Comscore Tracker

Pilih Tutup, KBRI Seoul Juga Semprot Setiap Ruangan dengan Disinfektan

Seorang warga Korsel kena corona terlihat berada dekat KBRI

Jakarta, IDN Times - Kantor Kedutaan Besar Indonesia untuk Korea Selatan yang berada di Seoul memilih tutup sementara waktu sejak Jumat (28/2). Tak hanya itu, petugas di sana juga menyemprot setiap ruangan di KBRI dengan cairan disinfektan. 

Langkah itu diambil KBRI untuk memastikan semua masyarakat yang membutuhkan pelayanan KBRI merasa aman dan nyaman.

"KBRI sore ini kembali melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di gedung kantor KBRI," demikian keterangan yang dikutip IDN Times dari akun KBRI Seoul, Jumat. 

Di dalam caption foto itu juga tertulis, KBRI Seoul tetap memberi pelayanan meski tutup. Namun tak dijelaskan lebih detail layanan apa saja yang masih diberikan KBRI. 

1. KBRI Seoul tutup karena ada warga Korsel yang terinfeksi COVID-2019 berada di dekat kantor KBRI

Pilih Tutup, KBRI Seoul Juga Semprot Setiap Ruangan dengan DisinfektanKBRI Seoul (Instagram/kbri_seoul)

KBRI di Seoul memilih tutup setelah otoritas setempat mengumumkan pada Kamis (27/2), ada seorang warga Korsel yang positif terkena COVID-19. Warga Korsel itu ternyata sempat mengunjungi distrik Yeouido, yang berlokasi sangat dekat dengan kantor KBRI. 

"Maka, dalam rangka upaya pencegahan serta menjamin keamanan dan keselamatan bersama, kantor KBRI dan IIPC (Indonesia Investment Promotion Centre) Seoul tutup sementara mulai hari Jumat tanggal 28 Februari 2020 sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian," demikian keterangan tertulis yang disampaikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Umar Hadi, pada pagi ini. 

Kompleks KBRI dan IIPC Seoul berada dalam radius yang dekat dengan pergerakan pasien itu. 

2. Dubes Umar Hadi menyebut, penutupan ini hanya bersifat sementara

Pilih Tutup, KBRI Seoul Juga Semprot Setiap Ruangan dengan Disinfektan(Personel KBRI diberi cairan disinfektan) Dokumentasi KBRI Seoul

Menurut keterangan Dubes Umar Hadi, sebagai dampak tutupnya KBRI, maka loket untuk pengurusan paspor dan visa pun turut terdampak. Warga untuk sementara waktu tidak bisa mengurus dokumen tersebut. Waktu bukanya pun belum diketahui kapan. Apabila ada kasus-kasus darurat, kata Umar lagi, maka WNI bisa menghubungi nomor hotline +82-10-5394-2546. 

"Penutupan layanan ini hanya bersifat sementara, untuk memastikan kondisi pelayanan yang kondusif sehubungan dengan merebaknya wabah virus Covid-19 yang sudah menjangkangkiti korban dengan radius dekat kantor pelayanan KBRI. Hal ini juga sesuai dengan kebijakan pemerintah setempat untuk mengurangi pengumpulan orang dalam jumlah besar pada satu waktu dan satu tempat," kata Umar. 

Selain ditutup, lingkungan KBRI dan IIPC juga disterilisasi serta diberi cairan disinfektan. 

Baca Juga: Virus Corona: Apa Itu Virus? Ini Asal Muasal dan Cara Terbentuknya

3. Belum ada WNI di Korea Selatan yang kena virus corona

Pilih Tutup, KBRI Seoul Juga Semprot Setiap Ruangan dengan DisinfektanIlustrasi virus Corona (IDN Times/Mia Amalia)

Saat ini, Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan siaga satu dalam perang melawan virus corona. Hal itu lantaran Negeri Ginseng menjadi negara kedua di dunia yang memiliki tingkat kematian tertinggi di luar Tiongkok akibat virus corona. Tercatat sebanyak 12 orang meninggal akibat virus itu dan sebanyak 1.100 warga telah terinfeksi COVID-19. 

Pusat penyebaran di Korsel berasal dari Kota Daegu. Kota tersebut merupakan area keempat terbesar di sana. Data dari PWNI menunjukkan ada 1.418 WNI yang bermukim di Daegu. Namun, hingga kini belum ada laporan WNI di sana telah terjangkit virus mematikan itu. 

Sementara, Presiden Korsel, Moon Jae-In bersumpah akan mengatasi penyebaran virus tersebut. 

"Situasinya sangat suram dan karena itu deklarasi zona bencana khusus tidak cukup. Pemerintah telah mengerahkan perwira militer dan polisi dan mengaktifkan sistem dukungan nasional secara penuh, termasuk dukungan dari tenaga medis swasta," kata Moon. 

4. Pemerintah telah menetapkan status travel advisory bagi WNI yang hendak ke Korea Selatan

Pilih Tutup, KBRI Seoul Juga Semprot Setiap Ruangan dengan Disinfektan(Ilustrasi tampilan aplikasi Safe Travel Kemlu) Tangkapan layar Safe Travel

Pemerintah Indonesia sudah menaikan status negara Korsel dari hijau ke kuning alias Travel Advisory. Artinya, pemerintah mengimbau kepada seluruh WNI "untuk meninjau kembali tujuan perjalanan mereka" ke Negeri Ginseng tersebut. 

Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha melalui keterangan tertulisnya meminta kepada warga Indonesia secara khusus agar tidak berkunjung ke wilayah Daegu dan Gyeongsang Bukdo. 

"Kami juga mengimbau Anda yang sedang dan atau akan bepergian ke Korea Selatan agar meningkatkan kehati-hatian. Senantiasa waspada dan menjaga stamina fisik serta psikis. Selain itu mengenakan masker saat ke luar rumah, rutin mencuci tangan, mengurangi interaksi di keramaian dan memakan daging yang dimasak dengan sempurna," ujar Judha. 

Di sisi lain Duta Besar Umar Hadi bersama tim inti Satgas Bahaya COVID-19 terus bekerja 24/7 di Posko KBRI Seoul dan Posko Aju (dekat Daegu) untuk terus melakukan langkah-langkah perlindungan WNI di Korea Selatan. Bagi WNI yang membutuhkan bantuan maka bisa menghubungi hotline Posko KBRI Seoul +82-10-5450-218 dan +82-10-3601-9980. 

Baca Juga: Keraguan di Balik Ancaman Virus Corona: Indonesia Kebal Covid-19?

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya