142 Sekolah Rusak di Kabupaten Tangerang Direhabilitasi

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 142 sekolah rusak di Kabupaten Tangerang telah direhabilitasi oleh Dinas Pendidikan setempat pada tahun 2024. Rehabilitasi tersebut dilakukan pada ratusan gedung sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
"Dari 142 sekolah itu, terdiri dari SDN dan SMPN di Kabupaten Tangerang dengan rincian, untuk perbaikan SDN di tahun 2024 ini sebanyak 68, sementara untuk SMPN kurang lebih sebanyak 74 sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, Jumat (16/8/2024).
1. Perbaikan dilakukan pada berbagai bangunan yang ada di sekolah tersebut

Dadan mengungkapkan, perbaikan yang dilakukan juga cukup beragam, ada yang rehabilitasi ringan, sedang, dan berat. Mulai dari ruang kelas, ruang guru, laboratorium, bangunan UKS, perpustakaan, ruang TU, dan taman sekolah.
"Perbaikannya beragam tidam hanya ruang kelas, tapi ada juga sarana penunjuang pendidikan belajar yang lain, seperti laboratorium," ujarnya.
2. Sebanyak 15 sekolah lagi tengah menunggu diperbaiki tahun ini

Lanjut Dadan, di tahun 2024 ini pihaknya masih akan memperbaiki 15 sekolah baik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Belum selesai semua. Kami masih ada kurang lebih sekitar 15 lagi, untuk tahun 2024. Sisanya, akan dilanjutkan tahun 2025," ungkapnya.
3. Dindik sebut dana CSR bisa bantu perbaiki sekolah

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang mencatat, 96 bangunan Sekolah Dasar (SD) negeri di sana dalam kondisi rusak. Sementaraa jumlah bangunan SD negeri di Tangerang ada 742 unit.
Kabid SD Disdik Kabupaten Tangerang, Dilly Windu mengungkap, 96 bangunan sekolah itu bahkan masuk kategori rusak berat. Dari jumlah itu, sekitar 2,6 persennya akan menjadi fokus Disdik Kabupaten Tangerang.
"Proses perbaikan akan dilakukan secara bertahap, karena anggaran yang kami pegang terbatas," kata Dilly, seperti dikutip dari ANTARA, Jumat (9/8/2024).
Untuk mempercepat dan menambah kuota perbaikan bangunan sekolah, Disdik Tangerang tengah meminta dana bantuan Corporate Social Responsibility (CSR)--baik dari pusat maupun provinsi-- sehingga jumlah sekolah yang diperbaiki setiap tahun lebih banyak.
Meski demikian, dia menilai, dana CSR pun tidak bisa memperbaiki semua bangunan yang rusak. "Paling CSR hanya bisa membantu dua sekolah, mungkin hanya bisa membantu lima sekolah, mungkin bantuan provinsi hanya bisa bantu tiga sekolah. Jadi proses perbaikan dilakukan secara bertahap," paparnya.