Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banten Gak Punya Rumah Sakit Jiwa, 17 ODGJ Masih Dipasung
ODGJ yang terlantar dan rawat di Rumah Singgah Banjarmasin.

Serang, IDN Times - Dinas Kesehatan Provinsi Banten mencatat, masih ada sebanyak 17 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di wilayahnya yang masih dipasung oleh keluarganya.

"Tahun sebelumnya hampir 198 kasus. kita harapanya semua orang yang ODGJ gak ada kasus pemasungan," kata Kepala Dinas Kesehatan Banten Ati Pramudji Hastuti, Jumat (26/1/2024).

1. Biaya dan waktu jadi alasan keluarga milih memasung ODGJ

Tangakapan layan sebuah video. IDN Times/Debbie Sutrisno

Ati mengungkapkan, kasus pemasungan masih ditemukan di Banten lantaran keluarga tak memiliki biaya untuk membawa ODGJ ke fasilitas kesehatan. Ati pun mendorong pemerintah desa untuk menggalakkan program siaga sehat jiwa.

"Gak punya waktu urus biasanya dipasung langsung ditinggalkan kalau ngamuk dan malu, disumpetin tuh," katanya.

2. Banten gak punya RSJKO jadi penyebab pemasungan masih ada

ODGJ di Yayasan Sinar Jati, Kota Bandar Lampung (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Disampaikan Ati, ketiadaan rumah sakit jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) di Banten menjadi salah satu faktor yang bisa mengakibatkan naiknya masalah kesehatan jiwa. Banten menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang belum memiliki RSJKO.

"Kita usulkan ke pusat karena itu (pusat) yang akan bantu target 2025 Banten jadi prioritas 6 provinsi," katanya.

3. Pasien yang sudah sembuh masih sulit diberdayakan karena tak ada rumah rehabilitasi

ODGJ dan petugas di rumah singgah yang berlokasi di Banjar Wanasara Desa Bongan Kabupaten Tabanan (Dok.IDNTimes/Istimewa)

Selain itu, kata Ati, bahkan pasien ODGJ yang mulai sembuh dan saat akan kembali ke masyarakat sulit diberdayakan karena tidak ada rumah rehabilitasi.

"Mudah-mudahan dinsos akan membuat rumah singgah rehabilutasi mantan ODGJ," katanya.

Editorial Team