Gelaran ICOBAR-FIDI Joint Scientific Forum tersebut menggabungkan sinergi acara The 7th International Conference on Biospheric Harmony (ICOBAR) dan Forum Ilmiah Diaspora Indonesia (FIDI) yang terjalin melalui kerja sama strategis dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4). Tahun ini, kedua pihak menghadirkan forum bersama bertajuk Global Synergy for Biospheric Resilience: Integrating Science, Innovation, and Sustainable Action.
"Bukan hanya oleh Indonesia tetapi juga oleh kawasan, ya seperti kawasan Asia Tenggara. Mulai dari masalah tadi ketahanan energi, kemudian ketahanan budaya dan kondisi dunia yang saat ini terjadi peperangan serta seterusnya," kata dia.
ICOBAR-FIDI Joint Scientific Forum merupakan wadah ilmiah internasional yang mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi industri, pengambil kebijakan, serta ilmuwan diaspora Indonesia dari berbagai belahan dunia untuk berdiskusi, berbagi hasil penelitian, dan membangun kolaborasi strategis dalam menjawab tantangan global terkait ketahanan biosfer dan keberlanjutan lingkungan hidup.
"Dunia menghadapi tantangan yang semakin serius akibat perang, kesenjangan sosial, dan pola kerja yang terkotak-kotak, ICOBAR-FIDI menjadikan riset dan kepakaran sejati sebagai fondasi utama untuk menggalang komitmen sinergi multihelix yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," ungkapnya.