Comscore Tracker

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Loh

Demi khasiat yang belum terbukti secara ilmiah. Ironis

Percaya atau tidak, manusia menjadi salah satu faktor yang berperan dalam kepunahan sejumlah spesies hewan loh. Mengapa? Karena banyak tindak-tanduk manusia yang akhirnya membuat makhluk hidup lainnya semakin berkurang dan terusir dari habitatnya.

Mulai dari penebangan liar, sampah yang tak dikelola dengan baik, dan eksploitasi hewan untuk kepentingan tertentu.  Salah satu bentuk eksploitasi yang dilakukan manusia terhadap hewan adalah mengambil bagian tubuh mereka untuk obat tradisional.  Parahnya lagi, tidak ada bukti ilmiah mengenai efektivitas obat dari hewan-hewan tersebut.

Karena perburuan untuk obat-obatan itu, sejumlah hewan akhirnya masuk daftar "terancam punah". Titel menyedihkan itu pun sering kali tak dihiraukan oleh manusia. Hal ini justru semakin menaikkan harganya di pasaran. 

Berikut beberapa hewan yang beranda di ambang kepunahan gara-gara sering dijadikan bahan obat tradisional. 

1. Badak

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohthoughtco.com

Perburuan liar terhadap badak, menurut Smithsonian Magazine, mencapai puncaknya pada abad ke-20. Fenomena tersebut nyaris membuat semua lima spesies badak lenyap dari dunia.

Hewan ini diburu untuk diambil tanduknya. Sebagian orang di sejumlah negara meyakini tanduk badak bisa menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari demam, menurunkan darah tinggi, hingga kanker hati. 

Sekitar tahun 1990-an, populasi hewan tersebut secara perlahan meningkat berkat penghapusan tanduk badak dalam beberapa obat buatan Tiongkok. Sayangnya, hal itu hanya berlangsung sementara. Hingga saat ini, populasi badak kembali terancam.

2. Gila monster

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohbritannica.com

Gila monster (dibaca: hee-la monster) juga berstatus near threatened atau nyaris terancam punah. 

Hewan ini merupakan kadal terbesar yang mendiami Amerika Serikat dan Meksiko Utara. Mereka memiliki tubuh yang bersisik dengan corak khas yang bisa membuat kita bergidik. 

Tidak hanya itu, gila monster juga memiliki racun di mulutnya untuk melumpuhkan para mangsa. Walaupun begitu, ternyata racun tersebut justru dipercaya mampu mengobati pasien diabetes. Sebab ia mengandung zat yang bisa meningkatkan produksi insulin. 

Karena terus diburu untuk diambil racun dan bagian tubuh lainnya, populasi gila monster menurun drastis beberapa tahun ini.

3. Banteng

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohjourneytothejungle.com

Banteng merupakan hewan yang banyak ditemukan di sekitar Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Data menunjukkan bahwa populasi mamalia buas tersebut menurun hingga 90 persen sejak tahun 1960-an. Saat ini, jumlahnya di seluruh dunia hanya mencapai 2.000 hingga 5.000 ekor saja. 

Salah satu faktor yang berkontribusi besar terhadap penurunan populasi banteng adalah perburuan liar. Manusia sering membunuh hewan ini untuk kesenangan dan mengambil tanduknya sebagai bentuk penghargaan. Bukan hanya itu, tanduk banteng juga sering dipakai sebagai obat tradisional meskipun tidak ada bukti ilmiah mengenai khasiatnya. 

4. Beruang madu

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohwikimedia.org

Beruang madu atau yang dikenal juga sebagai sun bear merupakan spesies beruang terkecil dan paling langka di dunia. Data World Wildlife Fund (WWF) menyatakan bahwa populasinya telah menurun sebesar 30 persen dalam 30 tahun terakhir. Hal ini membuat statusnya menjadi terancam punah. 

WWF melaporkan bahwa ancaman terbesar untuk beruang madu adalah perburuan liar. Masyarakat sering membunuh hewan tak bersalah ini untuk diambil kantung empedunya. Sebab mereka percaya organ tersebut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari asma hingga kanker. Padahal tidak ada bukti ilmiah yang mendasarinya. 

Baca Juga: 7 Hewan Ini Sering Dikorbankan dalam Eksperimen Sains, Ada Kucing Juga

5. Aligator Yangtze

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohmarylandzoo.org

Hewan ini dikenal juga dengan nama Chinese alligator merupakan reptil mirip buaya yang hidup di air tawar. Dulunya, mereka mendiami Sungai Yangtze, tepatnya di provinsi Anhui, Tiongkok. 

Sayang sekali, aligator Yangtze saat ini berstatus critically endangered atau memiliki risiko yang sangat tinggi untuk punah. Penyebab utamanya adalah habitat yang hilang karena pembangunan bendungan di sungai Yangtze. 

Bukan hanya itu, aligator Yangtze juga sering diburu untuk pengobatan tradisional. Dagingnya dipercaya mampu mengobati flu hingga mencegah kanker. Lagi-lagi, tidak ada bukti ilmiah yang mendasarinya. 

6. Gajah Asia

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohthoughtco.com

Berikutnya ada gajah Asia, mamalia terbesar di benua tersebut. Mereka merupakan salah satu target perburuan liat terbesar di dunia. Akibatnya, populasi gajah Asia saat ini kurang dari 50 ribu ekor. Dalam kata lain, mereka berstatus terancam punah. 

Gajah Asia sering diburu dan diambil dagingnya untuk konsumsi. Gading gajah juga menjadi incaran utama para pemburu. Tak hanya itu, dilansir Smithsonian Magazine, sejumlah kelompok masyarakat percaya bahwa kaki gajah dapat diubah menjadi obat untuk hernia. 

7. Zebra grevy

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohawf.org

Berhabitat di Afrika Timur, zebra grevy merupakan spesies zebra terbesar di dunia. Mereka memiliki kaki yang lebih panjang, badan yang lebih berisi, serta corak garis yang berbeda dengan jenis-jenis lainnya. 

Sayang sekali, zebra grevy kini termasuk spesies mamalia besar yang sangat terancam punah menurut data IUCN Red List. Populasinya telah menurun sebesar 54 persen  dalam 30 tahun terakhir. Kini diperkirakan jumlahnya di alam liar hanya mencapai 2.000 ekor saja. 

Seperti hewan lain, zebra grevy terancam oleh hilangnya habitat dan perburuan liar. Salah satu alasan kenapa mereka diburu adalah masyarakat percaya bahwa daging dan lemak zebra ampuh untuk mengobati tuberkulosis. 

8. Pangolin

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohthethirdpole.net

Pangolin merupakan bahan obat tradisional Tiongkok yang sangat terkenal dan memiliki minat yang tinggi. Dilansir National Geographic, sisik hewan tersebut mengandung keratin yang dipercaya bisa mengobati pasien radang sendi.

Akibat dari hal ini, pangolin sering diburu secara liar dan dijualbelikan di pasar gelap. Data dari WWF menunjukkan bahwa delapan spesies pangolin pun berstatus rentan hingga sangat terancam punah. 

9. Penyu sisik

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohnps.gov

Hawksbill sea turtle atau penyu sisik juga termasuk spesies yang terancam punah karena diburu untuk obat. Status konservasinya kini memasuki critically endangered atau berisiko sangat tinggi untuk mengalami kepunahan. 

Perburuan liar adalah sebab utama dari berkurangnya populasi penyu sisik. Selain diambil cangkangnya, pemburu juga mengekstrak daging penyu sisik untuk diubah menjadi minyak. Masyarakat percaya bahwa minyak tersebut ampuh untuk mengobati berbagai macam penyakit. Duh!

Sering Dijadikan Bahan Obat, 9 Hewan Ini Terancam Punah Lohpanda.org

Selain yang disebutkan di atas, masih banyak hewan lain yang dikorbankan untuk menjadi obat demi kesehatan manusia. Di antaranya kepiting tapal yang langka, rusa kesturi, hingga koral yang begitu penting untuk ekosistem laut

Padahal seperti penjelasan di atas, khasiat yang dicari oleh manusia belum tentu bisa didapatkan dari bagian tubuh hewan-hewan tersebut. Perburuan ini harus segera dihentikan agar populasi mereka tidak terus berkurang di alam liar. 

Baca Juga: 7 Hewan yang Sering Dikorbankan untuk Fashion, yuk Stop!

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya