Comscore Tracker

Begini Suasana Karantina dan Observasi 285 WNI dari Wuhan di Natuna

Mereka tampak sehat dan menjalani aktivitas normal

Jakarta, IDN Times - Sejak tiba di Tanah Air, Minggu (2/2), sebanyak 285 WNI menjalani karantina di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Bagaimana kabar mereka? 

Dari jumlah itu, 238 di antaranya adalah WNI yang memang dievakuasi dari Wuhan, Tiongkok, di mana menjadi titik episentrum mewabahnya virus corona strain baru, 2019-nCoV. Sisanya merupakan tim penjemput serta kru Batik Air.

Pemerintah merahasiakan seluruh identitas WNI yang dikarantina tersebut, namun tetap membagikan informasi kondisi mereka dari hari ke hari melalui berbagai media sosial resmi Kementerian Kesehatan. 

"Sejauh ini 285 orang (238 warga yang dievakuasi, 5 orang tim aju Kemlu, 18 orang Kru Batik Air, dan 24 orang tim penjemput) yang dilakukan tidak ada kenaikan suhu dan atau tanda atau gejala yang mengarah kepada infeksi nCoV," cuit akun Twitter @KemenkesRI pada Rabu (5/2).

Seperti apa keseharian para WNI yang tengah menjalani masa karantina di Natuna? 

Baca Juga: 7 Mahasiswa Asal Banten yang Pulang dari Tiongkok Dinyatakan Sehat

1. Ratusan WNI itu terlihat sehat. Mereka juga menikmati sarapan bersama-sama

Begini Suasana Karantina dan Observasi 285 WNI dari Wuhan di NatunaTwitter.com/@KemenkesRI

Sebagian besar WNI yang dievakuasi dari Wuhan merupakan mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di sana. Dalam sebuah video yang diunggah akun Twitter @KemenkesRI pada Kamis (6/2) pagi, anak-anak muda ini tampak menikmati makan pagi mereka di dalam barak.

Mereka duduk bersama di sebuah meja panjang, berbincang santai, dan hanya beberapa di antara mereka yang menggunakan masker. Dalam video tersebut mereka juga mengaku senang karena makanan yang diberikan enak.

"Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih Pak Jokowi," ujar beberapa WNI dalam video tersebut.

Sementara beberapa WNI lainnya memperlihatkan piring kosong dengan wajah sumringah.

Baca Juga: Disnaker Cilegon Curigai Seorang TKA yang Berpergian ke Tiongkok

2. Olahraga rutin setiap pagi, semua WNI dalam keadaan sehat

Selama masa observasi, para WNI di Natuna wajib melakukan olah raga setiap pagi. Seperti dalam video yang diunggah Kemenkes RI, di Instagram. "Insya Allah, kami dalam keadaan sehat," kata seorang WNI. 

Video lain diunggah di Twitter yang menggambarkan situasi mereka saat berolah raga. "Selamat pagi dari Natuna. Inilah suasana saat mereka olahraga bersama. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap pagi agar tubuh sehat dan bugar. Kamu sudah olahraga pagi ini?" cuit akun @KemenkesRI.

3. Petugas medis dan Rumah Sakit Lapangan dengan mini ICU selalu siaga jika ada WNI yang sakit

Sejak hari kedua para WNI di Natuna, pemerintah sudah mendirikan RS Lapangan dengan fasilitas mini ICU. Terdapat lima dokter spesialis, dua dokter umum dan satu perawat yang disiagakan.

Sementara para dokter spesialis didatangkan dari RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, antara lain dokter spesialis paru, jantung, penyakit dalam, dan anestesi.

"Hingga hari ketiga di Natuna belum ada satupun WNI yang kita obati, namun demikian kita siapkan aktivitas kalau ada yang sakit," ujar dr Wayan, Ketua Tim Dokter RS Lapangan di Natuna dalam video yang diunggah Kemenkes.

4. Seluruh ruangan dan tenda-tenda wajib disemprot disinfektan secara rutin

WNI beraktivitas di beberapa ruangan dan tenda-tenda yang didirikan. Nah, menurut Kemenkes, seluruh ruangan dan tenda-tenda yang ditempati oleh ratusan WNI yang menjalani observasi di Natuna rutin dilakukan disinfeksi. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan para penghuninya.

"Jadi selain tubuh sehat, lingkungan juga harus sehat. Salam dari Natuna," cuit akun Kemenkes.

Baca Juga: Kemenkes: 42 spesimen dari 27 Rumah Sakit Negatif Virus Corona

https://www.youtube.com/embed/GB4nEDEXzFs

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya