Comscore Tracker

Perhimpunan Dokter Paru Minta Vaksin COVID-19 Harus Aman

Vaksin harus melewati uji klinis dan berizin BPOM

Jakarta, IDN Times - Ketua Pokja Bidang Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat kepada Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengenai vaksin COVID-19. Salah satunya yang menjadi sorotan PDPI adalah keamanan vaksin.

"Selain harus melewati uji klinis, vaksin COVID-19 yang digunakan juga harus mendapat persetujuan dari Badan POM sehingga aman," ujar Erlina saat dihubungi IDN Times, Kamis (22/10/2010).

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) meminta agar setiap jenis vaksin yang masuk ke Indonesia harus melewati uji klinis, sebelum disuntikkan ke masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Sedang Petakan Siapa yang Berhak Dapat Vaksin Gratis

1. PDPI juga memitna Kementerian Kesehatan untuk mengumumkan syarat-syarat penerima vaksin

Perhimpunan Dokter Paru Minta Vaksin COVID-19 Harus AmanPetugas kesehatan memberikan pengarahan kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Selain keamanan vaksin, PDPI juga meminta agar Kementerian Kesehatan menyampaikan syarat-syarat penerima vaksin yang resmi dari pemerintah.

"Pada intinya kami mendukung proses inisiasi dan pengadaan vaksin COVID-19, asalkan ya itu memenuhi syarat, aman, termasuk gak ada efek sampingnya," imbuh dia.

Baca Juga: Ini Perbedaan Vaksin Merah Putih vs Vaksin Sinovac

2. PB IDI diminta membuat pedoman pemberian vaksin COVID-19

Perhimpunan Dokter Paru Minta Vaksin COVID-19 Harus AmanPresiden Joko Widodo tiba di PT Bio Farma (Persero) Bandung untuk meninjau fasilitas produksi dan pengemasan Vaksin COVID-19, Selasa (11/8/2020) (Dok. Biro Pers Kepresidenan)

PDPI juga memohon kepada PB IDI, agar dapat membuat pedoman pemberian vaksin COVID-19 yang dapat dijadikan pegangan oleh anggota IDI.

"Sebagai tenaga medis secara pribadi saya juga minta agar ada pedoman, selain itu vaksin yang diberikan aman," ucapnya.

3. Kementerian Kesehatan ungkap ada 9,1 juta warga Indonesia akan terima vaksin COVID-19

Perhimpunan Dokter Paru Minta Vaksin COVID-19 Harus Aman(Simulasi uji klinis vaksin sinovac COVID-19 di RSUP Unpad, Kota Bandung) IDN Times/Azzis Zulkhairil

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan mengungkap ada 9,1 juta warga Indonesia akan mendapatkan vaksinasi COVID-19 secara bertahap. Vaksin mulai diberikan akhir November sampai Desember 2020.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan, prioritas pertama yang mendapat vaksin adalah tenaga kesehatan.

"Dari diskusi yang kami lakukan dengan beberapa pihak, termasuk dengan WHO, para ahli dan beberapa negara lain yang sudah melakukan vaksinasi, yang menjadi prioritas adalah tenaga kesehatan, karena merekalah yang akan lebih berisiko, dan sangat berisiko untuk tertular dan menjadi sakit oleh COVID-19" ujar Yuri dalam diskusi daring, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Puskesmas Cisauk Buka Pendaftaran Vaksin COVID-19

4. Tenaga kesehatan dan petugas laboratorium menjadi pihak pertama yang mendapat vaksin COVID-19

Perhimpunan Dokter Paru Minta Vaksin COVID-19 Harus AmanSeorang dokter menunggu di dalam bilik pelindung untuk melakukan uji usap infeksi virus corona (COVID-19) terhadap pasien di Pusat Medis Sunway, saat wabah masih terjadi, di Subang Jaya, Malaysia, Kamis (8/10/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng)

Ada pun tenaga kesehatan yang pertama kali mendapat vaksin, ucap Yuri, adalah tenaga kesehatan yang bertugas di RS rujukan yang melayani pasien COVID-19.

"Kemudian, urutan berikutnya adalah petugas laboratorium yang bertugas di tempat pemeriksaan spesimen COVID-19. Ini paling bahaya karena berhadapan langsung dengan virus bukan pasien," ucap Yuri. 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya