Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Arus Mudik Lebaran Pelabuhan Merak
Rakor persiapan arus mudik di Polda Banten (Dok. Khaerul Anwar)

  • Polda Banten menyiapkan skenario pengamanan arus mudik Lebaran 2026 menghadapi potensi cuaca ekstrem dan rob yang diprediksi BMKG terjadi pada 19–22 Maret 2026 di sekitar Pelabuhan Merak.
  • Tiga skema kondisi diterapkan: hijau untuk cuaca normal, kuning hingga merah untuk situasi ekstrem, termasuk penerapan delay system guna mencegah penumpukan kendaraan saat penyeberangan terganggu.
  • Jika rob melanda kawasan Ciwandan, kendaraan roda dua serta Golongan 5 dan 6B akan dialihkan ke pelabuhan lain melalui koordinasi dengan KSOP dan ASDP Merak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Polda Banten menyiapkan sejumlah skenario untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem saat arus mudik Lebaran 2026. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), rob diprediksi terjadi pada 19–22 Maret 2026 dan berpotensi mengganggu akses menuju pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Sumatra.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, pengamanan mudik tahun ini disiapkan dengan skema kondisi hijau, kuning, dan merah, menyesuaikan situasi cuaca dan gelombang laut.

“Arus mudik ini diatur sedemikian rupa. Kalau ada kondisi tertentu seperti cuaca ekstrem, tentu ada langkah yang kami siapkan,” ujarnya saat rapat koordinasi lintas instansi, yang turut dihadiri Forkopimda, KSOP, dan Polda Lampung di Mapolda Banten, Rabu (25/2/2026).

1. Jika cuaca ekstrem dan penyeberangan terganggu, delay sistem bakal diberlakukan

Rakor persiapan arus mudik di Polda Banten (Dok. Khaerul Anwar)

Jika terjadi cuaca buruk disertai ombak dan gelombang tinggi dan menganggu proses bongkar muat di pelabuhan, Polda Banten akan memberlakukan delay system bagi kendaraan yang akan menyeberang melalui, Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Merak, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).

Kendaraan akan diarahkan ke kantong parkir di Kilometer (KM) 43, KM 68, PT Wisma Indah Kiat, PT Indonesia Ferry Bojonegara, serta sejumlah titik di Jalur Lingkar Selatan (JLS).

"Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di area pelabuhan saat kondisi laut tidak memungkinkan penyeberangan," katanya.

2. Cuaca normal, pembagian pelabuhan diberlakukan

Pelabuhan Merak jelang Lebaran 2025 (ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)

Jika cuaca dalam kondisi normal atau status hijau, pengaturan arus kendaraan akan mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat, Laut, Bina Marga, serta Kakorlantas Polri yang berlaku mulai 13–29 Maret 2026.

Untuk pemudik sepeda motor dan Kendaraan Golongan 5 dan 6B melalui Pelabuhan Ciwandan, Truk sumbu tiga (Golongan 7, 8, dan 9) melalui Pelabuhan BBJ Bojonegara dan pejalan kaki, kendaraan pribadi dan bus melalui Pelabuhan Merak.

"Skema ini diterapkan untuk mengurai kepadatan dan mempercepat arus penyeberangan selama periode mudik," katanya.

3. Skenario khusus jika rob terjadi

Pemudik di Pelabuhan Merak Sabtu malam (6/4/2024) (IDN Times/Khaerul Anwar)

Apabila banjir rob benar-benar terjadi di kawasan JLS, khususnya Ciwandan, kendaraan roda dua serta Golongan 5 dan 6B akan dialihkan ke pelabuhan lain melalui koordinasi dengan KSOP dan ASDP Merak.

“Kami siapkan skenario kontinjensi banjir. Kalau terjadi rob, kendaraan akan dialihkan. Tapi kalau normal, tetap sesuai pembagian yang sudah ditetapkan,” katanya.

Polda Banten sendiri akan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat pada 13 Maret 2026 sebagai tanda dimulainya pengamanan arus mudik.

Editorial Team