Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ada Motif Baru Kasus Suami di Lebak Tega Bacok Istri Sendiri
Barang bukti pembacokan di Lebak (Dok. IDN Times/Polres Lebak)

Serang, IDN Times - Polisi mengungkap motif terbaru kasus suami berinisial DK (56) yang membacok istrinya sendiri di Lebak. Korban, SI (36) diduga sempat cekcok dengan mantan istri DK berinisial Ju, beberapa hari sebelum pembacokan. 

Keributan SI dengan Ju itu dipicu karena korban enggan memberikan anak kucing angora kepada anak kandung pelaku dari istri terdahulunya, JT dan MN. Selama ini, kedua anak tersebut tinggal bersama DK dan SI. 

Korban SI kemudian melampiaskan kekesalahan itu kepada sang suami. Hal ini kemudian memicu adu mulut. 

"Setelah cekcok mulut tersebut, korban dan tersangka saling diam dan tidak bicara hingga beberapa hari," kata Kasat Reskrim Polres Lebak Iptu Andi Kurniady Eka Setyabudi, Rabu (1/3/2023).

1. Pelaku DK kesal terhadap korban SI setelah kedua anaknya--dari istri terdahulu-- pergi

ilustrasi pembunuhan (IDN Times/Nathan Manaloe)

Setelah cekcok ini, kedua anak DK dari istri terdahulu, JT dan MN, pergi dan tinggal di rumah Ju. Hal itu menambah kekesalan pelaku DK.  

Pada Selasa (28/3/2023) sekitar jam 09.00 WIB, korban SI menghampiri pelaku DK untuk meminta uang belanja. Saat itu, DK tengah memotong kayu bakar di pabrik tempat pembuatan tahu dan oncom miliknya.

Setelah memberikan uang belanja, DK meminta korban untuk membujuk JT untuk kembali tinggal bersama di rumah. Namun, korban menolak mentah-mentah. 

"Korban masih tidak terima disebut pelit karena tidak mau memberikan kucing," katanya.

2. Pelaku sempat melampiaskan emosi menebas golok ke kursi

Ilustrasi TKP (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam keadaan emosi, pelaku DK berjalan ke rumah sambil menenteng golok, korban pun mengikuti pelaku dengan membawa potongan kayu. Melihat korban yang membawa potongan kayu pelaku semakin emosi sehingga pelaku membacok- bacokkan golok ke kursi kayu yang ada di teras rumah secara berulang kali.

"Korban menghampiri pelaku meminta mengarahkan golok ke korban sehingga terjadi rebutan golok," katanya.

3. Korban sempat melarikan diri dalam kondisi terluka

Ilustrasi penganiayaan korban bersimbah darah. (IDN Times/Aditya Pratama)

Karena sudah terpancing emosi akhirnya, dengan gelap mata pelaku membacok bagian kepala pelaku. Sempat korban ingin melakukan perlawanan, namun, pelaku langsung menebas ke bagian badan korban.

Dalam kondisi terluka korban masih bisa melarikan diri ke jalan depan rumah dan dikejar kembali oleh pelaku.

"Tersangka kembali menebaskan golok ke arah badan korban pada ke bagian pundak, ke bagian tangan sebelah kiri dan kearah jari telunjuk dan jari jempol sebelah kanan korban secara menbabi buta, hingga korban tersungkur ke tanah," katanya.

Editorial Team