Banjir sejumlah daerah di Cilegon (Dok. Istimewa-warga/Ganis)
Kepala Bidang SD dan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Suhada, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir.
“Yang pertama di SDN Blacu di Purwakarta, kemudian SDN Gedong Dalem 3 di Kecamatan Jombang. Lalu SMPN 12 juga terdampak, tetapi air hanya sampai halaman dan tidak masuk ke dalam ruangan. Alhamdulillah tidak ada aset yang rusak,” kata Suhada.
Selain itu, SMPN 6 juga tercatat terdampak banjir. Pihak Dindikbud Cilegon bahkan telah berkoordinasi dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka untuk membantu proses pembersihan lingkungan sekolah.
“Total ada 13 sekolah yang terdampak, salah satunya TK Asalam, kemudian tiga SMP dan sisanya sekolah dasar,” ujarnya.
Suhada menyebutkan beberapa sekolah yang mengalami dampak cukup parah di antaranya SDN Blacu, SDN Masigit 1, dan SDN Gedong Dalem 3. Selain itu, SDN Bumi Waras di Kecamatan Pulomerak juga mengalami genangan karena berada di dekat aliran sungai kecil.
Menurutnya, dampak banjir di setiap sekolah berbeda-beda. Ada yang hanya mengalami genangan di halaman, namun ada juga yang airnya masuk ke ruang kelas.
“Kalau di SDN Blacu ini debit air cukup tinggi sehingga aliran air masuk dan berdampak ke beberapa ruang kelas,” jelasnya.