Comscore Tracker

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah Terang

Nama Kartini dijadikan nama jalan di Belanda

Jakarta, IDN Times – Hari ini, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan ini mengambil tanggal kelahiran seorang perempuan Indonesia bernama lengkap Raden Ajeng Kartini atau RA Kartini.

Kartini lahir pada 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Peringatan Hari Kartini ini pun ditetapkan melalui Keputusan Presiden Sukarno No.108 tahun 1964 sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa Kartini. 

Nah, berikut beberapa hal penting seputar RA Kartini yang perlu kamu tahu. Simak ya.

Baca Juga: Made Citra Dewi: Jadi Anggota TNI Itu Berat, tapi Indah

1. Sebagai anak bangsawan Jawa, Kartini mendapat pendidikan cukup hingga mahir berbahasa Belanda

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah TerangMuseum RA Kartini di Jalan Alun-alun Jepara, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Sebagai seorang anak bangsawan Jawa, Kartini mendapatkan pendidikan yang cukup. Dari pendidikan itu, Kartini memperoleh kesempatan untuk mempelajari Bahasa Belanda hingga dia mahir. 

Kemampuannya berbahasa Belanda itulah yang membuat ia memiliki akses untuk berkomunikasi dengan berbagai elemen pemerintahan Belanda masa itu. Bahkan, ia mampu menuliskan permohonan beasiswa pendidikan kepada Pemerintah Belanda saat berusia 20 tahun. Permohonan itu sempat disetujui. Hanya saja, kala itu Kartini sudah menikah sehingga beasiswa pun diberikan kepada orang lain.

Tidak hanya itu, Kartini juga sempat menuliskan surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda. Dalam suratnya, Kartini meminta pemerintah Hindia Belanda untuk memasukkan Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda dalam kurikulum pendidikan kaum pribumi.

Kemampuannya merangkai kata-kata dalam Bahasa Belanda itulah, salah satu hal yang dikagumi banyak sahabat dari kalangan bangsa Belanda. 

2. Kartini sempat menulis resep masakan dalam aksara Jawa

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah TerangMuseum RA Kartini di Jalan Alun-alun Jepara, Jawa Tengah. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

Selain membaca dan menulis, hobi Kartini yang cukup dikuasainya ialah memasak. Ia mampu memasak beragam masakan, khususnya masakan khas Jawa.

Nah, Kartini sempat mengumpulkan dan menuliskan resep-resep masakannya. Resep-resep itu ditulis dengan menggunakan aksara Jawa loh. Penulisan resep dengan aksara Jawa tersebut menunjukkan Kartini masih menguasai tradisi budaya leluhur.

Di sisi lain, Kartini menggunakan kemahiran memasaknya sebagai sarana diplomasi kebudayaan dengan pemerintahan Hindia Belanda kala itu. Melalui masakannya, Kartini berhasil mengenalkan budaya Jawa kepada bangsa Belanda sehingga mereka menghormati kebudayaan Jawa.

Resep-resep itu kemudian ditulis kembali oleh Suryatini N. Ganie, cicit Kartini, dalam buku berjudul Kisah & Kumpulan Resep Putri Jepara; Rahasia Kuliner R.A. Kartini, R.A. Kardinah, dan R.A. Roekmini.

3. Kartini menikah muda

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah TerangRA Kartini bersama orangtua dan saudara-saudaranya (Wikipedia/ Tropenmuseum)

Salah satu yang tak bisa dihindari Kartini adalah menikah muda. Di masanya, adalah hal wajar untuk menikah di usia dini.

Orangtua Kartini meminta ia untuk menikah dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang yang sudah pernah memiliki tiga orang istri. Ia menikah pada 12 November 1903. Beruntungnya, sang suami mengerti keinginan Kartini sehingga diberi kebebasan dan didukung secara penuh untuk mendirikan Sekolah Wanita yang terletak di timur pintu gerbang kompleks kantor Kabupaten Rembang.

Di usia yang ke-25, Kartini melahirkan seorang putera yang diberi nama Soesalit Djojoadhiningrat, tepatnya pada 13 September 1904. Empat hari setelah melahirkan, Kartini harus berpulang. Konon, nama Soesalit merupakan singkatan kata-kata dalam Bahasa Jawa “susah naliko alit” yang berarti "susah di waktu kecil karena tidak pernah mengenal sang ibu".

4. Nama Kartini dijadikan nama jalan di Belanda

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah TerangKONTRADIKSI. Kehidupan Kartini yang penuh kontradiksi. Foto oleh Dodo Karundeng/ANTARA

Kartini tak hanya dihormati di Indonesia, melainkan juga di Belanda. Salah satu buktinya, di Belanda ada nama jalan RA Kartini loh, tepatnya di Kota Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

Di Utrecht, Jalan RA Kartini terletak di kawasan deretan perumahan yang tertata apik. Jalan tersebut dihuni oleh kalangan menengah. Jalan utamanya berbentuk huruf ‘U’ yang ukurannya lebih besar dibandingkan jalan-jalan yang menggunakan nama-nama tokoh Eropa lain.

Di Venlo, nama jalan RA Kartinistraat terletak di kawasan Hagerhof. Bentuk jalannya berupa huruf ‘O’ di mana di sekitarnya juga terdapat nama jalan dari tokoh Anne Frank dan Mathilde Wibaut.

Sementara di Ibu Kota Belanda, yakni Amsterdam, Jalan Raden Adjeng Kartini ada di daerah Zuidoost atau dikenal dengan Bijlmer. Di sekitar jalan tersebut, terdapat nama-nama jalan dari tokoh-tokoh ternama yang berkontribusi kepada sejarah dunia, seperti Jalan Rosa Luxemburg, Nilda Pinto, dan Isabella Richaards.

Paling menarik, ialah di Haarlem. Nama Jalan Kartini berdampingan dengan nama jalan dari tokoh-tokoh perjuangan Indonesia. Jalan RA Kartini berdekatan dengan Jalan Mohammed Hatta, Jalan Sutan Sjahrir, dan langsung tembus ke Jalan Chris Soumokil, Presiden Kedua Republik Maluku Selatan (RMS).

5. Ikut berdakwah, Kartini menunjukkan wajah Islam yang ramah dan indah kepada bangsa Belanda

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah TerangMurid TK dan SD berpawai mengenakan busana tradisional untuk menyambut Hari Kartini, Bulak Banteng, Surabaya. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Siapa yang menyangka, Kartini juga dikenal sebagai juru dakwah agama Islam. Ia belajar menekuni ajaran agama Islam dari Kyai Sholeh bin Umar, seorang ulama dari Darat, Semarang.

Kartini mulai menekuni ajaran Islam secara mendalam ketika Kyai Sholeh berceramah mengenai tafsir Surat Al-Fatihah. Dari penjelasan Kyai Sholeh tentang makna ayat Al-Fatihah tersebut, Kartini semakin tertarik mendalami Alquran. 

Bahkan, ia pun ikut berdakwah dan menunjukkan wajah Islam yang ramah kepada bangsa Belanda. Kartini, melalui surat-suratnya kepada koleganya di Belanda, selalu menjelaskan ajaran dan menunjukkan sisi keindahan Islam. Pertemuan Kartini dengan Kyai Sholeh dapat dikatakan sebagai bagian perjalanan spiritual penting dalam hidupnya.

6. Buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang menuai kontroversi

Biografi RA Kartini, dari Bahasa Hingga Habis Gelap Terbitlah TerangSumber Gambar: idntimes.com

Buku Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan salah satu buku yang terkenal hingga kini. Buku tersebut merupakan kumpulan 53 surat Kartini yang ditujukan kepada sahabat orang Belanda, Rosa Abendanon.

Surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan oleh JH Abdendanon. Total ada 150 surat yang berhasil dikumpulkan Abdendanon. Namun, tidak semua surat tersebut ditampilkan dalam buku yang dalam Bahasa Belanda berjudul “Door Duisternis tot Licht” tersebut.

Dalam buku tersebut, banyak pemikiran Kartini yang mengkritik kondisi sosial yang ditemui di sekitar, khususnya terhadap posisi perempuan dalam struktur sosial masyarakat kala itu.

Isi buku itu sempat diragukan kebenarannya oleh para sejarawan. Sebab, tidak ada bukti bahwa seluruh surat yang ada di dalam buku tersebut adalah tulisan RA Kartini. 

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Banyuwangi Akan Gelar Women Cycling Challenge

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya