Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur, BPS: Pasar Kerja Belum Pulih
(Ilustrasi pengangguran di jobfair) IDN Times/Muhamad Iqbal
  • BPS Banten mencatat 411 ribu warga masih menganggur pada Februari 2026, setara 6,59 persen dari total angkatan kerja 6,24 juta orang meski turun dibanding November 2025.
  • Penurunan pengangguran bukan karena peningkatan penyerapan tenaga kerja, melainkan turunnya jumlah angkatan kerja dan partisipasi kerja yang melemah hingga 65,01 persen.
  • Sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian tetap jadi penyerap tenaga kerja utama, namun mayoritas pekerja berpendidikan rendah mendominasi dengan proporsi lulusan SD ke bawah mencapai 35,74 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sebanyak 411 ribu warga masih menganggur pada Februari 2026. Angka tersebut setara dengan 6,59 persen dari total angkatan kerja yang mencapai 6,24 juta orang.

Meski tingkat pengangguran menurun dibandingkan November 2025 yang mencapai 430 ribu orang, kondisi itu menunjukkan persoalan ketenagakerjaan di Banten belum sepenuhnya teratasi. Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana mengatakan, fluktuasi jumlah angkatan kerja turut memengaruhi dinamika tingkat pengangguran.

“Secara data dan persentase jumlah yang bekerja memang bertambah, tetapi dinamika angkatan kerja juga berubah. Ini yang memengaruhi angka pengangguran,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

1. Penurunan angka pengangguran dampak turunnya angkatan kerja

Ilustrasi Pengangguran akibat terkena PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

Ia menjelaskan, pada Februari 2026 jumlah angkatan kerja tercatat 6,24 juta orang dari total 9,59 juta penduduk usia kerja. Angka ini menurun dibandingkan November 2025 yang mencapai 6,48 juta orang. Penurunan jumlah angkatan kerja berdampak pada turunnya angka pengangguran. Namun, jumlah penduduk yang bekerja juga ikut menurun dari 6,05 juta orang pada November 2025 menjadi 5,83 juta orang pada Februari 2026.

“Dari total 5,83 juta penduduk bekerja, sekitar 4,57 juta orang merupakan pekerja penuh waktu. Sisanya terdiri dari 923 ribu pekerja paruh waktu dan 335 ribu setengah pengangguran,” katanya.

2. Penurunan pengangguran tidak sepenuh karena penyerapan tenaga kerja

ilustrasi pengangguran (pexels.com/Nathan Cowley)

Yusniar menegaskan, penurunan angka pengangguran tidak sepenuhnya karena peningkatan penyerapan tenaga kerja. “Artinya, pasar kerja kita masih belum cukup kuat menyerap tenaga kerja secara konsisten,” katanya.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan dari 67,75 persen pada November 2025 menjadi 65,01 persen pada Februari 2026.

“Proporsi pekerja formal juga turun menjadi 52,19 persen dari sebelumnya 52,72 persen. Ini menunjukkan kualitas pekerjaan masih menjadi tantangan,” jelasnya.

3. Sektor perdagangan, industri, dan pertanian masih jadi penyerap tenaga kerja tertinggi

ilustrasi pedagang pasar (pexels.com/İrem Yılmaztürk)

BPS mencatat sektor perdagangan, industri pengolahan, dan pertanian masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banten. Namun, mayoritas tenaga kerja didominasi oleh lulusan berpendidikan rendah.

Pada Februari 2026, lulusan SD ke bawah mencapai 2,08 juta orang atau 35,74 persen dari total pekerja, meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 1,86 juta orang atau 30,79 persen.

Sebaliknya, penyerapan tenaga kerja lulusan SMK menurun, dari 856,05 ribu orang menjadi 719 ribu orang. Penurunan juga terjadi pada lulusan SMA dan SMP.

Sementara itu, tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) hanya sekitar 10,51 persen dari total pekerja. “Ini tentu menjadi tantangan dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja di Banten,” katanya.

Editorial Team