Comscore Tracker

Pengakuan Maria Pauline Saat Berada di Pusaran Kasus Pembobolan BNI

Maria klaim pernah berniat baik untuk diperiksa di Singapura

Jakarta, IDN Times - Direktur Komunikasi Indicator Rustika Herlambang pernah mewawancarai Maria Pauline Lumowa, tersangka kasus pembobolan BNI di Singapura pada tahun 2003. Kala itu Rustika masih berprofesi sebagai jurnalis.

Mengutip dari blog pribadinya yang telah IDN Times konfirmasi, Rustika berhasil menemui Maria di Ascott Lounge Hotel Hyatt Singapura. Di sela wawancara itu, Maria beberapa kali di telepon orang.  “Saya sudah diteror berkali-kali untuk tidak mengatakan apa-apa pada wartawan,” kata Maria, mendesah.

Namun Maria tetap menyambut baik Rustika dengan mempersilakannya bertanya tentang perjalanan hidupnya hingga menjadi warga negara Belanda.

“Dua tahun setelah saya di Belanda, orangtua saya menyusul ke Belanda dan meminta saya kembali. Saya menolak pulang,” kata Maria dikutip dari blog rustikaherlambang.com. 

Baca Juga: Jalan Panjang Mengekstradisi Buron Pembobol BNI Rp1,7 Triliun

1. Bermula ketika 9 kartu kredit diblokir

Pengakuan Maria Pauline Saat Berada di Pusaran Kasus Pembobolan BNIIDN TImes/M Shakti

Maria mengungkap, awal mula dia ditetapkan sebagai tersangka pada 2003 dengan tuduhan pembobolan BNI melalui surat kredit senilai Rp1,2 triliun. Saat itu ia sedang memulai sebuah bisnisnya di Hong Kong, setelah delapan hari menginap di hotel, ia mendapati kabar sembilan kartu kreditnya diblokir.

“Saya kaget, tetapi persoalan utamanya adalah bagaimana saya membayar rekening hotel, sementara saya gak punya uang cash sama sekali,” ujar Maria.

Sejak mengetahui kabar tersebut, Maria mulai menghubungi rekan-rekannya agar meminjaminya uang untuk membayar hotel dan 700 pegawainya.

“Jual apa yang ada, berikan untuk gaji mereka. Mereka adalah tanggung jawab saya sepenuhnya, apapun yang terjadi pada saya, saya harus tetap bertanggung jawab pada mereka. Apalagi, mereka akan berlebaran, saya harus memikirkan THR untuk mereka,” kata ibu dua anak itu.

2. Maria mengaku sempat menawarkan pemeriksaan dilakukan di Singapura

Pengakuan Maria Pauline Saat Berada di Pusaran Kasus Pembobolan BNIIDN TImes/Mardya Shakti

Hari-hari berlanjut, beberapa rekan bisnisnya mulai diperiksa polisi dan ditetapkan sebagai tersangka. Tiba gilirannya, Maria menolak untuk diperiksa di Indonesia.

“Saya memberikan niat baik untuk diperiksa di sini (Singapura) saja, dengan bantuan pengacara saya. Tapi kebaikan itu ditolak. Kini aku udah nggak punya harapan lagi di sini. Aku mau kembali ke Belanda secepatnya. Aku no hope di sini, aku nggak ada harapan,” ujarnya.

Baca Juga: Detik-detik Penangkapan Maria Pauline Lumowa, Pembobol BNI Rp1,7 T

3. Maria: I didn’t do anything

Pengakuan Maria Pauline Saat Berada di Pusaran Kasus Pembobolan BNIIDN TImes/Mardya Shakti

Sampai saat itu, Maria mengaku masih belum mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi di Indonesia hingga menyebut dirinya sebagai pembobol bank pelat merah itu.

“Saat saya mendapat kabar dari Indonesia soal kasus BNI, suatu sore saya iseng membuka internet di sebuah publik area di Singapura. Saya tuliskan nama saya di yahoo search, tanpa praduga. Dan betapa kagetnya saya ketika mendapatkan nama saya sudah begitu banyaknya ditulis di semua media. Tak hanya di Indonesia, namun juga media-media di luar negeri. Saya begitu shock. I didn’t do anything,” kata Maria.

Suasana yang tadinya cair dan larut dalam cerita Maria, seketika berubah ketika Rustika menerima pesan dari timnya di Jakarta untuk meminta live bersama Maria. Maria hanya bisa tersenyum dan bergegas pergi tanpa memberi nomor kontaknya kepada Rustika.

4. Maria diekstradisi dari Serbia ke Indonesia

Pengakuan Maria Pauline Saat Berada di Pusaran Kasus Pembobolan BNIIDN Times/Candra Irawan

Maria Pauline Lumowa yang menjadi tersangka kasus pembobolan BNI, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia. Perempuan yang telah menjadi buron selama 17 tahun ini, tiba di Indonesia pada Kamis (9/7/2020).

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly, memimpin proses ekstradisi tersebut. Maria menjadi satu di antara tersangka pembobolan kas Bank BNI cabang Kebayoran Baru senilai Rp1,7 triliun lewat Letter of Credit fiktif.

Baca Juga: 4 Fakta Maria Pauline Lumowa Pembobol Bank BNI yang Buron 17 Tahun

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya