Comscore Tracker

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA Prancis

Pelaku tak segan memukul hingga menendang korban

Jakarta, IDN Times -  Seorang warga negara Prancis, Francois Abello Camille alias Frans diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak. Jumlah korbannya bahkan hingga 305 anak. 

Dalam rilis kepada media, Kamis 9 Juli 2020, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengungkap, semua korbannya berusia di bawah 18 tahun. 

Berikut fakta-fakta selengkapnya yang dirangkum IDN Times.

Baca Juga: 305 Anak di Jakarta Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh WNA Prancis

1. Frans masuk Indonesia beberapa kali sejak 2015

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA PrancisKonferensi pers kasus pemerkosaan 305 anak di bawah umur (Dok. IDN Times/Humas Polda Metro Jaya)

Berdasarkan data dari Imigrasi, Frans beberapa kali masuk ke Indonesia sejak tahun 2015. Menurut Nana, pria 65 tahun itu masuk sebagai turis. Dan sejak usia 60 tahun, Frans sudah tidak memiliki pekerjaan.

"Selama 3 bulan terakhir sejak masa pandemik COVID-19, yang bersangkutan berada di Indonesia berpindah-pindah hotel. Yang bersangkutan memang visanya habis dengan alasan COVID-19," jelas Nana.

2. Frans diduga lecehkan 305 anak sejak 2019

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA Prancistersangka Francois Abello Camille (ANTARA FOTO/Adam Bariq)

Nana mengatakan, 305 anak itu dilecehkan sejak tahun 2019. Selama melancarkan kejahatannya, Frans berpindah-pindah hotel.

Pada periode Desember 2019 hingga Februari 2020, Frans melakukan tindakan bejatnya di Hotel Olympic Jakarta Barat.

Kemudian, pada Februari hingga April 2020 dia memindahkan lokasi kejahatan ke Hotel Luminor Jakarta Barat, dan April hingga Juni 2020 di Hotel Prinsen Park, Jakarta Barat.

3. Frans ditangkap di Hotel Prinsen Park saat bersama dua anak perempuan

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA Prancistersangka Francois Abello Camille (ANTARA FOTO/Adam Bariq)

Nana mengungkapkan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, pihaknya mendatangi Hotel Prinsen Park, Jakarta Barat. Namun, Nana tak menjelaskan lebih detail kapan pria itu ditangkap.

"Pada kamar (hotel) tersebut penyidik mendapatkan WNA (Frans) dalam kondisi setengah telanjang dan dua anak perempuan di bawah umur dengan kondisi telanjang dan setengah telanjang," ungkap Nana.

Dari situlah, lanjut Nana, pihaknya mengetahui bahwa Frans mencabuli korbannya dengan kedok fotografi. Mereka dibujuk dengan menawarkan imbalan berupa uang Rp250 ribu hingga Rp1 juta.

4. Modus operandi Frans menjerat anak-anak jalanan dengan imingi-iming jadi model

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA Prancistersangka Francois Abello Camille (kedua kiri) ANTARA FOTO/Adam Bariq

Lebih lanjut Nana menjelaskan bahwa modus operandi Frans dimulai saat dia berjalan-jalan di mana ada kerumunan anak-anak. Tersangka kemudian mengiming-imingi anak-anak itu untuk menjadi foto model di kamar yang bersangkutan.

Anak yang terjerat bujuk rayu tersangka kemudian dia bawa ke kamar hotel, difoto telanjang kemudian disetubuhi oleh tersangka. 

"Istilahnya child sex groomer. Para korban yang merupakan anak jalanan didandani atau di makeup terlebih dahulu, sehingga terlihat menarik untuk kemudian dilakukan perbuatan cabul," sambungnya.

5. Dari 305 korban, polisi baru berhasil mengidentifikasi 17 anak

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA PrancisIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Dari 305 korban, polisi baru bisa mengidentifikasi 17 orang yang berusia rata-rata 13-16 tahun. Ketika penyidik men-tracing data, Frans tidak kooperatif. Alhasil, polisi bekerja sama dengan Siber Mabes Polri untuk membuka isi laptop pelaku.

"Diperoleh data ada 305 video mesum dengan anak di bawah umur dan dilakukan oleh pelaku. Barang bukti lain ada enam memory card, ada 20 kondom, dua alat bantu seks atau vibrator, dan paspor yang bersangkutan," kata Nana.

6. Bejatnya lagi, Frans juga memvideokan kejahatannya

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA PrancisKonferensi pers kasus pemerkosaan 305 anak di bawah umur (Dok. IDN Times/Humas Polda Metro Jaya)

Jika korban tidak menuruti perintahnya, Frans tidak segan-segan memukul, menampar, hingga menendang anak itu. Tak cukup sampai di situ, Frans juga mendokumentasikan kejahatannya lewat video.

"Video ada di laptop dalam bentuk film. Ada kamera tersembunyi disimpan di kamar tersebut," tuturnya.

7. Pelaku terancam pidana penjara mati dan hukuman kebiri

7 Fakta Kasus Pelecehan 305 Anak dengan Tersangka WNA PrancisKapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Nana Sudjana (Dok. Humas Polda Metro Jaya)

Atas perbuatannya, Pelaku dikenakan pasal berlapis. Di antaranya Pasal 81 Jo 76D UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Kemudian, persetubuhan terhadap anak di bawah umur dengan korban lebih dari satu anak, Pasal 81 ayat (5) Jo 76D UU RI No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI. No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 tahun dan paling lama 20 tahun, dan dapat dikenai tindakan kebiri kimia.

Ketiga, pencabulan terhadap anak di bawah umur Pasal 82 Jo 76E UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, terancam pidana penjara paling singkat 5 tahun maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar.

Eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak di bawah umur Pasal 88 Jo 76 I UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak terancam pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda maksimal Rp200 juta.

"(Kelima) Tanpa hak menyebarkan foto atau video yang melanggar kesusilaan Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 UU RI No.19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar," ujar mantan Kapolda NTB ini.

Baca Juga: Kasus Asusila 305 Anak oleh WN Prancis,  Keluarga Korban Segera Lapor 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya