Comscore Tracker

11 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Bandara Soetta

Jutaan vaksin itu sempat transit di Singapura

Jakarta, IDN Times – Sinovac, Tiongkok kembali mengirim jutaan dosis vaksin COVID-19 ke Indonesia. Sebanyak 11 juta dosis itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (2/1/2021).

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo atau akrab disapa Dubes Tommy, mengatakan saat ini pengiriman vaksin virus corona (COVID-19) dari Tiongkok ke Indonesia sedang mengalami transit di Singapura.

Dalam sebuah pesan singkat kepada IDN Times, Dubes Tommy mengatakan, “Mohon ijin melaporkan, transit di Singapura pengiriman vaksin Sinovac 11 juta dosis pemesanan Bio Farma Bandung dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd. Beijing menuju Indonesia, menggunakan Singapore Airlines SQ 0801 pada 2 Februari 2021 pukul 00.10 WS, dan akan tiba di Indonesia pada 2 Februari 2021 pukul 09.30 WIB.” 

Baca Juga: Jokowi Gratiskan Vaksin COVID-19, BI Bantu Danai Pengadaan Vaksin

1. Tahap pertama vaksin Sinovac tiba di Indonesia pada Desember tahun lalu

11 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Bandara SoettaVaksin COVID-19 Sinovac pada 19 Juli 2020 tiba di Soetta dan langsung dibawa ke Bandung untuk segera mulai Uji Klinis oleh Biofarma dan FK Unpad. Dok. IDN Times/bt

Salah satu negara yang memesan Sinovac dalam jumlah besar adalah Indonesia. Batch pertama vaksin yang dipesan telah tiba di Indonesia pada 6 Desember tahun lalu.

Saat itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan, vaksin Sinovac yang tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta diangkut menggunakan pesawat Garuda dengan kargo khusus.

Saat itu sebanyak 1,2 juta dosis vaksin dalam bentuk jadi tiba di Indonesia pukul 21.30 WIB.

2. Vaksin Sinovac tidak langsung digunakan untuk vaksinasi warga pada saat itu juga

11 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Bandara SoettaKondisi penyimpanan vaksin Sinovac di gudang Dinkes Semarang. Dok Humas Pemprov Jateng

Meski tiba pada Desember di Indonesia, vaksin Sinovac tidak langsung digunakan untuk vaksinasi warga pada saat itu juga. Hal itu dikarenakan pemerintah masih perlu meneliti lebih lanjut soal keampuhan vaksin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) baru memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin COVID-19 Sinovac pada 11 Januari 2021.

“Pemberian persetujuan untuk vaksin COVID-19 Indonesia dari WHO memenuhi persyaratan untuk dapat diberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency. Karena itu, pada hari ini, Senin 11 Januari 2021, memberikan persetujuan penggunaan dalam kondisi emergency untuk vaksin COVID-19 yang diproduksi PT Bio Farma,” ujar Kepala BPOM Penny Lukito Penny dalam konferensi pers daring saat itu.

Baca Juga: Fauci: Efikasi Vaksin Berkurang Terhadap Corona Varian Afrika Selatan

3. Indonesia sudah mulai vaksinasi

11 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sinovac Tiba di Bandara SoettaIlustrasi Jokowi (IDN Times/Arief Rahmat)

Indonesia telah mulai melakukan proses vaksinasi COVID-19 sejak 13 Januari lalu. Presiden Joko “Jokowi” Widodo menjadi orang Indonesia pertama yang menerima vaksin COVID-19 buatan Sinovac, CoronaVac. Pada saat itu, vaksinasi dilakukan oleh tim dokter kepresidenan.

Jokowi juga telah menerima suntikan dosis kedua vaksin pada 27 Januari 2021. Usai disuntik, Jokowi mengatakan dirinya tidak merasakan sakit apa-apa.

“Jadi setelah suntikan yang pertama di 13 Januari lalu, dua minggu lalu, sekarang, hari ini, saya mendapatkan suntikan vaksin kedua dan sama seperti yang dilakukan dua minggu lalu, tidak terasa,” kata Jokowi.

Di Banten sendiri, launching vaksinasi dilakukan keesokan harinya (14/1/2021). Sejumlah pejabat teras pemerintah provinsi dan kepala daerah mendapatkan vaksinasi. 

Baca Juga: Soal Ricuh Vaksinasi Perdana di Banten, Begini Klarifikasi Gubernur 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya