Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
22 WNI yang Direpatriasi dari Iran, Tiba di Bandara Soekarno-Hatta
22 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

  • Sebanyak 22 WNI yang terdiri dari pekerja dan pelajar tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah dievakuasi dari Iran menggunakan Turkish Airline, disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
  • Proses repatriasi dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai negara karena banyak wilayah udara Timur Tengah masih ditutup, sehingga jalur evakuasi harus dipertimbangkan secara ketat demi keamanan.
  • Pemerintah membuka gelombang kedua repatriasi bagi 36 WNI tambahan dari Iran, sementara para peserta gelombang pertama menempuh perjalanan darat hingga sembilan jam sebelum akhirnya terbang ke Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Sebanyak 22 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (10/3/2026). Mereka tiba di Tanah Air dengan menggunakan Turkish Airline dan mendarat sekitar pukul 18.09 WIB.

Pantauan IDN Times di lokasi, puluhan WNI yang merupakan pekerja dan pelajar tersebut datang dijemput oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono hingga menemui awak media.

"Hari ini, gelombang pertama total ada 32 WNI yang direpatriasi, hari ini ada 22 orang dan besok ada 10 orang lagi yang akan tiba di Indonesia," ungkap Sugiono.

1. Repatriasi dilakukan usai adanya WNI yang mendaftar saat ditawari oleh Kedubes RI di Teheran

22 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sugiono mengungkapkan, proses repatriasi dilakukan melalui beberapa tahapan. Dimana, Sugiono sempat meminta Kedubes RI di Teheran untuk menawarkan WNI untuk pulang ke Indonesia melalui proses repatriasi.

"Dari gelombang pertama pendaftaran, ada 32 orang yang mendaftar dan langsung kami proses kepulangannya," ujar Sugiono.

2. Kemenlu koordinasi dengan berbagai negara untuk pemulangan WNI ke Indonesia

22 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Ia mengungkapkan, proses repatriasi pun bukan merupakan hal mudah, melainkan harus melakukan koordinasi yang sangat berat lantaran banyak wilayah udara di negara-negara Timur Tengah yang masih ditutup. Sehingga, perlu dilakukan pertimbangan keamanan jalur yang aman dilintasi oleh rombongan WNI.

"Banyak faktor yang menjadi variabel pada proses repartsiasi ini, baik itu keamanan dan aturan yang dikeluarkan oleh otoritas setempat, jalur evakuasinya, wilayah mana yang wilayah udaranya dibuka mana yang ditutup, perjalanan mana yang harus dilakukan, dan sebagainya," ungkapnya.

3. Bakal ada 36 WNI lagi yang direpatriasi dari Iran di gelombang kedua

22 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sugiono menegaskan, pihaknya saat ini telah membuka gelombang kedua repatriasi untuk WNI di Iran. Untuk saat ini, telah ada 36 WNI yang mendaftar dan meminta untuk dipulangkan ke Indonesia. "Kemudian gelombang kedua, sore ini sudah ada 36 yang mendaftarkan diri untuk repatriasi ke Tanah Air dari Iran," katanya.

Ia pun mengucapkan selamat kembali ke Tanah Air dan berkumpul bersama keluarga terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 mendatang.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah bekerja keras hingga proses pemulangan saudara kita bisa berjalan baik mulai dari kedubes RI di Teheran, Kedubes RI di Baku, terimakasih pemerintah negara yang kami lewati di jalur darat sehingga bisa sampai di Indonesia dengan selamat," katanya.

4. Cerita salah satu WNI: 9 jam perjalanan untuk keluar dari Iran

22 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Salah satu WNI yang direpatriasi, Zulfan mengungkapkan, dia pertama kali mendapatkan tawaran untuk ikut repatriasi dari Kedubes RI di Teheran. Ia menerima link pendaftaran dan segera mendaftar agar bisa dipulangkan ke Indonesia.

"Kami 2 hari sebelum berangkat menerima surat undangan dari KBRI Teheran, barang siapa yang siap dievakuasi mengisi form, dan banyak yang tidak mengisi," katanya.

Ia mengatakan, saat berada di KBRI di Teheran, situasi cukup mencekam lantaran rudal dan bom masih lalu lalang di langit Teheran, bahkan dekat dengan KBRI di Teheran saat itu. Suara-suara ledakan pun masih terdengar, kaca-kaca bergetar. Namun, tak sampai melukai WNI yang ada di KBRI saat itu.

"Saat itu 10 bom di atas KBRI lewat, kemudian 1-2 km bom itu luar biasa," katanya.

Ia mengatakan, proses perjalanan repatriasi tersebut cukup memakan waktu, yakni mencapai 9 jam untuk sampai ke perbatasan Iran dengan Azerbaijan. Ia lantas melanjutkan perjalanan darat ke Turki hingga bisa terbang ke Indonesia.

"Alhamdulillah dari Kedubes RI di Teheran, Azerbaijan, sampai Turki mengurusi kami dengan baik tanpa kekurangan apapun," pungkasnya.

Editorial Team