Comscore Tracker

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu Tahu

Selamat Hari Pramuka!

Jakarta, IDN Times - "Pramuka, Pramuka. Praja Muda Karana"

Itulah salah satu lagu yang kerap kamu nyanyikan kala berada di bangku sekolah dasar hingga atas. Kamu tentu masih ingat dong, 14 Agustus diperingati sebagai Hari Pramuka.

Saat ini, Pramuka adalah kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Namun, tahukah kamu, aktivitas kepanduan ini punya sejarah dan fakta-fakta unik juga loh.

Hari Pramuka diperingati di seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka setiap tahunnya, sejak 14 Agustus 1961. 

1. Nama berbeda di berbagai negara, namun artinya tetap sama

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu Tahuhttp://www.markijar.com/2015/12/sejarah-lengkap-pramuka-di-dunia-dan.html

Di Indonesia, kepanduan dinamai "Pramuka." Nama kepanduan ini berbeda di setiap negara, namun uniknya memiliki makna yang sama. 

Di Malaysia dan Brunei Darussalam misalnya, pramuka dinamakan Persekutuan Pengakap. Di Lithuania, nama pramuka berganti menjadi Skautija. Bahkan di negara Komoro, pramuka dinamai Wezombeli. 

2. Lambang WOSM, bendera pandu dunia dari Bapak Pramuka Internasional

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu Tahutwitter/SonoraFM92

Baca Juga: Selain Morse dan Semaphore, Ini 6 Sandi yang Ada dalam Pramuka

Pernahkah kamu bertanya-tanya lambang berwarna ungu menampilkan kelopak bunga berwarna putih di baju pramuka? Nah, lambang tersebut merupakan simbol Pramuka Dunia atau World Organization of the Scout Movement (WOSM).

Lambang ini sendiri telah digunakan oleh Baden Powell yang dikenal sebagai Bapak Pramuka Dunia untuk disematkan kepada 22 anak laki-laki yang ikut berkemah pada 25 Juli - 2 Agustus 1907 di Pulau Bwonsea. Sejak saat itulah, seluruh gerakan pandu di dunia memakai simbol tersebut pada pakaian mereka.

3. Raja Kesultanan Yogyakarta jadi Bapak Pramuka Indonesia

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu Tahupramukadiy.or.id

Baden Powell adalah Bapak Pramuka Dunia, sementara Sri Sultan Hamengkubuwono IX merupakan Bapak Pramuka Nasional. Ada alasan mengapa Gubernur Yogyakarta masa bakti 4 Maret 1950 hingga 2 Oktober 1988 ini mendapat gelar tersebut.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX  dinilai dapat mempersatukan gerakan pramuka yang ada di Indonesia pada masa 'kepanduan'

Tanggal 14 Agustus 1961 adalah titik puncaknya. Selain pemberian anugerah Panji Kepramukaan, pada saat yang bersamaan juga diadakan pelantikan Kwarnas (Kwartir Nasional). Sri Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Ketua Kwarnas pertama dan menandai era gerakan pramuka Indonesia.

4. Tunas Kelapa, lambang Pramuka asli Indonesia

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu TahuIDN Times/febriana sinta

Lambang pramuka di Indonesia adalah tunas kelapa. Meski tampak berbeda, ada filosofi yang mendalam dari lambang tersebut yang diperkenalkan oleh Sumardjo Armodipuro.

Tunas kelapa yang tumbuh menyiratkan pramuka sebagai inti dari kelangsungan bangsa yang lahir dari generasi penerus. Kelapa yang kuat diartikan sebagai anggota Pramuka yang kuat dan gigih.

Pohon kelapa yang dikenal punya akar kokoh dan batang yang tinggi mengandung makna bahwa anggota pramuka punya dasar yang kuat dan cita-cita tinggi. Buah kelapa yang serbabisa diartikan bahwa Pramuka berguna bagi bangsa dan negara.

5. Jambore

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu Tahuinstagram/ariefmuhammad

Aktivitas Pramuka tak lengkap rasanya bila tidak mengadakan perkemahan, termasuk Jambore. Perkemahan berskala besar ini kerap diadakan di tingkat nasional maupun dunia.

Meski zaman telah berganti, Jambore tetap masih eksis hingga kini meski telah berusia 99 tahun sejak pertama kali digelar di Inggris pada 1920 silam.

6. Tema Pramuka tahun ini berkaitan dengan COVID-19

5 Fakta Soal Kepanduan Indonesia dan Dunia yang Wajib Kamu TahuKetua Kwartir Nasional Pramuka 2018-2023, Budi Waseso (Buwas) memberikan keterangan pers usai terpilih menjadi Ketua Kwarnas Pramuka, di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (28/9/2018). ANTARA FOTO/Jojon/aww.

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Budi Waseso (Buwas) mengatakan, tema Hari Pramuka yang menunjukkan kepedulian terhadap penanganan COVID-19 merupakan perwujudan semangat untuk membantu menanggulangi bencana akibat wabah tersebut.

"Tema tersebut adalah perwujudan dari semangat para pramuka untuk ikut membantu menanggulangi bencana COVID-19 yang sampai saat ini masih menjadi masalah besar bangsa Indonesia, juga di seluruh dunia," kata Buwas melalui keterangan pers pada Rabu 12 Agustus 2020 seperti dikutip dari ANTARA.

Buwas mengatakan, banyak kwartir dan gugus depan melakukan kegiatan dan pelatihan secara daring untuk terus meningkatkan kecakapan hidup pramuka dan menjalin silaturahmi dengan pramuka di dalam dan luar negeri.

“Kegiatan penanggulangan wabah penyakit tersebut merupakan bukti eksistensi bahwa Gerakan Pramuka menjadi bagian penting dalam upaya bela bangsa dan negara kita tercinta," ujarnya.

Kwartir Nasional berharap, rencana revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka dapat terus dilanjutkan oleh DPR dan pemerintah.

Undang-undang hasil revisi tersebut diharapkan dapat menangkap kebutuhan masa kini dan masa depan, yang pada akhirnya mampu menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang lebih mandiri dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Pesan Jokowi di Hari Pramuka: Kuasai Teknologi untuk Atasi Tantangan

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya