Tangerang Selatan, IDN Times – Gubernur Banten Andra Soni secara terbuka menyebut adanya kekeliruan dalam pengelolaan sampah di Banten selama bertahun-tahun ke belakang. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara di acara Semangat Akhir Tahun by IDN Times, yang turut membahas persoalan krisis sampah di wilayah perkotaan, termasuk Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/1/2026).
“Kita harus akui bahwa kita salah dalam mengelola sampah selama ini,” ujar Andra Soni.
Ia menjelaskan, rencana pembangunan proyek Pemrosesan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebenarnya sudah lama diatur melalui kebijakan pemerintah pusat. Namun, implementasinya kerap tersendat karena persoalan tipping fee yang dinilai berisiko hukum bagi kepala daerah.
“Kepres tentang pembangkit listrik tenaga sampah itu sudah ada lama. Tapi kita terkendala dengan tipping fee. Dulu masih ada komponen tipping fee dan itu sangat berbahaya untuk kepala daerah, karena ujungnya bisa dipenjara bicara soal tipping fee. Sehingga bertahun-tahun rencana pembangunan itu tidak bisa terealisasi, karena di ujungnya kita bermasalah dengan tipping fee,” jelasnya.
