Penyebab kesenjangan kata dia, tak lepas dari pendapatan asli daerah (PAD) yang rendah. Hal itu tidak sebanding dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Padahal menurutnya, PAD itu dalam rangka kebutuhan biaya pembangunan.
Saat ini masih terdapat perbedaan antara Banten Selatan dengan Banten Utara. Hal itu dibuktikan dengan tingkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
“Kita harus adil, sepertiga wilayah Banten itu ada di Lebak dan Pandeglang. Hari ini, IPM kita (Banten) terlihat masih tinggi di atas rata-rata nasional. Tapi setelah kita zoom, terlihat perbedaan cukup jauh di Lebak dan Pandeglang," ungkapnya.
Menurutnya, hal itu disebabkan oleh kondisi luas wilayah, dan infrastruktur yang masih belum merata baik itu dari segi jalan, sarana pendidikan, dan kesehatan. Dengan adanya DOB, maka diharapkan dapat mengikis kesenjangan pembangunan juga PAD di Banten Selatan.
Satu solusinya, lanjut Andra, ada keberpihakan APBD Provinsi Banten pada wilayah yang masih tertinggal pembangunannya dalam rangka percepatan pemerataan pembangunan.
"Berikutnya DOB, terkhusus Cilangkahan, juga dapat menjadi bagian dari solusi percepatan pemerataan pembangunan wilayah Banten selatan," katanya.