Comscore Tracker

Tips Isoman dari RSA UGM Buat Kamu yang Positif COVID-19 

Kamu sedang isoman alias isolasi mandiri? Jangan panik ya

Jakarta, IDN Times - Fasiitas kesehatan kewalahan dengan penambahan kasus COVID-19 yang kian datang bak gelombang tsunami. Akibatnya, banyak pasien COVID-19 yang memilih isolasi mandiri di rumah karena sulit mencari bed di rumah sakit. 

Tantangan tak hanya bed, melainkan oksigen dan obat-obatan yang biasa digunakan untuk pasien COVID-19 juga langka di pasaran. Lebih mengkhawatirkan, jumlah kematian pasien COVID-19 saat isoman di rumah pun meningkat. 

“Hal yang sering terjadi, banyak pasien yang terlambat datang ke rumah sakit. Artinya, mereka sudah terkonfirmasi positif COVID-19 pada beberapa hari yang lalu, namun baru datang ke rumah sakit setelah mengalami gejala berat,” tutur dr Fithri Islamiyah S.R. dari Rumah Sakit Akademik UGM, Yogyakarta, dalam siaran tertulis, Rabu (14/6/2021).

Berdasarkan data LaporCovid-19 pada Senin (12/7/2021), terdapat 451 kematian pasien isoman di Indonesia, terbanyak ada di Jawa Barat sebanyak 160 pasien.

Jadi apa yang harus dilakukan saat isolasi mandiri? Berikut tips dari Fithri.

Baca Juga: Hore! Pasien Isoman di Bogor, Depok dan Bekasi Bisa Dapat Obat Gratis

1. Kamu jangan takut konsultasi

Tips Isoman dari RSA UGM Buat Kamu yang Positif COVID-19 Platform Telemedicine, Good Doctor (dok. Good Doctor)

Konsultasi kepada tenaga medis memang menjadi langkah pertama yang gak boleh kamu abaikan. 

Fithri mengingatkan, COVID-19 menyerang sistem informasi antar organ sehingga kerap  terjadi happy hypoxia yang menyebabkan tubuh terasa sehat, namun sebenarnya sistem organ tubuh sudah tidak berfungsi baik.

“Masih banyak ditemukan pasien COVID-19 justru takut untuk konsultasi ke rumah sakit. Padahal konsultasi bertujuan untuk mengetahui kondisi tubuh sehingga tindakan yang diberikan akan sesuai," kata dia. 

2. Kamu harus pastikan tubuh dapat perawatan

Tips Isoman dari RSA UGM Buat Kamu yang Positif COVID-19 Ketua DPRD Purbalingga mengenakan pakaian hazmat sebelum mengevakuasi pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri di Kelurahan Wirasana, Purbalingga, Kamis (8/7/2021) (Dokumentasi Warga Wirasana)

Ini masih terkait dengan langkah pertama tadi. Jika kamu mendapat konsultasi dari tenaga medis, kata Fithri, pasien terkonfirmasi COVID-19 akan mendapatkan akses pengobatan yang dapat mendukung kondisi tubuh saat isolasi mandiri.

Selain itu, pihak rumah sakit dan pegawai kesehatan akan memberikan informasi dan arahan yang tepat ketika isoman. Selanjutnya, kamu perlu mengabari orang sekitar yang sekiranya melakukan kontak. "Ini adalah upaya untuk mencegah penularan lebih lanjut,” jelas Fithri. 

3. Jangan lupa self assessment ya. Ini juga penting banget loh

Tips Isoman dari RSA UGM Buat Kamu yang Positif COVID-19 Ilustrasi. Penempelan stiker di rumah salah satu pasien konfirmasi positif PPU yang jalani isolasi mandiri (IDN Times/Ervan Masbanjar)

Saat melakukan isolasi mandiri, Fithri menjelaskan, kondisi tubuh akan sangat fluktuatif sehingga kita harus waspada terhadap kondisi tubuh, dan self assessment harus rutin dilakukan setiap pagi dan sore. 

Self assessment berupa pencatatan kadar oksigen, suhu tubuh, dan evaluasi gejala yang dialami. Untuk mengetahui data-data ini, kamu memang perlu memiliki sejumlah alat kesehatan, seperti thermometer dan oximeter. Kamu bisa mendapatkan alat-alat ini di toko online. 

Tindakan ini juga dapat menjadi langkah preventif yang dapat membantu dokter memberikan tindakan ketika kondisi tubuh menurun, dan diharuskan ke rumah sakit.

"Saat ini di Indonesia sedang mengalami darurat bed, oksigen, dan obat-obatan, sehingga ketika terkonfirmasi COVID-19 dan kondisi tubuh masih baik maka teruslah bersemangat untuk sembuh,” kata Fithri.

Baca Juga: Jempolan, Seperti Ini Cara Warga Depok Beri Perhatian Warga Isoman

Selama isoman, kamu harus optimis dan semangat untuk sembuh dan menang dari virus corona ini ya. Jika kamu tinggal bersama anggota keluarga lain, pastikan kamu menerapkan protokol kesehatan dengan super ketat. 

Selain itu, jangan menggunakan alat makan yang sama dengan anggota keluarga yang negatif ya. 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya