Comscore Tracker

Cerita "Raja OTT" yang Tidak Lolos TWK KPK

Raja OTT adalah julukan untuk Harun Al-Rasyid. Siapa dia?

Jakarta, IDN Times -  Harun Al Rasyid mendapat julukan sebagai "Raja OTT". Namun, kini, Harun yang juga Kepala Satgas Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu dinonaktifkan.

Harun mengungkapkan bahwa 2018 merupakan tahun dengan rekor Operasi Tangkap Tangan (OTT) terbanyak. Dalam setahun, ada 29 kali OTT yang dilakukan KPK. "Saya pribadi melakukan 12 OTT pada saat itu," ujarnya pada Senin (7/6/2021) malam.

1. Ketua KPK Firli Bahuri sempat menjanjikan Harun hadiah

Cerita Raja OTT yang Tidak Lolos TWK KPKMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) didampingi Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai melakukan audiensi di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/2/2021) (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Karena pencapaian itu, Ketua KPK Firli Bahuri sempat menjanjikannya sebuah hadiah khusus untuknya. Namun, hadiah tersebut tak diberikan langsung saat itu.

"Ya nanti lah di kesempatan yang lain mungkin nanti saya akan kasih hadiah," ujar Harun menirukan perkataan Firli padanya saat itu.

2. Harun hanya berharap Firli berpihak pada seluruh pegawai KPK

Cerita Raja OTT yang Tidak Lolos TWK KPKFirli Bahuri dan Luhut B. Pandjaitan. (IDN Times/Aryodamar)

Namun, Harun tak mengharapkan hadiah berupa materi dari Firli. Harun lebih berharap keberpihakan mantan Kapolda Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat itu pada KPK.

"Itu yang sekarang saya tagih," ujarnya.

3. Harun adalah salah satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan gak lolos tes wawasan kebangsaan

Cerita Raja OTT yang Tidak Lolos TWK KPKKaus hitam bertuliskan 'Berani Jujur Pecat' dipakai oleh sejumlah perwakilan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) usai audiensi dengan Komisioner Komnas HAM di Jakarta, Senin (24/5/2021) (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Harun menjadi satu dari 75 pegawai KPK yang dinyatakan gagal tes wawasan kebangsaan dalam rangka peralihan status menjadi Aparatur Sipil Negara. Berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan Nomor 625 Tahun 2021 yang ditandatangani Firli, Harun dan 74 pegawai KPK lainnya harus nonaktif dan menyerahkan tugasnya ke atasan langsung.

Belakangan terdapat 51 dari 75 orang yang mendapat rapor merah dan disebut tak dapat dibina lagi. Sementara, sebanyak 1.271 pegawai yang sudah lolos telah dilantik menjadi ASN.

Pelantikan itu berlangsung pada Selasa, 1 Juni 2021 dan bertepatan dengan hari lahir Pancasila.

Baca Juga: Gagal Lolos TWK, 20 Persen Penindak Korupsi KPK Terpaksa Nonaktif

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya