.

"Yang menarik, infeksi B.1.1.7 tampaknya memberikan perlindungan silang terhadap semua variant of concern. Berarti B.1.1.7 mungkin menjadi kandidat vaksin varian baru untuk memberikan perlindungan terluas," papar penelitian tersebut.

Dengan temuan menjanjikan terhadap varian Delta tersebut, semakin banyak alasan bagi kita untuk tidak menolak vaksin AstraZeneca. Terlepas dari berita sumbang mengenai efek sampingnya, perlu dicatat kalau frekuensinya amat jarang—manfaatnya tetap jauh lebih besar daripada risikonya.

Baca Juga: Serba-serbi Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm, Kenali Lebih Dekat

Meski demikian, kamu harus memastikan tubuhmu sehat dan bugar betul sebelum menerima vaksin. Penting bagi kamu untuk jujur mengenai kondisi kesehatanmu saat screening kesehatan. 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya