Comscore Tracker

Tertinggi! Sehari, Indonesia Catat 973 Kasus Baru COVID-19

Berapa kasus ada di Banten? 

Jakarta, IDN Times - Pertambahan kasus baru COVID-19 mencapai rekor tertinggi, hari ini, sejak wabah menjangkiti Indonesia. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengungkap ada tambahan 973 kasus baru.

Dengan kasus baru itu, total kasus COVID-19 di Indonesia kini tembus 20.162 kasus.  Angka penambahan tersebut menjadi penambahan terbesar yang terjadi di Indonesia sejak pengumuman kasus pertama.

"Peningkatan hari ini adalah peningkatan yang tinggi," kata Yuri dalam keterangan persnya yang disiarkan langsung dari channel YouTube BNPB Indonesia, Kamis (21/5).

Oleh karena itu, Yuri mengajak semua rakyat Indonesia untuk kembali kepada hal yang mendasar. "Kasus baru ini muncul karena adanya kelompok rentan yang tertular orang lain yang membawa virus," kata dia. 

1. Kasus baru berada di Jawa Timur, lebih dari 500 kasus. Bagaimana dengan Banten?

Tertinggi! Sehari, Indonesia Catat 973 Kasus Baru COVID-19Ilustrasi pengunjung mal di Kota Semarang jalani swab test. Dok. Pemkot Semarang

Pada hari ini, Jawa Timur menjadi penyumbang kasus tambahan terbanyak, yaitu dengan 502 kasus positif baru. Sehingga, total kasus di Jawa Timur meroket menjadi 2.998 kasus.

Meski demikian, total kasus terbanyak masih dilaporkan dari provinsi DKI Jakarta. Sementara itu Banten mencatat penambahan signifikan menjadi 753 kasus.

Berikut ini data lengkap rincian penyebaran virus corona di 392 kabupaten atau kota di 34 provinsi di Indonesia:

1. Aceh 18 kasus
2. Bali 374 kasus
3. Banten 753 kasus
4. Bangka Belitung 36 kasus
5. Bengkulu 69 kasus
6. Yogyakarta 215 kasus
7. DKI Jakarta 6.301 kasus
8. Jambi 89 kasus
9. Jawa Barat 1.962 kasus
10. Jawa Tengah 1.217 kasus
11. Jawa Timur 2.296 kasus
12. Kalimantan Barat 133 kasus
13. Kalimantan Timur 266 kasus
14. Kalimantan Tengah 254 kasus
15. Kalimantan Selatan 557 kasus
16. Kalimantan Utara 162 kasus
17. Kepulauan Riau 140 kasus
18. Nusa Tenggara Barat 410 kasus
19. Sumatera Selatan 674 kasus
20. Sumatera Barat 436 kkasus
21. Sulawesi Utara 180 kasus
22. Sulawesi Tenggara 202 kasus
23. Sumatera Utara 273 kasus
24. Sulawesi Selatan 1.135 kasus
25. Sulawesi Tengah 117 kasus
26. Lampung 101 kasus
27. Riau 108 kasus
28. Maluku Utara 97 kasus
29. Maluku 135 kasus
30. Papua Barat 110 kasus
31. Papua 410 kasus
32. Sulawesi Barat 79 kasus
33. Nusa Tenggara Timur 69 kasus
34. Gorontalo 44 kasus

Dalam proses verifikasi di lapangan 21 kasus

Baca Juga: WHO: Dunia Cetak Rekor, 106 Ribu Kasus Baru COVID-19 Per Hari

2. Jokowi meminta klaster-klaster COVID-19 dijaga dengan ketat

Tertinggi! Sehari, Indonesia Catat 973 Kasus Baru COVID-19(Presiden Jokowi tengah menunjukkan salah satu riset untuk melawan COVID-19) Biro Pers Istana

Untuk menekan angka penyebaran kasus COVID-19 di Tanah Air, Presiden Joko "Jokowi" Widodo sudah meminta agar klaster-klaster penyebaran virus corona diawasi dengan ketat. Sebab dari klaster itu lah perluasan wabah COVID-19 dapat terjadi.

"Kita harus melakukan monitor secara ketat potensi penyebaran di beberapa klaster, klaster pekerja migran, klaster jemaah tablig, klaster Gowa, klaster rembesan pemudik, klaster industri, ini perlu betul-betul dimonitor secara baik," jelas Jokowi pada konferensi pers secara daring, pada Senin (4/5).

3. Kasus positif COVID-19 di dunia mencapai 5 juta orang

Tertinggi! Sehari, Indonesia Catat 973 Kasus Baru COVID-19Ilustrasi swab test di pusat perbelanjaan di Kota Semarang. Dok. Pemkot Semarang

Mengutip situs worldometers.info, hingga pukul 14.07 WIB 21 Mei 2020, secara global terdapat 5.090.977 orang terpapar virus corona. Kasus terbanyak masih berada di Amerika Serikat dengan 1.593.039 kasus.

Dari 5 juta kasus itu, 329.761 di antaranya meninggal dunia. Sementara pasien yang sembuh mencapai 2.025.878 orang.

4. Pengertian dan gejala-gejala COVID-19

Tertinggi! Sehari, Indonesia Catat 973 Kasus Baru COVID-19Hasil rapid test karyawan dan pengunjung pusat perbelanjaan Tulungagung. Dok Istimewa

Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir Desember 2019. Virus ini telah menyebar ke wilayah lain di Tiongkok dan ratusan negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang mampu membunuh Virus Corona. Kendati, persentase kesembuhan COVID-19 cukup tinggi. Di beberapa negara seperti Vietnam angka kesembuhannya mencapai 100 persen. Bahkan, beberapa pakar kesehatan menyebut COVID-19 bisa sembuh sendiri jika imun penderitanya bagus. Sebaliknya, rata-rata angka kematian akibat corona berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Selasa (17/3), sebesar 4,07 persen. Sementara di Indonesia, hingga Kamis (19/3) mencapai 8,37 persen.

Bagaimana gejala virus corona? Infeksi COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada. Tapi dalam beberapa kasus, pasien positif corona tak menunjukkan gejala khusus.

Hari pertama, penderita virus corona mengalami demam atau suhu tinggi, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian kecil diare atau mual beberapa hari sebelumnya. Ada juga yang hilang penciuman. Hari kelima, penderita kesulitan bernapas, terutama penderita lansia atau mereka yang memiliki penyakit kronis.

Hari ketujuh, menurut penelitian Universitas Wuhan, gejala yang dialami penderita mulai semakin parah. Penderita biasanya perlu dirawat di rumah sakit. Hari kedelapan, penderita dengan kasus yang parah memperlihatkan sindrom gangguan pernapasan akut. Paru-parunya dipenuhi cairan dan kesulitan bernapas hingga menyebabkan gagal napas.

Hari ke-10, penderita dengan kasus ringan mengalami sakit perut dan kehilangan napsu makan. Hanya sebagian penderita yang meninggal dunia. Hari ke-17, rata-rata penderita sembuh dari virus corona dan keluar dari rumah sakit.

Bagaimana mencegah virus corona? Sering Mencuci tangan pakai sabun, gunakan masker bila batuk atau pilek, mengonsumsi gizi seimbang, hati-hati kontak dengan hewan, cukup istirahat dan olahraga, jangan konsumsi daging mentah, bila batuk, pilek, dan sesak segera ke fasilitas kesehatan.

Jika membutuhkan beberapa nomor telepon terkait virus corona, kamu bisa menghubungi beberapa nomor penting ini, yakni Hotline kemenkes (+62 812 1212 3119, 119 ext 9, (021) 521 0411), atau mengunjungi beberapa situs terkait virus corona antara lain kemkes.go.id, arcgis.org, jakarta.go.id, healthmap.org, jabarprov.go.id, cdc.gov, jhu.edu. Kamu juga bisa mengunjungi web resmi pemerintah daerah untuk mencari informasi terkait perkembangan virus corona di daerah kamu tinggal.

Baca Juga: [LINIMASA-2] Perkembangan Terkini Wabah Virus Corona di Indonesia

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya