Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Akses Rangkasbitung–Lebak Selatan Terancam, Jembatan Tambakbaya Rusak (Dok. IDN Times/Nda)
Akses Rangkasbitung–Lebak Selatan Terancam, Jembatan Tambakbaya Rusak (Dok. IDN Times/Nda)

Intinya sih...

  • 575 rumah terendam, 34 rusak, dan satu orang meninggal akibat banjir dan longsor di Lebak

  • Ratusan hektare sawah terendam banjir, 50 ha gagal panen, pemerintah siapkan bantuan benih padi dan pupuk

  • Petani yang gagal panen mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa melakukan percepatan tanam awal Februari mendatang

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Lebak, IDN Times - Sedikitnya 18 kecamatan di Lebak terdampak bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir hingga longsor. Bencana itu dipicu cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Sukanta mengatakan, masyarakat yang terdampak bencana alam tersebar di 42 desa dan 53 titik lokasi. "Banjir berangsur surut," kata Sukanta, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (15/1/2026).

1. Rumah warga hingga jalan rusak setelah banjir dan longsor

Longsor di Bayah Lebak, Tujuh Rumah Warga Rusak Tergerus Tebing (Dok. IDN Times/Sandi)

Hingga Kamis, 15 Januari, hujan masih turun di wilayah Lebak, sejak dini hari hingga siang hari. Untuk itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem tersebut, karena berpotensi menimbulkan bencana alam.

Selama 5 hari terakhir diterjang banjir dan longsor di Kabupaten Lebak, sebanyak 575 rumah terendam, 34 rumah dan infrastruktur jalan rusak serta satu orang dilaporkan meninggal dunia. "Kami masih melakukan estimasi pendataan kerugian akibat bencana alam itu," kata Sukanta.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi mengatakan saat ini ruas jalan yang terdampak bencana longsor tercatat 12 titik dan di antaranya 8 titik sudah ditangani, sedangkan 4 titik lainnya belum.

Sementara ruas jalan yang rusak parah di Kecamatan Panggarangan, Sobang, Bayah, Cikoret Muara Dua, serta Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cikulur, tepatnya pada ruas jalan Sampay–Cileles.

"Kami hingga kini masih melakukan survei lapangan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat akibat kerusakan jalan itu," katanya

2. Sawah di Lebak terendam banjir dan terancam gagal panen

Ilustrasi kerusakan sawah setelah banjir melanda (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Selain itu, ratusan hektare (ha) sawah di Lebak juga terendam banjir. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar mengatakan, tanaman padi yang terendam seluas sekitar 136 ha dengan rata-rata usia 80 hari setelah tanam dan siap panen pada Februari 2026.

Berdasarkan hasil pendataan, areal persawahan yang gagal panen seluas 50 ha karena terendam hingga dua pekan, sedangkan, sisanya seluas 86 ha terendam hingga dua hari dari luas tanaman sekitar 136 ha..

"Kami khawatir jika banjir itu merendam padi hingga satu pekan ke depan dipastikan 86 ha lainnya bisa puso," katanya menjelaskan.

Menurut dia, areal persawahan yang terendam banjir dan gagal panen yang terparah tersebar di Kecamatan Cibadak dan Banjarsari karena letak persawahan di daerah itu langganan banjir jika curah hujan tinggi, terlebih masuk kategori sawah tadah hujan tanpa memiliki sarana irigasi.

3. Pemerintah menyiapkan berbagai bantuan untuk petani

Ilustrasi sawah rusak setelah banjir melanda (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Menindaklanjuti kondisi itu, pemerintah daerah sudah menyiapkan bantuan sarana produksi, seperti benih padi dan pupuk untuk petani yang mengalami gagal panen. "Kami minta petani yang gagal panen agar cepat mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa melakukan percepatan tanam awal Februari mendatang," katanya.

Sementara itu, sejumlah petani di Desa Tambakbaya Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak menyatakan bahwa mereka mengalami kerugian akibat gagal panen di lahan seluas 20 ha dengan nilai Rp200 juta dari biaya produksi Rp10 juta per ha.

"Kami bersama petani kini mengusulkan bantuan sarana produksi agar bisa kembali tanam," kata Iyang, seorang petani Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak.

Kelompok Tani Desa Cisangu Ahmad mengatakan, pihaknya mendesak Dinas Sumber Daya Air (SDA) Pemprov Banten segera membangun irigasi yang ada di Kecamatan Tunjungteja, Kabupaten Serang.

Editorial Team