Comscore Tracker

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Berat

Di negara ini, warga gak boleh buka Instagram, Facebook, dll

Tahukah kamu, kita tuh beruntung banget loh tinggal di Indonesia karena pemerintah tidak terlalu membatasi internet. Ya, kebebasan yang kamu rasakan saat ini dalam berselancar patut disyukuri loh.

Mengapa? Karena di beberapa negara, apa yang kamu nikmati itu adalah sebuah kemewahan. Hal itu disebabkan karena pemerintah negara tersebut memberlakukan aturan super ketat bagi warganya dalam mengakses internet.

Pembatasan super ketat itu berbentuk banyaknya situs yang diblokir, pengawasan ketat status di media sosial, dan lain sebagainya. Dan, beberapa negara pun menerapkan hukuman berat bagi pelanggar.

Negara mana saja? 

1. Arab Saudi melarang sekitar 400 ribu situs beroperasi di sana

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Beratmiddleeasteye.net

Dilansir dari Interesting Engineering, semua traffic internet di Arab Saudi dikelola dan disaring oleh sebuah proxy di King Abdulaziz City for Science & Technology.  Negara ini memberlakukan aturan ketat mengenai isu-isu apa saja yang tidak boleh diakses warganya. 

Untuk keperluan pembatasan informasi, Arab Saudi melarang sekitar 400 ribu situs beroperasi di sana.

Lalu, topik aa saja yang dilarang diakses warga?  Semua topik atau situs yang mengandung informasi tentang penggunaan obat terlarang, LGBT, pornografi, dan perjudian akan diblokir.

Tidak hanya itu, situs yang menentang kerajaan Saudi juga dilarang, termasuk pula situs yang berafiliasi dengan Iran, Yaman, dan Siria.

 

2. Iran dengan "halal internet"

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Beratyimg.com

Iran dengan terang-terangan menyatakan bahwa mereka tidak ingin ada pengaruh negara-negara barat kepada warganya. Oleh karena itu, pemerintah setempat membatasi akses terhadap Twitter, YouTube, Facebook, Telegram, dan semua platform yang asalnya dari barat. 

Bukan hanya itu, semua kritik yang ditujukan kepada pemerintah juga akan diblokir. Ini dilakukan untuk menekan jumlah protes di internet. Dilansir dari CIGI Online, mereka bahkan memiliki istilah “halal internet” yang meliputi semua situs yang aman untuk diakses tanpa upaya pemblokiran pemerintah. 

3. Vietnam yang membatasi opini publik

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi BeratPixabay/InstagramFOTOGRAFIN

Nah, salah satu negara tetangga Indonesia ini juga membatasi akses warganya. Ya, Vietnam memberlakukan aturan internet yang ketat.

Namun regulasi yang dimiliki oleh Vietnam lebih mengarah pada pembatasan kebebasan beropini di dunia maya.

Semua situs dan penggunaan internet untuk mengkritik pemerintah akan diberi sanksi tegas, yaitu berupa hukuman penjara. Informasi kontroversial yang mengandung kekerasan, pornografi, dan takhayul juga diblokir. 

Baca Juga: 8 Aplikasi dan Website Ini Diblokir di China, Jangan Harap Bisa Akses!

4. Tiongkok memiliki julukan "The Great Firewall"

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Beratturner.com

Selain terkenal dengan The Great Wall atau Tembok Besar, Tiongkok juga dijuluki sebagai The Great Firewall. Apa artinya? Julukan itu disematkan karena negara tersebut melakukan sensor besar-besaran pada akses internet warganya. 

Ada banyak aplikasi dan situs yang diblokir di negara Asia Timur itu. Di antaranya adalah Google, Instagram, Facebook, Twitter, dan WhatsApp. Hal ini dilakukan untuk menekan aspirasi dan protes yang menentang pemerintah. 

Namun, Tiongkok kemudian mengembangkan berbagai situs dan aplikasinya sendiri loh. Contohnya Weibo untuk media sosial, Baidu untuk mesin pencari, dan lain sebagainya. 

5. Ethiopia, pemerintah punya kewenangan mematikan internet, kapan saja

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Berataljazeera.com

Ethiopia, negara kecil yang terletak di Afrika ini juga memiliki aturan pembatasan terhadap internet. Mengingat banyaknya protes dan konflik di sana, pemerintah memberlakukan larangan untuk menyuarakan pendapat di dunia maya. 

Jika kamu ketahuan melakukannya, kamu terancam mendapatkan sanksi berupa hukuman penjara. Bukan hanya itu, internet juga dimiliki oleh negara sehingga mereka bisa memutusnya kapan pun.

“Semua koneksi kepada internet internasional benar-benar tersentralisasi via Ethio Telecom, ini memungkinkan pemerintah untuk memutus internet semau mereka,” mengutip laporan Freedom on the Net yang terbit pada tahun 2018.

6. India ingin menyontek aturan ketat internet ala Tiongkok

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Beratmnnonline.org

Dilansir dari New York Times, pemerintah India mengatakan bahwa mereka ingin melakukan penyensoran internet seperti metode yang diterapkan oleh Tiongkok. Beberapa situs dan aplikasi yang diblokir di sana adalah Reddit, Telegram, situs pornografi, hingga TikTok (blokir baru saja dicabut).

Pada tahun lalu, India juga menghadapi konflik dengan Facebook. Pasalnya, negara tersebut tidak setuju dengan sistem enkripsi yang dimiliki oleh WhatsApp. Mereka menilai bahwa membutuhkan transparansi. Sedangkan WA memang berkomitmen untuk melindungi privasi penggunanya untuk sistem tersebut.

7. Korea Utara yang tertutup

Batasi Internet Super Ketat, 7 Negara Ini Siapkan Sanksi Beratibtimes.com

Sebagai negara yang tertutup, tak lengkap rasanya membicarakan pembatasan internet tanpa Korea Utara. Negara yang dipimpin oleh Kim Jong Un tersebut bisa dibilang memiliki pembatasan paling banyak dan ketat di antara semua negara yang ada di daftar ini. 

Pertama, pemerintah menyadap semua smartphone dan komputer yang dipakai oleh warganya untuk memudahkan dalam memantau aktivitas mereka. Kedua, internet sepenuhnya dikendalikan dan dikontrol oleh pemerintah.

Warga pun tidak boleh berhubungan dengan orang yang ada di negara lain. Akses terhadap situs dan konten hiburan internasional dilarang keras, semua yang melanggar akan mendapatkan hukuman yang kejam. Bisa berupa eksekusi mati, penjara, atau dihilangkan tanpa jejak.

Baca Juga: 8 Cara Korea Utara Membatasi Gerak Warganya dengan Teknologi

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya