Comscore Tracker

Sejarah di Balik Peringatan Kesaktian Pancasila 1 Oktober

Terkait dengan tragedi G30S/PKI

Jakarta, IDN Times - Tahun ini, peringatan Kesaktian Pancasila diperingati di tengah pandemik COVID-19 yang melanda sejak Maret 2020. Meski demikian, penghormatan  para pahlawan tetap dilakukan dengan mengadakan upacara.

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2020 tetap berlangsung di Monumen pancasila Sakti Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis pagi (1/10/2020).

Baca Juga: Harusnya Ada 8 Jenderal yang Diculik G30S/PKI, Bukan 7

1. Berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI di mana ada 7 perwira TNI AD yang diculik dan dibunuh

Sejarah di Balik Peringatan Kesaktian Pancasila 1 OktoberMuseum Lubang Buaya di Jakarta Timur (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Hari Kesaktian Pancasila tak terlepas dari peristiwa kelam Gerakan 30 September yang diduga dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI). Peristiwa itu dikenal juga dengan istilah G30S/PKI.

Hingga kini, tragedi berdarah itu masih menjadi duka dan trauma bagi bangsa Indonesia. Hal itu terlihat dari kekhawatiran sejumlah elemen bangsa ini atas kebangkitan PKI.

Kala itu, tujuh perwira yang diculik dan dibunuh di malam pergantian waktu antara 30 September ke 1 Oktober pada 55 tahun yang lalu atau tepatnya pada 1965. Ketujuh tokoh teras TNI AD itu adalah Jenderal Ahmad Yani, Mayjen R Soeprapto, Mayjen MT Haryono, Mayjen S.Parman, Brigjend D.I. Panjaitan, Brigjen Sutoyo Siswodiharjo, dan Lettu Pierre Andreas Tendean.

Melalui penculikan dan pembunuhan tokoh-tokoh TNI itu, diduga kuat PKI yang dipimpin DN Aidit itu berupaya melakukan kudeta.

Pada 1 Oktober 1965, upaya untuk menumpas G30S/PKI dimulai. Satuan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo kembali merebut Gedung RRI dan Kantor Pusat Telekomunikasi kala itu.

Sejak saat itu, 1 Oktober lantas diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati keberhasilan bangsa mempertahankan ideologi Pancasila sekaligus menjadi bentuk penghormatan atas gugurnya enam jenderal dan satu perwira dalam G30S/PKI.

Baca Juga: Ini Biografi 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur dalam Tragedi G30S/PKI

2. Tahun 1965 menjadi tahun kelam bagi sejarah Indonesia karena bukan hanya terkait tewasnya 7 perwira TNI

Sejarah di Balik Peringatan Kesaktian Pancasila 1 OktoberDok. IDN Times

Jasad ketujuh perwira TNI AD itu kemudian berhasil ditemukan di sebuah sumur tua di bilangan Lubang Buaya, Jakarta Timur. Seluruh jasad mereka berhasil diangkat ke permukaan pada Senin, 4 Oktober 1965.

Pemerintah kemudian secara resmi memberi gelar Pahlawan Revolusi kepada ketujuh perwira TNI AD itu.

Mengenang G30S/PKI dan 1 Oktober 1965, ada aspek lain yang tidak bisa dilepaskan. Peristiwa pembantaian masal yang terjadi pada 1965. Peristiwa kelam dan mencekam itu nyatanya bukan hanya tentang tujuh jenderal yang dikenal sebagai pahlawan revolusi saja.

Kala itu, pembantaian dilakukan tentara kepada orang-orang yang dianggap bagian ataupun bersinggungan dengan PKI. Banyak masyarakat sipil tewas di masa yang berlangsung pada 1965 hingga 1966 tersebut.

3. Pengibaran bendera di Hari Kesaktian Pancasila

Sejarah di Balik Peringatan Kesaktian Pancasila 1 OktoberIlustrasi bendera yang berada di pinggir pantai (IDN Times/Sunariyah)

Pada peringatan mengenang peristiwa G30S/PKI dan hari Kesaktian Pancasila, pengibaran bendera menjadi salah satu cara penghormatan yang dipilih Indonesia. Bendera akan dinaikkan setengah tiang pada 30 September dan dinaikkan ke puncak tiang pada 1 Oktober.

Hal ini juga dilakukan di tahun ini. "Setiap kantor instansi pusat dan daerah, kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri serta seluruh komponen masyarakat Indonesia pada tanggal 30 September 2020 agar mengibarkan bendera setengah tiang," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim dalam Surat Edaran Mendikbud yang diunduh IDN Times dari laman resmi Kemendikbud pada Rabu (30/9/2020).

"Dan tanggal 1 Oktober 2020 pukul 06.00 waktu setempat, benderda berkibar satu tiang penuh," ujar Nadiem lagi.

Baca Juga: Pidato Lengkap Mendikbud di Hari Kesaktian Pancasila

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya