ilustrasi pasangan (pexels.com/Gustavo Fring)
Meski soal merayakan Valentine atau tidak merupakan masalah sepele, boleh jadi masih ada kelanjutannya, terutama bila pandangan pacarmu berkaitan dengan ajaran agama.
Mungkin saja dia juga keberatan merayakan tahun baru. Artinya, bertambah lagi tugasmu untuk menyesuaikan diri dengannya bila kamu terbiasa larut dalam perayaan tahun baru.
Belum lagi perayaan-perayaan lain yang dipandangnya tidak perlu. Berpacaran dengannya bikin kehidupanmu mendadak terasa sunyi sekali. Kamu pun menjadi kurang bahagia sekalipun sayang padanya. Dirimu merasa ada perbedaan besar di antara kalian yang tidak dapat dicari titik temunya.
Di luar urusan berbagai perayaan, mungkin masih ada lagi perbedaan pandangan yang tajam antara kamu dengan dirinya. Lama-lama semua ini bisa memicu perselisihan di antara kalian. Waktunya mempertimbangkan hubunganmu dengannya. Kira-kira bisa tidak kamu bertahan menjalin cinta apalagi melangkah ke jenjang yang lebih serius bersamanya?
Hari kasih sayang penting bagi sebagian orang. Namun, sebagiannya lagi justru menolak keras dan berpendapat lebih banyak keburukan jika mereka merayakannya. Perbedaan pandangan antara kamu serta pacar telah menjadi tanda awal kalian kurang sefrekuensi. Atasi dengan komunikasi yang baik dan bersikap toleran bila kamu masih mampu. Kalau ini terlalu menyebalkan bagimu, pikirkan lagi kelanjutan hubungan kalian.