Comscore Tracker

Pangeran Wiraguna, Arsitek Menara Banten Asal Tionghoa

Tanda tingginya toleransi tatanan keagamaan

Serang, IDN Times - Etnis Tionghoa memiliki sejarah dan peran yang cukup berpengaruh di masa Kesultanan Banten. Salah satunya tampak dalam bidang pembangunan salah satunya bangunan Masjid Agung Banten yang menggambarkan simbol toleransi antar budaya, antar agama, dan antar negara.

Arsitektur bangunan Masjid Agung Banten ini terdiri dari perpaduan beberapa sentuhan budaya, diantaranya Tiongkok, Jawa, Hindu, dan Eropa. Salah satu yang menjadi ciri khas dari masjid ini adalah atap utama yang bertumpuk lima, mirip pagoda Tiongkok.

Baca Juga: Imlek 2021, Kelenteng Guang De Miao Balikpapan Tetap Gelar Ibadah

1. Pangeran Wiraguna, di balik kemegahan menara Banten

Pangeran Wiraguna, Arsitek Menara Banten Asal TionghoaMasjid Agung Kesultanan Banten (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Masjid ini dibangun saat Sultan Maulana Hasanuddin, Putra dari Sunan Gunung Jati, sekitar Tahun 1552 - 1570. Sementara menara masjid dibangun sekitar abad ke-16 atau 1560 oleh arsitek asal Tionghoa, yaitu Cek Ban Cut--yang diberi gelar Pangeran Wiraguna oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

"Yang tersisa tinggalan budaya bangunan yang paling mencolok menara Banten," kata peneliti Bantenologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Yadi Ahyadi, Rabu (3/2/2021).

2. Keberagaman cukup tinggi di tatanan keagamaan

Pangeran Wiraguna, Arsitek Menara Banten Asal TionghoaMasjid Agung Kesultanan Banten (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Elemen menara salah satu masjid tertua di Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah itu terbuat dari batu bata dengan ketinggian kurang lebih 24 meter, dengan diameter bagian bawahnya kurang lebih 10 meter. Karena jarak antara menara dengan laut hanya sekitar 1,5 kilometer maka pada bagian atas pintu terdapat ornamen mirip peluru.

Ornamen bunga teratai pada puncak menara yang merupakan simbol dari kebudayaan Hindu-Buddha dari negeri Tiongkok.

"(Pembangunan menggunakan batu) bata dimulai zaman Cina (Tiongkok) karena bata itu diproyeksikan China, termasuk Mihrob. Tempat mimbar khutbah itu tandu China, tanda toleransi keberagaman cukup tinggi di tatanan keagamaan," katanya.

3. Menara dipakai untuk adzan dan memantau

Pangeran Wiraguna, Arsitek Menara Banten Asal TionghoaMasjid Agung Kesultanan Banten (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Tujuan dibangunnya tersebut yaitu sebagai tempat untuk mengumandangkan adzan serta tempat untuk memantau keadaan di perairan teluk Banten.

Kini menara tersebut dijadikan spot foto Instagramable bagi pengunjung wisata religi Banten Lama. 

Kamu pernah berfoto di spot ini guys? 

Baca Juga: Jejak Langkah Perjuangan Sang Residen Banten Tubagus Ahmad Chatib

Topic:

  • Khaerul Anwar
  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya