Lebak, IDN Times – Kisah memilukan dialami Suryadi (38), warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak. Ia bersama istri dan dua anaknya harus bertahan hidup di rumah reyot yang nyaris ambruk selama 15 tahun.
Rumah berukuran 3x4 meter itu terbuat dari kayu dan anyaman bambu yang sudah lapuk dimakan usia. Kondisinya miring, atap bocor, bahkan sebagian bangunan harus disangga dengan tiang agar tidak roboh. Di dalam rumah, lantai masih berupa tanah dengan perabotan seadanya.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Suryadi bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan tidak menentu. Ia juga mencari tambahan dengan berburu kroto (telur semut rangrang) setiap akhir pekan.
“Penghasilannya tidak menentu, kadang ada kadang tidak. Sabtu biasanya cari kroto buat nambah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
