Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi Bandara Soetta (Dok. Bandara Soetta)
Ilustrasi Bandara Soetta (Dok. Bandara Soetta)

Intinya sih...

  • Penumpang dari negara endemis bakal diperiksa kesehatannya

  • Penanganan virus Nipah tak sama dengan COVID-19

  • Kewaspadaan ini menyusul siaga virus di sejumlah negara

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Serang, IDN Times – Pemerintah Provinsi Banten mulai mengaktifkan kembali sistem surveilans kesehatan untuk mengantisipasi potensi masuknya virus Nipah. Langkah ini dilakukan seiring tingginya mobilitas penumpang internasional melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, sistem surveilans aktif kini kembali diaktifkan dengan Bandara Soetta sebagai salah satu titik utama pengawasan.

“Surveilans aktif baru di-alert, dinyalakan. Kami menggunakan Bandara Soekarno-Hatta yang sering menjadi pintu masuk,” kata Ati, Selasa (27/1/2026)

1. Penumpang yang datang dari negara endemis bakal diperiksa

Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji (Dok. Khaerul Anwar)

Ati menyebut, seluruh penumpang yang datang, terutama dari negara atau wilayah endemis, akan menjadi sasaran pemeriksaan awal kesehatan. Kasus virus Nipah paling sering dilaporkan di Asia Selatan dan Asia Tenggara, terutama di Bangladesh dan India

Penguatan pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Kekarantinaan Kesehatan (BKK). “Semua orang yang datang, terutama dari daerah endemis, akan dilakukan screening. Sama seperti saat COVID-19,” katanya.

2. Penanganan Nipah tak sama dengan COVID-19

ilustrasi penelitian virus nipah (freepik.com/prostooleh)

Meski begitu, Ati menegaskan penanganan virus Nipah tidak bisa disamakan sepenuhnya dengan COVID-19. Pemerintah masih menyusun mekanisme pengawasan yang lebih spesifik sesuai karakteristik penyakit tersebut.

“Karena berbeda dengan COVID-19, maka prosedurnya juga harus disesuaikan,” katanya.

3. Kewaspadaan ini menyusul siaga virus tersebut di sejumlah negara

ilustrasi partikel virus Nipah (commons.wikimedia.org/NIAID)

Kewaspadaan ini diperkuat menyusul informasi meningkatnya status siaga virus Nipah di sejumlah negara. Ati mengungkapkan pembahasan teknis lintas sektor telah dilakukan dan saat ini masih menunggu penetapan langkah operasional lanjutan.

“Kemarin baru kami rapatkan, sekarang tinggal menunggu tindak lanjutnya,” kata dia.

Ati menegaskan virus Nipah merupakan penyakit dengan dampak yang serius. Karena itu, kewaspadaan tetap harus dijaga di tengah tingginya mobilitas internasional. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kesiapsiagaan tetap berjalan, khususnya di pintu masuk utama seperti Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Editorial Team