Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

146 Warga di Tangsel Alami Diare Massal, Diduga Sumber Air Tercemar

Kota Tangerang Selatan
3 min read
146 Warga di Tangsel Alami Diare Massal, Diduga Sumber Air Tercemar
ilustrasi BAB, sembelit, konstipasi, sakit perut, toilet (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
  • Sebanyak 146 warga Perumahan Serpong Lagoon, Tangsel, mengalami diare dan muntaber bersamaan dalam sepekan, disertai demam, mual, serta pusing.

  • Warga mendata keluhan serupa lalu melapor ke RT dan Puskesmas; dugaan mengarah pada air konsumsi, sehingga Dinas Kesehatan dan Lingkungan Hidup mengambil sampel.

  • Hingga 12 Oktober 2026, 67 warga sembuh, 67 rawat jalan, dan 11 dirawat di rumah sakit; balita menjadi kelompok paling terdampak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 146 warga di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban keracunan air yang sehari-hari dikonsumsi. Akibatnya ratusan warga tersebut diare dan muntaber secara bersamaan.

Ketua RT setempat, Heru Cahyono membenarkan hal tersebut. Keluhan warganya itu terjadi pada sepekan terakhir. Tiba-tiba saja secara bersamaan hanya hitungan hari, warga mengeluhkan demam, mual, pusing yang berujung pada diare dan muntaber.

"Benar, sampai hari ini ada warga sebanyak 146 terkena diare, muntaber," ujar Heru, Rabu (14/10/2026).

  1. 1. Penghuni lalu bersama-sama mengecek ke Posyandu

    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)
    ilustrasi keracunan makanan (IDN Times/Novaya Siantita)

    Heru mengungkapkan, awalnya ibu-ibu di perumahan tersebut mengaku curiga, kenapa gelaja sakit setiap penghuni rumah seperti sama. Lalu, secara inisiatif, ibu-ibu kader Posyandu dan kesehatan itu pun secara inisiatif mendata ada berapa warga yang mengeluhkan sakit serupa.

    Hasilnya terus bertambah hingga didapat 146 warga yang mengeluhkan sakit tersebut. Temuan tersebut langsung dilaporkan ke ketua RT untuk diteruskan ke Puskesmas.

    Dugaan pun mencuat ke penggunaan air oleh warga. Dinas terkait juga sudah turun ke pemukiman untuk mengambil sampel.

    "Dari Dinas Kesehatan dan LH sudah turun ke perumahan kami, untuk ambil sample air di semua RT. Kami pun menguji air sendiri dengan pihak swasta agar ada pembanding," katanya.

  2. 2. 11 orang menjalani rawat inap di Rumah Sakit, korban mayoritas balita

    ilustrasi keracunan makanan (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi keracunan makanan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Sementara, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengaku sudah melakukan penanganan terhadap peningkatan kasus diare akut yang terjadi di Perumahan Serpong Lagoon tersebut.

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, Allin Hendalin Mahdaniar menuturkan, laporan masuk ke Dinkes pada 7 Oktober 2026. Setelah sejumlah warga mengalami keluhan kesehatan berupa diare, demam, mual, dan muntah dalam waktu yang hampir bersamaan.

    "Lalu, berdasarkan hasil pemantauan hingga 12 Oktober 2026, tercatat sebanyak 145 warga mengalami gejala diare, dengan 67 orang telah sembuh, 67 orang menjalani rawat jalan, dan 11 orang mendapatkan perawatan di rumah sakit," kata Allin.

    Kasus diare tersebut terjadi pada berbagai kelompok usia, mulai dari balita, anak-anak hingga orang dewasa. Berdasarkan hasil pendataan sementara, kelompok balita merupakan kelompok yang paling banyak terdampak.

  3. 3. Dinkes telah lakukan uji kualitas sampel air yang dikonsumsi para korban

    ilustrasi sampel air (freepik.com/freepic.diller)
    ilustrasi sampel air (freepik.com/freepic.diller)

    Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan bersama UPTD Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi, pendataan dan pemantauan kasus, pemeriksaan kesehatan, serta pemberian pengobatan kepada warga yang mengalami keluhan.

    "Dinas Kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan kualitas air melalui pengambilan sampel di instalasi pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant/WTP dan rumah warga untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi faktor risiko kejadian diare," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More