Ilustrasi banjir (IDN Times/Hilmansyah).
Dedi mengatakan, dalam rentang waktu dua pekan yakni pada 2, 4, 6 dan 11 November 2024 di RW 12 banjir melanda perumahan Taman Mangu Indah dipicu luapan Kali Santika. Dedi mengatakan, selama itu kejadian itu pula, warga heran tidak ada tindakan dari pelaksana proyek maupun dinas terkait.
Dedi menyebutkan, karena banjir yang dialami bukan dominan dari faktor alam. Banjir disebabkan oleh kelalaian kontraktor, sebab sebetulnya tinggi muka air di Kali Santika yang melewati pemukiman warga tersebut tergolong dalam batas normal.
Ia menyinggung di wilayah hilir seperti Japos, Pondok Raga, Ciledug mestinya juga kebanjiran bila faktor alam diklaim sebagai penyebab banjir. "Kalau memang ini banjir alam RW sebelah pun satu komplek akan mengalami. Tapi ini hanya kami, Pak. Bahkan empat kali," tegas Dedi Lesmana.
Oleh karenanya warga RW 012 menuntut proyek tanggul dilaksanakan tepat waktu dan meminta ganti rugi.
"Dan kalau dibilang sakit sedih pasti. Lumpur dimana-mana, alat elektronik rusak semua, kasur bantal lemari, pakaian, motor. Banyak kerugian materil maupun mobil juga sudah banyak," kata Dedi.