Comscore Tracker

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Loh

Dari cacing, lalat, hingga kelelawar vampir

Selama ribuan tahun, manusia hidup berdampingan dengan alam, termasuk hewan dan tumbuhan. Selama itu pula, manusia memanfaatkan alam untuk terus bervolusi dan bertahan hidup.

Alam, menyediakan pangan, sandang, hingga papan bagi manusia. Dari semua hewan yang ada di Bumi, manusia utamanya amat bergantung pada hewan-hewan ini.

Ini karena mereka punya kontribusi besar di bidang kesehatan dan telah menyelamatkan nyawa manusia. Mau tahu, hewan apa saja yang dimaksud?

1. Cacing gelang

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup LohWikimedia.org/Bob Goldstein

Cacing gelang atau Caenorhabditis elegans hanya memiliki panjang 1 mm. Hewan super kecil ini baru tampak oleh mata kita setelah diperbesar dengan mikroskop. 

Meski punya tubuh super kecil, C.elegans memiliki kontribusi besar di bidang kesehatan manusia. Peneliti memakai cacing gelang untuk meneliti penyakit parkinson, penyakit ginjal polikistik dan obesitas, ungkap laman Foundation for Biomedical Research.

Sementara, menurut laman Science Direct, para ilmuwan menggunakan C. elegans sebagai model untuk mempelajari mekanisme toksik yang umum dan penyakit neurodegeneratif manusia. FYI, Ellsworth Dougherty dan Victor Nigon adalah ilmuwan pertama yang memakai nematoda untuk penelitian genetis.

2. Lalat buah

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Lohphys.org

Keberadaan dia mungkin menyebalkan karena dianggap hama dan kerap menghinggapi makanan dan buah. Meski begitu, hewan bernama latin Drosophila melanogaster ini adalah 'pahlawan' loh di laboratorium.

Selama lebih dari 100 tahun, peneliti memakai lalat buah sebagai model di bidang genetika dan reproduksi. Spesies ini kerap dijadikan objek penelitian karena beberapa hal, yakni mudah dipelihara di dalam lab, hanya memiliki 4 pasang kromosom, bereproduksi sangat cepat, dan memiliki banyak telur.

Kamu yang sewaktu di SMA dapat mata pelajaran biologi, pasti pernah belajar mengenai kromosom lalat buah kan?

Ya, peneliti mendapat informasi dari lalat ini mengenai ritme sirkadian, penyakit kardiovaskular, kanker hingga peradangan, ujar laman Foundation for Biomedical Research.

Menariknya, 75 persen gen yang terkait dengan penyakit pada manusia memiliki homolog Drosophila dan berbagi kesamaan dalam fungsinya, terang laman IntechOpen.

3. Tikus mol telanjang

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Lohtheverge.com

Tahukah kamu, menurut Science Mag, tikus mol telanjang (Heterocephalus glaber) bisa bertahan selama 18 menit di bawah tanah tanpa oksigen loh.

Selain itu, tikus ini juga bebas kanker karena mereka memiliki hyaluronan massa molekul sangat tinggi. Jumlahnya lima kali lebih besar dari manusia yang lebih rentan terkena kanker.

Selain itu, peneliti juga terkejut karena risiko kematian tikus ini tidak naik ketika mereka bertambah tua, berbeda dengan spesies mamalia lainnya. Angka kematian ini hanya satu dari 10.000 ekor dan tidak berubah walau mereka menua. Ternyata, ini karena tikus mol telanjang memiliki kemampuan aktif untuk perbaikan DNA yang rusak.

Tak heran, peneliti begitu tertarik meneliti hewan pengerat yang satu ini, utamanya untuk penelitian penyakit kanker. 

4. Belangkas

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Lohlongislandpress.com

Kita mengenal hewan ini dengan sebutan belangkas atau mimi. Hewan yang berada di famili Limulidae ini memiliki protein di dalam darah yang bernama Limulus Amebocyte Lysate (LAL). Protein ini dipakai oleh pabrik farmasi dan peralatan medis untuk menguji produk mereka pada endotoksin, tutur Maryland Department of Natural Resources.

Endotoksin sendiri merupakan zat bakteri yang bisa memicu demam dan fatal bagi manusia. Yang bikin unik, darah belangkas berwarna biru ketika terpapar udara. Darah ini mengandung hemocyanin, pigmen pernapasan berbasis tembaga. Keberadaan belangkas sangat penting di bidang kesehatan, farmasi dan medis.

Baca Juga: 7 Hewan dengan Indra Penciuman Terbaik, Manusia Kalah Jauh!

5. Katak

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Lohtechcrunch.com

Sudah sejak lama katak jadi hewan percobaan di laboratorium. Para ilmuwan memakai katak untuk mempelajari fungsi otot, kloning, dan melakukan tes kehamilan, ungkap laman American Museum of Natural History. Hebatnya, katak sudah dikloning 30 tahun lebih awal daripada domba Dolly yang fenomenal itu.

Selain itu, katak juga dipakai untuk meneliti tentang perkembangan embrio, regenerasi jaringan, mekanisme perkembangan darah dan masih banyak lagi, ujar laman Foundation for Biomedical Research. Jenis katak terbaik untuk diteliti di laboratorium adalah katak bercakar Afrika (Xenopus laevis), meski katak lain juga bisa digunakan.

6. Sotong

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Lohmontereybayaquarium.org

Tinta hitam yang dipakai untuk pertahanan diri sotong ternyata bisa menjadi penyelamat bagi manusia dan hewan lain, ujar laman Foundation for Biomedical Research. Menurut para peneliti, tinta ini memiliki sifat anti kanker dan anti mikroba.

Selain itu, tinta sotong juga bisa dipakai untuk peradangan, infeksi retroviral, hipertensi dan bisul. Sementara, menurut penelitian yang dipublikasikan di Bali Medical Journal di tahun 2016, menyebut bahwa ekstrak tulang sotong bisa mempercepat proses penyembuhan patah tulang. It's very useful!

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Burung Hantu Tidak Cocok Jadi Hewan Peliharaan Kita

7. Kelelawar vampir

Tanpa 7 Hewan Ini, Manusia Mungkin Gak Bisa Hidup Lohfineartamerica.com

Seperti yang kita ketahui, kelelawar vampir hidup dari meminum darah. Biasanya, kelelawar yang berasal dari famili Phyllostomidae ini meminum darah hewan, seperti sapi dan kuda, tukas laman National Geographic.

Yang menarik perhatian peneliti ialah molekul spesifik dalam air liur kelelawar, terang laman Foundation for Biomedical Research. Ternyata, kelelawar bisa minum darah karena protein yang ada di air liurnya.

Menurut para ilmuwan, air liur ini bisa memecah gumpalan darah yang menyebabkan stroke. Sementara, peneliti dari University of Queensland menyebut bahwa racun kelelawar vampir bisa meningkatkan aliran darah ke jaringan yang rusak, ungkap laman Geek.com.

Baca Juga: Bikin Meringis, 11 Foto Detik-detik Sebelum Insiden Nahas

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya