Comscore Tracker

Beda! Sesak Napas Gara-gara COVID-19 dengan Serangan Jantung

Pada serangan jantung, sesak napas biasanya semakin berat

Jakarta, IDN Times - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Antono Sutandar menegaskan, sesak napas karena serangan jantung dan akibat COVID-19 itu berbeda loh.

Seperti diketahui, sesak napas merupakan salah satu terinfeksi COVID-19. Tetapi di tengah pandemik sering kali masyarakat tidak bisa membedakan sesak napas karena virus corona dan serangan jantung, akibatnya lambat penanganan hingga menyebabkan penderita meninggal dunia.

"Perbedaan COVID-19 biasanya mengalami sesak napas disertai demam atau panas, dan keluhan pada saluran pernapasan atas, batuk, pilek," kata Antono, Selasa (29/9/2020).

Pada Hari Jantung Sedunia yang jatuh hari ini, Siloam Hospital Kebon Jeruk (SHKJ) menggelar diskusi bertema The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic.

Baca Juga: Studi Terbaru: Ibuprofen Tidak Membuat Gejala COVID-19 Makin Parah

1. Sesak napas yang dirasakan penderita COVID-19 disertai penurunan indra penciuman

Beda! Sesak Napas Gara-gara COVID-19 dengan Serangan JantungIDN Times/Maya Aulia Aprilianti

Selain itu, kata Antono, penderita COVID-19 juga mengalami penurunan indra penciuman dan perasa. Meski demikian, sesak napas yang dialami pasien COVID-19 tidak sampai membatasi aktivitas.

"Sesak napas yang disertai keluhan lidah tidak bisa merasakan makanan dan penciuman, maka kita anjurkan untuk lakukan swab," dia menyarankan.

2. Lalu, apa ciri-ciri sesak napas gara-gara serangan jantung?

Beda! Sesak Napas Gara-gara COVID-19 dengan Serangan JantungDokter spesialis jantung dan pembuluh darah Siloam Heart Institute Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) dr Antono Sutandar SpJP-K dalam diskusi The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic' (IDN Times/Dini suciatiningrum)

Lebih lanjut Antono menjelaskan, sesak napas karena serangan jantung, membuat penderita tidak bisa beraktivitas karena sesaknya kian berat. Antono menerangkan, sesak pada penderita jantung disebabkan jantung tidak bekerja karena cairan terkumpul di paru-paru.

"Kondisi sesak napas pada penderita jantung harus segera mendapatkan perawatan, namun selama pandemik COVID-19 banyak yang takut ke rumah sakit," ucap dia.

3. Penderita jantung masih takut datang ke rumah sakit

Beda! Sesak Napas Gara-gara COVID-19 dengan Serangan JantungDokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Maizul Anwar SpBTKV dalam diskusi The New Paradigm of Cardiac Care During Pandemic' (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sementara, dokter spesialis bedah toraks kardiovaskular Siloam Hospitals Kebon Jeruk dr Maizul Anwar menyebut, pandemik COVID-19 membuat pasien takut datang ke rumah sakit, bahkan sejak pertengahan Maret rumah sakit menunda operasi bedah jantung.

Untuk itu, Siloam Group melakukan alokasi perawatan COVID-19 di dua rumah sakit milik Siloam Group, yaitu Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua Tangerang, Banten, dan Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan.

"Timbul ide yang menyatakan Siloam Hospital Kebon Jeruk merupakan clean hospitals yang bebas COVID-19. Meski demikian karena masih PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), pasien masih takut ke rumah sakit," ujar Maizul.

Baca Juga: Jangan Dibiarkan, Ini 5 Penyebab Jantung Berdebar Kencang

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya