Tangerang, IDN Times - Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang belum juga berjalan sejak adanya penandatanganan kerja sama (PKS) dengan PT Oligo Infra Swarna Nusantara (OISN) tahun 2022. Padahal, proyek tersebut membebani APBD Kota Tangerang hingga Rp223 miliar per tahun.
Aktivis Warung Pojok, Bambang Wahyudi mempertanyakan proyek tersebut yang tak kunjung tampak. Kerja sama tersebut mewajibkan Pemkot Tangerang membayar tipping fee sebesar Rp620 Juta perhari yang merupakan estimasi jika volume sampah yang dihasilkan di Kota Tangerang sebesar 2 ribu ton per hari.
“Sudah lebih dari 3 tahun sejak kerja sama ditandatangani, tapi belum ada perkembangan berarti. Bahkan untuk menyiapkan lahan 3,5 hektare di Jatiuwung saja belum dilakukan. Bagaimana bisa memperoleh Amdal,” ungkap Bambang, Rabu (27/8/2025).