Comscore Tracker

[BREAKING] Ini Peran 3 Tersangka Baru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Sebelumnya, mereka berstatus saksi

Jakarta, IDN Times - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), yakni MD, J, dan IS. Ketiganya mempunyai peran berbeda-beda.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan, ketiga orang tersebut merupakan saksi yang statusnya ditingkatkan jadi tersangka berdasarkan hasil gelar perkara. 

“PT APM hanya meminjam bendera, sehingga proses pengkajian, kemudian pembelian seluruh alat yang digunakan untuk kebersihan di gedung kejaksaan agung itu, yang kemudian menjadi akseleran terjadinya kebakaran kejaksaan agung itu adalah MD,” Kata sambo dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jumat (13/11/2020).

Sementara tersangka IS, kata Sambo, adalah mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) yang lalai dalam proses pengadaan ACP Kejagung, dan memilih konsultan perencanaan yang tidak berpengalaman yakni tersangka J.

“Kemudian konsultan perencanaan (J) yang tidak memiliki pengalaman, pengetahuan tentang ACP ini yang ditunjuk, sehingga memilih ACP tidak sesuai standar, sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran,” kata Sambo.

Untuk diketahui, ada dua akseleran yang menyebabkan gedung Kejagung terbakar, yakni minyak lobi atau dust cleaner bermerek Top Cleaner dan Alumunium ACP (alumunium composite panel) yang ada di sisi luar gedung. Adapun PT APM merupakan penyedia minyak lobi.

Dengan penetapan di atas, sejauh ini sudah ada 11 tersangka dalam kasus kebakaran gedung Kejagung yang terjadi pada 22 Agustus lalu.

Baca Juga: [BREAKING] Kebakaran Gedung Kejagung, Ada 3 Tersangka Baru

Baca Juga: Kebakaran Kejagung, Tim Penyidik Periksa Pengawas Cleaning Service 

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya