Comscore Tracker

Mengenal Tradisi Seba Baduy, Ungkap Syukur Urang Kanekes

Suku Baduy teguh memegang tradisi warisan leluhur

Baduy atau biasa disapa dengan Urang Kenekes merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia dan menutup diri dari dunia luar. Akan tetapi ada satu waktu orang Baduy berbondong-bondong keluar ketika akan melakukan tradisi Seba Baduy.

Pada saat itulah semua orang Baduy-- baik luar atau dalam--melakukan perjalanan jauh dari Desa Kanekes, Kabupaten Lebak. Padahal kelompok etnis ini memiliki keyakinan yang tabu untuk didokumentasikan, apalagi untuk wilayah Baduy Dalam.

Simak nih penjelasannya. 

Baca Juga: Mengenal Angklung Buhun, Alat Musik Sakral Suku Baduy

1. Filosofi Orang Baduy

Mengenal Tradisi Seba Baduy, Ungkap Syukur Urang KanekesSuku Baduy bertani (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Orang Baduy mempunyai filosofi, yakni lojor henteu beunang dipotong, pendek henteu beunang disambung. Arti di balik filosofi ini adalah panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung.

Filosofi sampai saat ini tetap aktual untuk masyarakat Baduy yang ada di pedalaman Lebak.

Mereka merayakan sebuah tradisi upacara Sebas sebagai bentuk perwujudan ungkapan rasa syukur kepada Bapak-bapak gede. Bapak-bapak gede ini maksudnya adalah Bupati ataupun kepala pemerintahan daerah.

Bagi masyarakat Baduy bahwa perayaan adat Seba merupakan peninggalan leluhur tetua atau kokolot yang harus dilakukan dalam satu tahun sekali. Biasanya tradisi tersebut akan dilakukan setelah musim panen ladang huma.

Tradisi kali ini sudah ada sejak lama dari ratusan tahun yang lalu waktu masa Kesultanan Banten di Kabupaten Serang.

Baca Juga: Filosofi dan Keseriusan Suku Baduy dalam Menjaga Hutan 

2. Arti dari Seba dalam Baduy

Mengenal Tradisi Seba Baduy, Ungkap Syukur Urang KanekesWarga Baduy Dalam menunggu wisatawan di Desa Kanekes, Lebak (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas)

Dalam bahasa Baduy artinya Seba adalah "seserahan," sehingga Seba yang menjadi tradisi budaya di Baduy adalah tradisi seserahan hasil bumi. Selain itu, Suku Baduy juga biasanya melaporkan kejadian yang telah terjadi selama 1 tahun terakhir di Suku Baduy kepada pemerintah setempat.

Tradisi yang selalu dilakukan oleh Suku Baduy ini sebagai bentuk ungkapan rasa syukur baik untuk Baduy Luar ataupun Baduy Dalam. Sebab pada saat itu sudah mendapatkan hasil panen yang sangat melimpah.

Kegiatan tradisi Seba yang dilakukan baduy adanya paksaan dari pihak siapapun. Masyarakat Baduy akan berbondong-bondong membawa hasil panen ke pemerintah.

3. Hukum Adat Leluhur Baduy

Mengenal Tradisi Seba Baduy, Ungkap Syukur Urang KanekesANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Berikut Hukum Adat Leluhur Baduy yang lengkap:


Gunung tak diperkenankan dilebur

Lembah tak diperkenankan dirusak

Larangan tak boleh di rubah

Panjang tak boleh dipotong

Pendek tak boleh disambung

Yang bukan harus ditolak yang jangan harus dilarang

Yang benar haruslah dibenarkan

 

4. Suku Baduy berpegang teguh pada aturan dan tradisi dari leluhur

Mengenal Tradisi Seba Baduy, Ungkap Syukur Urang KanekesANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

Sejak zaman dahulu Suku Baduy memang selalu berpegang teguh pada aturan yang sudah menjadi ketetapan kepala adat atau Pu’un yang biasanya memang berlandaskan aturan dan tradisi nenek moyang atau leluhur. Mereka patuh dan dijadikan sebagai pegangan yang mutlak dalam menjalankan kehidupan secara bersama.

Tidak hanya itu, adanya dorongan cukup kuat dari keyakinannya seluruh masyarakat Baduy agar tidak menentang aturan yang sudah ditetapkan kepala adat. 

5. Pakaian masyarakat Baduy dalam Tradisi Seba

Mengenal Tradisi Seba Baduy, Ungkap Syukur Urang KanekesRitual Seba Baduy biasanya diikuti ribuan orang (Antaranews)


Ketika tradisi Seba Baduy berlangsung maka ribuan masyarakat akan keluar dan ke Kota Serang. Para masyarakat Baduy Dalam ini akan mengenakan pakaian serba putih yang datang ke pemerintahan dengan jalan kaki. 

Sementara itu, masyarakat Baduy Luar akan datang ke pemerintahan dengan menggunakan truk. Namun sebelumnya mereka mengadakan ritual adat Ngawalu dan Ngalaksa terlebih dahulu dengan syukuran dan saling berkunjung ke tempat tetangga ataupun saudara.

Demikianlah pembahasan mengenai tradisi Seba Baduy yang merupakan peninggalan adat dari leluhur tetua. Tradisi ini masih ada sampai sekarang sebagai bentuk ungkapan rasa syukur yang diberikan kepada pemerintahan.

Baca Juga: 8 Tips Wisata Budaya ke Pemukiman Baduy di Lebak

Topic:

  • Ita Lismawati F Malau

Berita Terkini Lainnya