Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir di Kabupaten Tangerang
Banjir di Kabupaten Tangerang (Dok. BPBD Kabupaten Tangerang)

Intinya sih...

  • Status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan bencana

  • Sebanyak 50 ribu jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tangerang

  • Ketinggian banjir bisa mencapai 2 meter

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tangerang, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya titik banjir di 24 Kecamatan di wilayah tersebut pada Rabu (14/1/2026). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengatakan, penetapan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir yang terjadi sejak Minggu, 11 Januari lalu.

"Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan luasan bencana banjir, jadi pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika)," ungkapnya.

1. Status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan bencana

Banjir di Cikande Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Taufik menuturkan, kebijakan ini juga dilakukan sebagai tujuan mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta koordinasi lintas sektor, sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih luas. Kemudian, langkah itu bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak bencana banjir yang melanda wilayahnya tersebut.

"Kemudian sejak tanggal 11 Januari 2026 sampai sekarang ini kan ternyata mulai terjadi banjir. Sudah terbukti yang biasanya wilayah itu hanya 20 centimeter (cm) ketinggian airnya, sekarang sudah ada perkembangan naik dan meluas," jelasnya.

2.Sebanyak 50 ribu jiwa terdampak banjir di Kabupaten Tangerang

Banjir di Cikande Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Taufik menyebut, selama masa tanggap darurat Pemkab Tangerang akan terus memantau kondisi cuaca dan potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah. Dari 24 kecamatan yang terdampak, lanjut Taufik, sedikitnya 10 ribu kepala keluarga (KK) dengan 45 hingga 50 ribu lebih jiwa menjadi korban atas musibah tersebut.

"Ya, sekitar kurang lebih 50 ribuan jiwa," ucapnya.

3. Ketinggian banjir bisa mencapai 2 meter

Banjir di Cikande Kabupaten Tangerang (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sementara, untuk ketinggian air bervariasi mulai dari 60 cm sampai 80 cm dan hingga yang terparah mencapai 2 meter. Sebagai upaya penanganan bencana alam ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah berkoordinasi dengan instansi lain dalam rapat bersama dengan langkah awal, yakni dilakukan pembangunan fasilitas pompa air, normalisasi hingga pembukaan pintu air.

"Khususnya di wilayah Kosambi dan wilayah-wilayah yang lain relatif hampir mirip. Contoh wilayah Kosambi kemungkinan akan ada dibangun saluran air atau juga normalisasi ditambah rumah-rumah mesin pompa," jelasnya.

Meski terjadinya perluasan, kondisi genangan banjir di beberapa titik saat ini sudah mulai berangsur surut. Hanya saja, terdapat permukiman yang berlokasi di bantaran sungai masih teredam.

"Yang surut juga banyak juga, berangsur-angsur surut, tapi juga ada yang karena limpahan air Sungai Cidurian gitu, sehingga terdampak ke masyarakat," kata dia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team