Comscore Tracker

Kampanye Tatap Muka, Tangsel Catat Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi

Bawaslu RI merilis data soal daerah yang menggelar pilkada

Jakarta, IDN Times - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI mencatat sejumlah daerah masih menggelar kampanye tatap muka. Hal itu diduga berdampak pada penambahan kasus COVID-19.

Dalam keterangan pers, Rabu (7/10/2020), data Bawaslu mencatat bahwa sebanyak 256 kabupaten/kota (95 persen) yang ikut PIlkada Serentak 2020 menggelar kampanye terbuka. Salah satunya adalah Tangerang Selatan, Banten.

"Hanya 14 kabupaten/kota  atau 5 persen yang tidak terdapat kampanye tatap muka pada 10 hari pertama tahapan Kampanye," demikian tertuang dalam keterangan pers itu. 

Baca Juga: 72 Calon Kepala Daerah Langgar Protokol Kesehatan, Siapa dari Banten?

1. Bawaslu bandingkan jumlah kampanye tatap muka dengan kenaikan kasus COVID-19 di daerah tersebut. Tangsel paling atas

Kampanye Tatap Muka, Tangsel Catat Penambahan Kasus COVID-19 TertinggiBawaslu RI

Di 256 kabupaten/kota tersebut, terdapat 9.189 kegiatan kampanye dengan metode tatap muka (pertemuan terbatas). Dalam pengawasannya terhadap ribuan kampanye itu, Bawaslu menemukan 237 dugaan pelanggaran protokol kesehatan di 59 kabupaten/kota.

Atas pelanggaran tersebut, dilakukan tindakan pembubaran terhadap sebanyak 48 kegiatan. Selain itu, Bawaslu juga melayangkan sebanyak 70 surat peringatan tertulis. 

Bawaslu lantas membandingkan data daerah yang menggelar kampanye tatap muka dengan data kasus COVID-19 di daerah tersebut. Dari hasil pemetaan tersebut, Tangerang Selatan berada paling atas dengan penambahan 59 kasus COVID-19. 

Dalam data Bawaslu, Tangsel tercatat menggelar 74 kampanye tatap muka. Sebetulnya, ada daerah lain yang menggelar kampanye tatap muka yang lebih banyak, yakni Gunungkidul dan Kabupaten Sukoharjo. Namun, penambahan kasus  COVID-19 di dua daerah tersebut di bawah Tangsel, yakni masing-masing 9 (Gunungkidul) dan 30 kasus (Sukoharjo). 

2. Ada 40 daerah melanggar protokol kesehatan selama sepekan kampanye

Kampanye Tatap Muka, Tangsel Catat Penambahan Kasus COVID-19 TertinggiAnggota Bawaslu Fritz Edward Siregar (IDN Times/Helmi Shemi)

Dihubungi IDN Times, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengungkap, sebanyak 70 surat teguran itu diberikan pihaknya kepada para pasangan calon yang melanggar aturan protokol kesehatan COVID-19.

Dalam menegakkan aturan, kata dia, Bawaslu bertindak sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19.

“Surat tersebut merespons kejadian pelanggaran yang terjadi di 40 kabupaten/kota selama awal masa kampanye Pilkada Serentak 2020,” kata Fritz saat dihubungi IDN Times, Rabu (7/10/2020).

Baca Juga: [LINIMASA] Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemik COVID-19

3. Paslon yang melanggar protokol kesehatan saat kampanye akan diberikan teguran oleh Bawaslu

Kampanye Tatap Muka, Tangsel Catat Penambahan Kasus COVID-19 TertinggiKampanye Paslon Gibran-Teguh dengan menggunakan virtual box keliling kampung. Dok.Gibran Rakabuming Raka

PKPU Nomor 13, kata Fritz, memperbolehkan ada pertemuan terbatas maksimal 50 orang, menggunakan masker, jaga jarak minimal satu meter, dan kesiapan alat untuk cuci tangan seperti hand sanitizer.

“Jika ada paslon yang tidak memenuhi salah satu poin tersebut. Maka bisa dinyatakan telah melanggar aturan,” tuturnya.

4. Bawaslu membubarkan 48 kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan COVID-19

Kampanye Tatap Muka, Tangsel Catat Penambahan Kasus COVID-19 TertinggiIlustrasi kampanye terbuka (IDN Times/Nana Suryana)

Fritz menambahkan, Bawaslu bersama kepolisian telah membubarkan 48 kegiatan kampanye yang melanggar protokol kesehatan. Mekanismenya, saat ada kampanye yang dianggap melanggar, maka pengawas yang di lokasi langsung meminta peserta dan simpatisan untuk memenuhi syarat yang berlaku.

“Jika satu jam tidak diperbaiki, maka Bawaslu bersama kepolisian akan membubarkan kegiatan tersebut. Seperti di 27 kabupaten/kota, di antaranya: Sleman, Lamongan, Pemalang, Samosir, Sungai Penuh dan Pasaman,” ujarnya.

Fritz mengakui pesta demokrasi di masa pandemik membutuhkan kreatifitas dari penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat. Sebab, ada hal yang tidak bisa lagi dilakukan seperti tahapan pilkada seperti periode sebelumnya karena berpotensi menularkan virus.

Baca Juga: Bawaslu: 34 Daerah Langgar Protokol Kesehatan saat Kampanye

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya