Comscore Tracker

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19

Penambahan tertinggi selama wabah COVID-19 di Indonesia

Jakarta, IDN Times - Hari ini, Indonesia mencatat pertambahan kasus baru COVID-19 tertinggi sejak wabah ini melanda Tanah Air. Terhitung sejak 19 Mei 2020 pukul 12.00 WIB hingga 20 Mei 2020 pukul 12.00 WIB, ada 693 kasus baru COVID-19.

Dengan penambahan itu, kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia meningkat menjadi 19.189 kasus.

"Pemeriksaan positif real time PCR 18.912 orang, dengan TCM sebanyak 277 orang," kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Rabu (20/5).

1. Sudah 1.242 orang meninggal dunia

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19Setiap harinya terdapat belasan jenazah COVID-19 yang dimakamkan TPU Tegal Alur. (IDN Times/Candra Irawan)

Jumlah pasien yang meninggal dunia akibat virus corona juga bertambah dan kini total mencapai 1.242 orang. 

"Pasien meninggal bertambah 21 orang, sehingga menjadi 1.242 orang," kata dia.

Yurianto kembali mengingatkan pemakaman jenazah COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keagamaan. Sehingga tidak perlu ada lagi penolakan terhadap pemakaman COVID-19.

Baca Juga: [LINIMASA-2] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

2. Kasus sembuh di Indonesia mencapai 4.575 orang

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19Drive Thru Rapid Test metode Vena oleh rumah sakit BIMC Siloam Nusa Dua (IDN Times/Ayu Afria)

Yurianto juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang telah sembuh saat ini mencapai angka 4.575 kasus. Per hari ini, ada penambahan kasus sembuh sebanyak 108 orang.

"Bertambah 108 orang, sehingga total sembuh menjadi akumulasi nya menjadi 4.575 orang," kata dia.

3. Di Banten, ada 699 kasus COVID-19

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19Ilustrasi. IDN Times/Candra Irawan

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi di Indonesia. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penyumbang kasus virus corona terbanyak, yaitu 6.236 kasus. Peringkat kedua diduduki Jawa Timur sebanyak 2.496 kasus, dan berikutnya Jawa Barat 1.876 kasus. 

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 391 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia:

1. Aceh 18 kasus
2. Bali 371 kasus
3. Banten 699 kasus
4. Bangka Belitung 35 kasus
5. Bengkulu 67 kasus
6. Yogyakarta 209 kasus
7. DKI Jakarta 6.236 kasus
8. Jambi 89 kasus
9. Jawa Barat 1.876 kasus
10. Jawa Tengah 1.192 kasus
11. Jawa Timur 2.496 kasus
12. Kalimantan Barat 132 kasus
13. Kalimantan Timur 264 kasus
14. Kalimantan Tengah 241 kasus
15. Kalimantan Selatan 547 kasus
16. Kalimantan Utara 160 kasus
17. Kepulauan Riau 140 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 393 kasus
19. Sumatera Selatan 646 kasus
20. Sumatera Barat 428 kasus
21. Sulawesi Utara 152 kasus
22. Sulawesi Tenggara 202 kasus
23. Sumatera Utara 250 kasus
24. Sulawesi Selatan 1.101 kasus
25. Sulawesi Tengah 115 kasus
26. Lampung 85 kasus
27. Riau 107 kasus
28. Maluku Utara 96 kasus
29. Maluku 124 kasus
30. Papua Barat 106 kasus
31. Papua 409 kasus
32. Sulawesi Barat 78 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 76 kasus
34. Gorontalo 28 kasus.

Sementara, dalam proses verifikasi di lapangan 21 kasus.

4. Jumlah akumulasi ODP 44.703 dan PDP 11.705

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19Pengukuran suhu tubuh sebelum melaksanaan rapid test massal di Kelurahan Klandasan Balikpapan (Dok.IDN Times/Istimewa)

Yurianto menjelaskan bahwa jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang tercatat masih dipantau tim medis hingga hari ini sebanyak 44.703 orang.

“Mereka masih kami terus pantau," kata dia.

Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang juga masih dipantau berjumlah 11.705 orang.

Saat ini Indonesia telah menyediakan sebanyak 66 laboratorium Real Time PCR dan 29 laboratorium TCM.

5. Asal-usul virus corona dan cara pencegahannya

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19Ilustrasi (ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song)

Virus corona tipe baru yang dinamai Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) itu bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Pandemik COVID-19 pertama kali dilaporkan dari Wuhan, Tiongkok pada akhir Desember 2019.

Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh SARS-CoV-2. Kendati demikian, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam bahkan angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Beberapa pakar kesehatan menyebut pasien COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun mereka bagus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3) mencatat rata-rata angka kematian akibat terjangkit COVID-19 adalah sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Baca Juga: [INFOGRAFIS] Penting! 25 Hal tentang Virus Corona di Indonesia

6. Apa sih yang dirasakan penderita COVID-19?

Sehari Bertambah 693, Indonesia Catat 19.189 Kasus COVID-19ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay

Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif Corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman.

Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit.

Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia.

Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes +62 812 1212 3119, 119 ext 9 dan (021) 521 0411.

Kamu juga bisa mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lainkemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, dan jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Ingat! Tetap disiplin dan tetap sehat ya guys!

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya