Comscore Tracker

Jangan Tertipu, Ini Cara Cek Oksimeter Kamu Akurat atau Gak

Jika terindikasi palsu, kamu gak usah beli deh

Di tengah pandemik COVID-19 saat ini, ada beberapa alat kesehatan yang sepertinya wajib ada di rumah. Salah satunya adalah oksimeter, oximeter, atau pulse oximetry.

Oksimeter adalah salah satu alat kesehatan yang berfungsi untuk mengukur persentase hemoglobin darah yang membawa oksigen. Tingkat oksigen atau saturasi (SpO2) dilihat dari seberapa banyak cahaya yang diserap saat melewati ujung jari, dilansir ISD Health Solutions.

Kadar oksigen yang rendah menandakan seseorang butuh intervensi medis. Bila tidak mengecek kadar oksigen secara rutin, dikhawatirkan terjadi happy hypoxia, yaitu kondisi di mana kadar oksigen menurun tetapi penderitanya terlihat normal dan sehat.

Di pasaran, banyak toko yang menjual oksimeter. Lantas, bagaimana caranya mengecek oksimeter akurat atau tidak? 

Berikut trik sederhananya. 

1. Pertama, kamu coba deh tahan napas 3-5 detik

Jangan Tertipu, Ini Cara Cek Oksimeter Kamu Akurat atau Gakilustrasi tahan napas (betterme.world)

Dokter Ilham Wahyudi Soamole, spesialis anestesiologi, membeberkan tip agar tidak salah pilih pulse oximeter, yaitu dengan menahan napas beberapa detik. Bagaimana caranya?

"Saat pulse oximeter ditempel ke jari, coba untuk menahan napas 3-5 detik, lalu lihat perubahan SpO2 dan pulse rate (PR) atau heart rate (HR). Bila SpO2 dan PR/HR turun, benar pulse oximeter berfungsi dengan baik," tuturnya.

Gak hanya itu, Ilham juga menjabarkan cara kerja pulse oximeter yang benar. Oksigen yang masuk ke paru-paru dibawa oleh sel darah (hemoglobin). Pulse oximeter mengukur berapa banyak hemoglobin dalam darah yang membawa oksigen.

Pulse oximeter menggunakan cahaya untuk mengukur saturasi oksigen, yang terdiri atas cahaya merah (red light) yang menyerap deoksihemoglobin (hemoglobin yang tidak berikatan dengan oksigen) dan cahaya inframerah yang menyerap oksihemoglobin (hemoglobin yang berikatan dengan oksigen). Terdapat pula detektor (photosensor atau photodiode) untuk menangkap cahaya.

"Secara sederhana, prinsip kerja pulse oximeter yaitu menghitung saturasi oksigen dengan membandingkan berapa banyak cahaya merah dan cahaya inframerah yang diserap oleh darah di pembuluh darah arteri. Lalu, diteruskan ke sensor, kemudian dibaca dan ditampilkan ke monitor," lanjutnya lagi.

Banyak faktor yang memengaruhi kualitas pembacaan, seperti posisi pulse oximeter tidak sejajar, jari yang diperiksa terhalang cahaya (misal, tertutup cat kuku atau kuteks), pasien banyak berkeringat atau tangan basah, pasien hipotermia, pasien gemuk, anemia, memiliki gangguan pembuluh darah (termasuk gangguan jantung dan paru), ruangan terlalu terang (karena cahaya lampu), hingga intervensi elektromagnetik.

Lebih lanjut, dr. Wahyudi memberikan tip lain, seperti memastikan LED pulse oximeter menyala, jari tidak ada pewarna atau cat kuku, jari tidak basah, memahami riwayat penyakit sendiri, posisi tangan tidak banyak bergerak, lihat pulse rate atau heart rate (nilai normal 60-100 BPM, bisa lebih rendah pada olahragawan), dan memantau SpO2 (nilai normal 95-100 persen, waspada bila di bawah itu).

2. Kedua, kamu coba ikat seutas benang di pangkal jari telunjuk, sedikit erat. Ingat, sedikit erat saja ya

Jangan Tertipu, Ini Cara Cek Oksimeter Kamu Akurat atau Gakilustrasi mengikat jari dengan benang (foodprocessing.com.au)

Ada cara lain untuk mengetahui sebuah oksimeter itu asli atau palsu. Dilansir DQ Channels.  Pertama-tama, kamu  masukkan jari ke oksimeter dan biarkan alat membaca hasilnya.

Hapalkan angka yang keluar baik-baik, ya!

Setelah itu, kamu masukkan jari ke dalam, lalu ikat seutas benang di pangkal jari telunjuk sedikit erat. Normalnya, aliran darah ke jari akan melambat. Jika angka di oximeter berkurang (bila dibandingkan dengan percobaan pertama), maka oximeter itu asli.

Jika tidak, kemungkinan alat itu palsu dan akurasinya diragukan. Gak usah dibeli ya

3. Untuk memastikan kestabilan alat, coba cek saturasi oksigen kamu hingga 3 kali!

Jangan Tertipu, Ini Cara Cek Oksimeter Kamu Akurat atau Gakilustrasi oximeter (freepik.com/user20248055)

Perlu diingat bahwa oksimeter butuh waktu untuk menunjukkan hasil yang akurat dan stabil. Setidaknya kita perlu melakukan tiga kali percobaan untuk mendapatkan hasil yang benar dan konsisten.

Prinsipnya kurang lebih sama seperti alat kesehatan lain, contohnya tensimeter atau alat pengukur tekanan darah yang dianjurkan diulang 2-3 kali. Selalu catat hasil pengukuran pertama, kedua, dan ketiga. Bila terdapat selisih antar pengukuran, hitunglah rata-rata nilai dari ketiga percobaan tersebut.

Baca Juga: Kasus COVID-19 Melonjak Membuat Oksigen Habis Lebih Cepat

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya