Tangerang, IDN Times - Menjelang lebaran, tren belanja online kembali meningkat dan berpotensi memicu lonjakan sampah kemasan. Menyikapi hal itu, produsen kemasan plastik asal Kabupaten Tangerang, ALVAboard, menggandeng Rekosistem untuk mengelola limbah kemasan secara terintegrasi sekaligus memberi insentif kepada masyarakat.
Kolaborasi ini digagas sebagai langkah konkret penerapan ekonomi sirkular di sektor kemasan, bukan sekadar kampanye lingkungan.
CEO ALVAboard, Alden Lukman menegaskan, tanggung jawab perusahaan tidak berhenti saat produk diterima konsumen. Menurutnya, siklus hidup material harus dipantau hingga tahap pascapemakaian.
“Material yang terkumpul akan dipilah, dicatat, dan diproses untuk didaur ulang sesuai standar. Kami ingin memastikan material tidak berhenti sebagai limbah, tetapi kembali masuk dalam siklus produksi,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
