Comscore Tracker

Rizieq Shihab, Pimpinan FPI yang Kerap Tuai Kontroversi

Rizieq kembali ke Indonesia~

Jakarta, IDN Times - Rizieq Shihab pulang. Dia tiba di Indonesia pada Selasa pagi (10/11/2020) dengan menumpangi pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV816. Massa simpatisannya langsung berebutan untuk bersalaman atau sekadar menyentuh Rizieq. 

Akhirnya kini kepulangan Rizieq ke Tanah Air tak lagi sekadar isapan jempol belaka. Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, Rizieq hanya diizinkan berada di Saudi hingga Rabu, 11 November 2020.

Bila masih bersikukuh tinggal di Saudi, otoritas setempat akan mendeportasi Rizieq ke Tanah Air. 

"Di dalam sistem yang ada di layar komputer sangat jelas tertulis tidak ada perpanjangan visa, yang ada adalah perubahan batas akhir tinggal (intiha' al-iqamah) sampai dengan 11 November 2020. Sedangkan, batas tanggal berlakunya visa (tarikh intiha' as-salahiyah) tetap tertulis tanggal 20 Juli 2018," ungkap Agus melalui pesan pendek pada Jumat, 6 November 2020 lalu. 

Berikut profil Rizieq.

1. Pernah bersekolah di sekolah Kristen hingga menimba ilmu agama Islam di Arab Saudi

Rizieq Shihab, Pimpinan FPI yang Kerap Tuai KontroversiPimpinan FPI Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Rizieq lahir di Jakarta, 24 Agustus 1965. Ia lahir dari orangtua yang merupakan keturunan Saudi, Hussein Shihab dan Sidah Alatas. Namun, Rizieq hanya dibesarkan oleh sang ibu karena ayahnya meninggal ketika ia berusia 11 bulan. 

Salah satu fakta unik, Rizieq menyelesaikan sekolah jenjang menengah pertamanya di SMP Kristen Bethel Petamburan dan lulus tahun 1979. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Negeri 4 Jakarta di Gambir, namun lulus dari SMA Islamic Village Tangerang pada tahun 1982.

Sejak masih muda, Rizieq telah berminat untuk mendalami agama Islam, sehingga ia memilih studi ilmu tersebut di perguruan tinggi di Saudi. Rizieq diketahui menempuh studi agama Islam di King Saud University, Riyadh. 

Ia kemudian sempat meneruskan studinya ke Universitas Islam Internasional Antar Bangsa, Malaysia. Kini, Rizieq meneruskan pendidikan di kampus yang sama untuk meraih gelar doktor. Hal ini menyebabkan Rizieq yang tak kembali ke Tanah Air itu, sempat bolak-balik Saudi-Malaysia. 

Ia menikah dengan Syarifah Fadlun bin Yahya pada 1987 dan memiliki satu putra dan enam putri. 

Baca Juga: [BREAKING] Slamet Maarif: Ada 25 Mobil yang Jemput Rizieq ke Soetta

2. Pendirian FPI di kediaman Rizieq di Petamburan

Rizieq Shihab, Pimpinan FPI yang Kerap Tuai KontroversiPemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Rizieq termasuk aktif dalam berdakwah. Setelah itu, dia dan beberapa ulama mendirikan suatu organisasi bernama Front Pembela Islam (FPI) pada 17 Agustus 1998.

Organisasi itu kali pertama dibentuk di kediaman Rizieq di area Petamburan, Jakarta dan dideklarasikan di Pondok Pesantren Al-Umm, Ciputat, Tangerang. 

Organisasi bentukan Rizieq ini memiliki visi dan misi menerapkan syariat Islam secara kafah di bawah naungan khilafah islamiyah menurut manhaj nubuwwah, melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah dan pengamalan jihad. Namun, izin pendirian ormas itu sudah kedaluwarsa lantaran hingga kini pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri belum memberikan perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). SKT FPI sudah habis masa berlakunya pada 20 Juni 2019. 

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD mengatakan perpanjangan izin FPI terganjal restu dari Menteri Agama. Pemerintah sendiri hingga kini belum memutuskan apakah izin organisasi FPI akan diperpanjang atau tidak. 

"Disimpulkan, FPI sudah mengajukan permohonan untuk perpanjangan Surat Keterangan Terdaftar, dan ternyata masih ada hal-hal yang perlu didalami. Dan Menteri Agama nanti akan mendalami, dan melakukan pembahasan yang lebih dalam lagi," kata Mahfud pada November 2019 lalu. 

3. Kasus-kasus hukum yang menjerat Rizieq Shihab

Rizieq Shihab, Pimpinan FPI yang Kerap Tuai KontroversiRangkaian kasus hukum Rizieq Shihab (IDN Times/Sukma Shakti)

Dalam pencatatan IDN Times, setidaknya Rizieq tersangkut di dalam 9 perkara hukum. Ia dinyatakan bersalah dan dijatuhi vonis penjara untuk dua perkara hukum. 

Pertama, pada tahun 2003 lalu dalam perkara perusakan tempat hiburan di Jakarta dan ajakan menghasut untuk melawan pemerintah. Dalam perkara itu, ia dibui selama tujuh bulan di rutan Salemba. 

Kedua, pada tahun 2008 dalam perkara penyerangan massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebangsaan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) di Monas. Ia dijatuhi vonis 1 tahun dan 6 bulan penjara oleh pengadilan. Sementara, untuk perkara percakapan asusila yang menyebabkannya dijadikan tersangka pada 2017 lalu, sudah dihentikan proses penyelidikannya alias SP3. Selain Rizieq, Firza Husein juga sempat ditetapkan sebagai tersangka. 

4. Pelarian Rizieq dan status tersangka

Rizieq Shihab, Pimpinan FPI yang Kerap Tuai KontroversiPeserta reuni 212 membawa bendera besar dengan wajah Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pada awal 2017, Habib Rizieq tersandung kasus pornografi. Kasus tersebut bermula ketika situs www.baladacintarizieq.com mengungkap percakapan tak senonoh via WhatsApp antara orang yang diduga Rizieq dengan wanita yang diduga adalah Firza Husein. Situs tersebut juga menayangkan foto-foto syur yang diduga diambil Firza untuk Rizieq.

Kasus ini pun berujung dengan aduan yang tertuang dalam laporan polisi bernomor LP/510/I/2017/PMJ/Ditreskrimsus. Pada 29 Mei 2017, Rizieq menjadi tersangka kasus dugaan pornografi di situs baladacintarizieq. Dia disangka melanggar Pasal 9 juncto Pasal 35 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Namun, Rizieq diketahui sudah berada di Arab Saudi sejak medio April 2017.  Sejak itu, dia mengungkapkan beberapa kali rencananya hendak pulang ke Indonesia. 

Pada Juni 2018, polisi akhirnya menghentikan penyidikan kasus dugaan pornografi yang menyandung Rizieq. Alasannya, polisi tidak menemukan pengunggah konten pornografi terkait Rizieq itu.

4. Rizieq Shihab disebut sempat dicekal keluar dari Saudi karena terlibat pengumpulan dana ilegal

Rizieq Shihab, Pimpinan FPI yang Kerap Tuai KontroversiPoster pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Sementara, Rizieq sempat mengaku sudah lama ingin kembali ke Tanah Air. Namun, ia selalu dicekal oleh imigrasi Saudi. Ia kemudian menuding hal itu bisa terjadi atas permintaan dari Pemerintah Indonesia. 

Namun, pernyataan itu dibantah dengan tegas oleh Menko Polhukam Mahfud MD.

Berdasarkan informasi yang ia miliki, Saudi mencekal Rizieq karena ia tersandung kasus pengumpulan dana secara ilegal di sana. 

"Rizieq itu hingga beberapa waktu yang lalu memang dicekal oleh Pemerintah Arab Saudi bukan oleh Pemerintah Indonesia, karena dianggap pernah melakukan penghimpunan dana secara ilegal," ungkap Mahfud ketika diwawancarai oleh Ade Armando di YouTube Cokro TV dan diunggah pada Rabu, 4 November 2020 lalu. 

Selain itu, Saudi menilai Rizieq melakukan aktivitas politik. Pengumpulan dana secara ilegal yang dimaksud yaitu bisyaroh atau amplop berisi uang kepada kiai. Tradisi itu lumrah dilakukan di Tanah Air, namun bukan kebiasaan di Saudi. 

"Lalu, ada yang melaporkan mengenai hal itu ke otoritas di Saudi. Mereka lalu mencatat dan memberi garis merah bahwa aktivitas itu bermakna melakukan penghimpunan uang secara ilegal," jelas Mahfud. 

Setelah diurus oleh pihak Rizieq di Saudi, maka otoritas di sana tak lagi menganggap ia sebagai subjek yang perlu diselidiki. 

Baca Juga: Dubes Agus: Nama Rizieq Shihab Masuk dalam Daftar Orang Dideportasi

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya