Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 desa di Kabupaten Tangerang terendam banjir rob
6 desa di Kabupaten Tangerang terendam banjir rob (dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Intinya sih...

  • Banjir berkisar antara 25-80 centimeter di 9 kecamatan Kabupaten Tangerang

  • Masih ada korban banjir yang mengungsi, total warga terdampak sebanyak 10.426 jiwa

  • Banjir sempat merendam 27 kecamatan di Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi penanganan banjir

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat banjir di wilayah setempat saat ini berangsur surut. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, banjir tersebut kini tersisa di 9 kecamatan.

"Ada di 17 desa dengan total jumlah warga terdampak sebanyak 10.426 jiwa," kata Taufik, Selasa (3/2/2026).

1. Ketinggian nanjir berkisar 25-80 cm

6 desa di Kabupaten Tangerang terendam banjir rob (dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Taufik menjelaskan, banjir yang masih menggenang di 9 kecamatan tersebut dengan ketinggian berkisar antara 25 sampai 80 centimeter. Rinciannya, di Kecamatan Gunung Kaler, banjir merendam Desa Kandawati, Gunung Kaler, Kedung, dan Onyam dengan ketinggian air berkisar 25 hingga 80 sentimeter.

"Di wilayah itu, sebanyak 4.960 jiwa dari 1.240 keluarga terdampak," jelasnya.

Sementara di Kecamatan Kresek, banjir setinggi 25 hingga 75 sentimeter merendam Desa Patrasana, Talok, Renged, dan Kemuning, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 532 jiwa dari 133 keluarga.

"Banjir juga melanda Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo dengan ketinggian air 20 hingga 60 sentimeter, berdampak pada 1.204 jiwa dari 301 keluarga," jelasnya.

Kemudian, di Kecamatan Kosambi, banjir melanda Desa Salembaran Jaya dan Dadap dengan ketinggian 30 hingga 40 sentimeter.

"Akibatnya 185 keluarga terdampak," tutur Taufik.

2. Masih ada korban banjir mengungsi

Banjir di Kabupaten Tangerang (dok. Pemkab Tangerang)

Selanjutnya, di Kecamatan Mekar Baru banjir setinggi 30 hingga 60 sentimeter itu merendam Desa Jenggot dan Kedaung, dengan jumlah warga terdampak sebanyak 850 jiwa dari 333 keluarga. Banjir juga merendam Desa Keramat, Kecamatan Pakuhaji dengan ketinggian air mencapai 35 sentimeter dan berdampak pada 440 jiwa dari 110 keluarga.

"Di Kecamatan Rajeg, banjir setinggi 40 sentimeter melanda Desa Tanjakan dengan jumlah warga terdampak 160 jiwa dari 40 keluarga," tuturnya.

Sementara di Kecamatan Sindang Jaya, banjir merendam Desa Badak Anom dan berdampak dengan total warga terdampak sebanyak 140 jiwa dari 35 keluarga.

Banjir juga merendam Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga dengan ketinggian 40 hingga 80 sentimeter. Ada pun jumlah warga terdampak di wilayah itu mencapai 2.140 jiwa dari 535 keluarga.

"Dari total jiwa yang terdampak sebanyak 10.426 jiwa, 360 jiwa dari 90 keluarga di antaranya masih mengungsi di tempat pengungsian maupun di rumah saudaranya," jelas Taufik.

3. Banjir sempat merendam 27 kecamatan di Kabupaten Tangerang

Banjir di Kabupaten Tangerang (dok. Pemkab Tangerang)

Diketahui, banjir sempat melanda 102 desa di 27 Kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya terus berupaya untuk mencari solusi penanganan banjir agar surut lebih cepat.

"Kondisi ini menjadi ujian bagi kita semua. Pemerintah daerah terus turun ke lapangan untuk mengunjungi masyarakat sekaligus mencari solusi penanganan banjir. Kita tidak pernah libur dalam melayani masyarakat,” kata Maesyal, Senin (2/2/2026).

Pemerintah daerah juga terus berupaya melakukan langkah teknis, seperti pembangunan pintu air di sejumlah sungai yang meluap akibat tingginya curah hujan. Ia pun mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong, khususnya dalam menjaga kebersihan lingkungan, memperbaiki saluran air, serta menertibkan pembuangan sampah. 

“Banjir ini bukan karena tanggul jebol, tetapi karena curah hujan yang tinggi, durasi hujan yang lama, serta kiriman air dari wilayah hulu. Kabupaten Tangerang sebagai wilayah hilir tentu sangat terdampak,” terangnya.

Editorial Team