22 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Salah satu WNI yang direpatriasi, Zulfan mengungkapkan, dia pertama kali mendapatkan tawaran untuk ikut repatriasi dari Kedubes RI di Teheran. Ia menerima link pendaftaran dan segera mendaftar agar bisa dipulangkan ke Indonesia.
"Kami 2 hari sebelum berangkat menerima surat undangan dari KBRI Teheran, barang siapa yang siap dievakuasi mengisi form, dan banyak yang tidak mengisi," katanya.
Ia mengatakan, saat berada di KBRI di Teheran, situasi cukup mencekam lantaran rudal dan bom masih lalu lalang di langit Teheran, bahkan dekat dengan KBRI di Teheran saat itu. Suara-suara ledakan pun masih terdengar, kaca-kaca bergetar. Namun, tak sampai melukai WNI yang ada di KBRI saat itu.
"Saat itu 10 bom di atas KBRI lewat, kemudian 1-2 km bom itu luar biasa," katanya.
Ia mengatakan, proses perjalanan repatriasi tersebut cukup memakan waktu, yakni mencapai 9 jam untuk sampai ke perbatasan Iran dengan Azerbaijan. Ia lantas melanjutkan perjalanan darat ke Turki hingga bisa terbang ke Indonesia.
"Alhamdulillah dari Kedubes RI di Teheran, Azerbaijan, sampai Turki mengurusi kami dengan baik tanpa kekurangan apapun," pungkasnya.