Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bangunan bersejarah Pintu Air 10 Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)
Bangunan bersejarah Pintu Air 10 Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Intinya sih...

  • Pintu air tidak dibuka semuanya untuk mengosongkan aliran sungai tanpa arahan dari BBWS

  • Banyak ikan mati di pintu air setelah ada cemaran, kondisi terbaru belum dipantau kembali

  • UPTD DAS Cidurian–Cisadane mengimbau warga agar tidak memanfaatkan ikan dari perairan yang tercemar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kota Tangerang, IDN Times - Kepala UPTD DAS Cidurian–Cisadane Dinas PUPR Provinsi Banten, Sofyadi mengatakan, pihaknya membuka pintu air hingga level 11,30 meter pada Bendungan Pintu Air 10 di Kota Tangerang untuk mempercepat aliran air menuju laut menyusul pencemaran sungai akibat insiden kebakaran gudang bahan kimia di wilayah Tangerang Selatan.

“Kami membuka pintu sampai di level 11,30 supaya air cepat mengalir ke laut,” kata Sofyadi, Rabu (11/2/2026).

1. Pintu tak dibuka semuanya

Kali di Serpong Memutih Usai Kebakaran Gudang Pestisida (Dok. IDN Times/warga)

Namun, Sofyadi menegaskan pihaknya tidak berani membuka seluruh pintu air untuk mengosongkan aliran sungai tanpa arahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) selaku pihak berwenang.

“Kalau mengosongkan sekaligus, kami tidak bisa tanpa perintah BBWS karena khawatir berisiko terhadap pengguna air dan masyarakat,” ujarnya.

2. Terdapat banyak ikan mati di pintu air setelah ada cemaran

Bangunan bersejarah Pintu Air 10 Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Ia mengungkapkan, pada malam sebelumnya ditemukan banyak ikan mati di aliran sungai yang diduga terdampak pencemaran. Meski demikian, kondisi terbaru masih belum dipantau kembali. “Kondisinya semalam banyak ikan mati. Hari ini belum kami cek lagi,” katanya.

UPTD DAS Cidurian–Cisadane juga telah mengimbau warga di sekitar bantaran sungai agar tidak memanfaatkan ikan dari perairan tersebut. “Kami imbau warga jangan dulu memancing dan mengonsumsi ikan sampai dinyatakan aman,” kata Sofyadi.

Editorial Team