Comscore Tracker

Kemenhub Jawab Wacana Penutupan Bandara di Tengah Wabah COVID-19

Bisakah bandara ditutup untuk cegah virus corona?

Jakarta, IDN Times - Beberapa pemerintah daerah mewacanakan untuk menutup bandara sementara waktu untuk mencegah penyebaran virus corona tipe baru, SARS-CoV-2. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengaku memahami keinginan pemda-pemda tersebut. 

"Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Novie Riyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Baca Juga: Ada Isu Penerbangan Internasional Ditutup, Bandara Soetta: Itu Hoaks

1. Tak hanya bawa penumpang, bandar udara juga melayani angkutan kargo hingga pos

Kemenhub Jawab Wacana Penutupan Bandara di Tengah Wabah COVID-19IDN Times/Candra Irawan

Bandar udara, kata Novie, merupakan objek vital yang tidak hanya melayani penerbangan untuk penumpang saja, tetapi juga melayani angkutan kargo, logistik dan pos yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Selain itu bandar udara punya fungsi sebagai bandar udara alternatif bagi penerbangan yang mengalami kendala teknis maupun operasional, melayani penerbangan untuk penanganan kesehatan/medis serta untuk penerbangan yang mengangkut sampel infection substance COVID-19.

"Oleh karena itu, penutupan bandar udara harus terlebih dahulu disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk dilakukan evaluasi," kata Novie.

Baca Juga: Tiba di Bandara FL Tobing Tapteng, 2 WNA Langsung Berstatus ODP 

2. Bandar udara tidak bisa langsung ditutup begitu saja

Kemenhub Jawab Wacana Penutupan Bandara di Tengah Wabah COVID-19Ilustrasi penyemprotan disinfektan (DN Times/Candra Irawan)

Di sisi lain, pelayanan navigasi penerbangan (Airnav Indonesia) juga tidak dapat ditutup mengingat layanan navigasi penerbangan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penerbangan dari dan ke bandar udara setempat, tetapi juga melayani penerbangan yang melalui bandar udara tersebut atau yang ada pada ruang udara yang menjadi wilayah kerja pelayanannya.

Novie mengungkap bahwa penutupan ataupun larangan bagi penerbangan pada prinsipnya bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. "Namun demikian perlu dilakukan sosialisasi lebih dulu kepada Badan Usaha Angkutan Udara maupun kepada pengguna jasa penerbangan sebelum diberlakukan,” katanya.

3. Kemenhub sedang berkoordinasi untuk meminimalisasi risiko operasional di tengah wabah

Kemenhub Jawab Wacana Penutupan Bandara di Tengah Wabah COVID-19Dirjen Perhubungan Udara, Novie Riyanto. (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Novie juga mengatakan bahwa pihaknya melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I – X akan berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan pemda setempat dan juga seluruh stakeholder penerbangan sehingga maksud pemda dapat dilaksanakan dengan baik dengan risiko operasional yang minimal.

"Saya berharap dengan koordinasi dan komunikasi yang terus kami lakukan maka semua maksud baik kita bersama untuk mencegah penyebaran COVID-19 ini dapat diatasi dengan baik " kata dia.

Pembaca bisa membantu kelengkapan perlindungan bagi para tenaga medis dengan donasi di program #KitaIDN: Bergandeng Tangan Melawan Corona di Kitabisa.com.

Baca Juga: Otoritas Bandara Soetta Terapkan Social Distancing

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya