Apakah kamu termasuk sandwich generation? Generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi, yaitu orangtuanya, diri sendiri, dan anaknya.
Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, istilah ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1981 oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller.
Kondisi tersebut dianalogikan seperti sandwich dimana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise, dan saus yang terhimpit oleh roti diibaratkan bagai diri sendiri.
Nah, sebagai sandwich generation, kamu perlu bijak dalam mengatur waktu, tenaga, dan uang yang dimiliki agar bisa menuntaskan semua yang jadi kewajiban. Memegang peran sebagai seorang individu, anggota keluarga, dan masih banyak lagi, tidak lantas menyurutkan semangat para sandwich generation untuk terus berusaha.
Fokus mendukung anggota keluarga sudah jadi kewajiban. Namun, fokus pada dirimu sendiri tidak boleh terlupakan.
Kelima tips di bawah ini akan membantumu untuk mengerjakan semuanya dengan porsi yang seimbang. Dengan demikian, tidak ada yang tertinggal dan semua pihak bisa tetap berbahagia.
